Satu Malam Dengan Milliader

Satu Malam Dengan Milliader
SMDM-Bab 24


__ADS_3

Dari ruangan mewah itu seseorang bisa melihat pemandangan kota yang begitu indah. Gedung-gedung tinggi bisa dengan leluasa di pandang melalui kaca jendela.


Leon bersandar di kepala sofa sambil melepas kaca matanya "Devan, istriku akan datang sebaiknya kau pergi sekarang !"


"Istri, hahaha" Devan justru terbahak mendengar ucapan Leon, membuat Leon mendengus kesal ia sudah menduga kalau pria itu akan menertawakan dirinya.


"Aku masih ingat kalau dulu kau pernah mengatakan tidak mencintai gadis manapun, dan menganggap semua gadis itu sama saja. Tapi sekarang ku lihat kau sangat mencintai istrimu"


"Apa ada yang aneh jika aku mencintai istriku ?" tanya Leon, ekspresinya berubah dingin. Namun tidak sedikitpun Devan takut.


"Tentu saja tidak, tapi aku penasaran apa kehidupan rumah tanggamu bahagia ?"


"Kau tidak sopan menanyakan hal itu Devan, itu urusan ku jadi buat apa kau ingin tau"


Devan tersenyum, ia bangkit dari duduk dan mendekatkan wajahnya pada Leon. Sungguh ini bukan pemandangan yang indah untuk di lihat. Siapa saja yang melihat pasti akan salah paham.


"Jangan terlalu dingin Le" ucap Devan membuat Leon semakin kesal.


Tiba-tiba....


"Tuan, nyonya mudah sudah di si----" ucapan Bagas harus menggantung di udara saat melihat posisi Devan dan Leon. Kedua pria itu tampak seperti habis berciuman..


Leon segera mendorong dada Devan, kemudian matanya menatap Ayu yang masih melongo melihat apa yang terjadi barusan. Leon takut Ayu akan salah paham.


"Apa yang mereka lakukan ?, apa mereka berciuman ?" batin Ayu, sedetik kemudian ia bergidik ngeri saat pikirannya mulai berkelana jauh.


Ayu memundurkan tubuhnya dengan cepat, kedua tangannya bergetar sambil memegang rantang makanan yang akan ia berikan pada Leon. "Maaf kalau aku mengganggu, aku akan menunggu di luar"


Setelah mengatakan itu Ayu langsung keluar, ia duduk di sebuah kursi yang tersedia di depan ruangan Leon. Napas wanita itu terengah-engah.


Apa yang ia lihat barusan, suaminya terlalu intim dekat dengan seorang pria.


"Apa dia juga menyukai sesama jenis ?" gumam Ayu lagi, padahal menurut kabar yang beredar Leon justru sering bergonta-ganti wanita setiap malamnya. Tapi penampakan pagi ini membuat pikiran Ayu berbalik ke arah lain.


Sementara itu Leon tampak frustasi. Ia yakin istri kecilnya itu akan salah paham. Leon kembali menatap Devan yang terlihat biasa saja sekarang.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi ?, sekarang pergi dari kantorku !" ucap Leon dengan tegas.


"Ok-ok" Devan beranjak berdiri "Aku akan pergi" kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Leon.


Saat di luar Devan menatap Ayu yang duduk seorang diri, pria itu tersenyum hangat pada Ayu tapi tidak sedikitpun Ayu membalasnya.


"Hai nona Ayu" sapa Devan membuat Ayu semakin merinding "Apa itu makan siang untuk suamimu ?" tanya Devan lagi sambil menatap rantang makanan yang saat ini Ayu pegang.


"I-iya" jawab Ayu terbata-bata.


"Oh anda sweet sekali, Tuan Leon pasti bahagia bisa menikah dengan mu"


Ayu mencibir, ingin sekali ia menanyakan apa yang terjadi barusan antara Leon dan Devan. Namun mulut wanita itu seakan terkunci bahkan untuk mengatakan satu katapun Ayu tak mampu.


"Aku pergi dulu nona, selamat makan siang" Devan meninggalkan tempat itu membuat Ayu bisa bernapas lega.


*


*


*


"Untuk apa kau datang kesini ?" tanya Leon sesaat setelah Ayu masuk. Ia menatap wajah cantik Ayu kemudian mengalihkan tatapannya pada rantang makanan yang Ayu bawa.


"Aku datang kesini untuk membawakan makan siang untukmu. Aku memasak nya sendiri"


"Makan siang ?" Leon kembali menatap rantang makanan itu "Bukankah Liya sudah melarang mu untuk memasak ?"


"Liya memang sudah melarang ku, tapi aku bersikeras untuk tetap memasak untuk mu" jawab Ayu


"Astaga apa dia akan meracuni aku dengan makanan itu ?" batin Leon. Masih begitu jelas ingatan Leon saat mendengar teriakan Ayu kala memakan hasil masakannya sendiri. Apa sekarang ia akan mengalami hal yang sama.


"Kamu tenang saja, makanan ini aku masak dengan matang"


Leon menatap Ayu lagi, wanita itu tampak sangat bahagia saat mengantar makan siang untuknya. Dan hari ini Ayu begitu cantik dengan dress kupu-kupu yang ia pakai. Membuat sesuatu di diri Leon berdiri.

__ADS_1


Sungguh selama ini Leon tidak bisa menahan hasrat nya saat berdekatan dengan Ayu, makannya ia tidak bisa lama-lama di dekat istri nya.


"Letakkan makan siangnya di meja !" pinta Leon


Ayu menurut ia meletakkan rantang makanan itu di atas meja nakas.


"Sekarang pulanglah ! aku masih banyak kerjaan" Leon kembali berkata.


"Cih,.pekerjaan apa ? berduaan dengan seorang pria dan berciuman ? apa itu termasuk pekerjaan ?" Ayu menjerit dalam hati.


"Aku pergi dulu, jangan lupa makan siang" ucap Ayu menatap Leon yang sejak tadi tanpa ekspresi.


Leon tak menjawab, ia menatap kepergian Ayu sampai wanita itu menghilang di balik pintu.


"Sebenarnya apa tujuannya untuk datang kesini ?" gumam Leon namun masih bisa di dengar oleh Bagas yang sejak tadi terus berdiri di ruangan itu..


"Bukankah nyonya mudah sudah mengatakan, kalau dia kesini untuk mengantar makan siang untuk tuan" balas Bagas membuat Leon menatap sekretarisnya dengan kesal.


"Siapa yang bicara dengan mu" umpat Leon.


Bagas nyengir menampakan deretan gigi rapihnya "Tapi menurut saya nyonya muda begitu perhatian dengan tuan sampai memasak makan siang"


"Perhatian matamu, kau belum pernah merasakan masakannya, aku saja takut dia salah memasukan bumbu pada masakan nya". batin Leon.


"Sudah jangan banyak bicara !, sekarang aku mau tanya apa permintaan ku kemaren sudah kau lakukan ?" tanya Leon.


"Sudah tuan" jawab Bagas, ia sudah menebak kemana arah pembicaraan Leon sekarang.


"Terus apa yang kau temukan ?"


"Menurut hasil penyeledikan, sepertinya tuan besar curiga dengan pernikahan anda dengan nona Ayu. Makanya akhir-akhir ini tuan besar menyelediki semuanya dan membawa nona Ayu waktu itu" jelas Bagas membuat Leon kembali mendengus kesal.


"Dasar pria tua usil"


"Dan sayangnya dia Ayah mu sendiri tuan" Bagas menahan tawa saat melihat eskpresi Leon saat ini.

__ADS_1


__ADS_2