
Intan bener bener kesel melihat Dion hari ini, bener bener menyebalkan sekali, Sarah yang melihat Intan cemberut
langsung tahu apa yang dirasakan Intan sekarang.
" Ka, maaf yah, hari ini kita tidak bisa lama lama mainnya, dan maaf kalo bang Dion bikin kesel hari
ini" Ucap Intan melirik kesel melihat Dion
" Apa sih kamu Intan, lebay deh, terimakasih yah Fika sudah mau ladenin adik saya belanja disini." Ucap Dion yang tidak bisa sembunyikan rasa keselnya, apa lagi kesal saat ingat Fika tidak mau terima pemberian Dion lagi
“ Astaga Dion, semarah itu apa yah dia pemberiannya ditolak, salah kah saya menolak pemberian temen yang baru dikenal dan tidak memiliki hubungan apapun?” Batin Fika penuh tanda Tanya, perasaan Fika menolak pemberian Dion baik baik kenapa Dion semarah ini.
“ Santai saja Dion, terimakasih kalian sudah mau mapir ke toko saya hari ini, dan terimakasih sudah mau belanja juga” Ucap Fika berusaha santai dan ramah, walaupun kesel melihat sikapnya Dion yang tidak jelas sama sekali.
“ Maaf yah ka Fika, saya jadi tidak enak” Ucap Sarah, karena tidak biasanya Dion seperti ini.
Dion meninggalkan Sarah dan Intan, langsung masuk kedalam mobil duluan, Dion kesel karena baru pertama kalinya pemberian Dion ditolak oleh perempuan
Fika membiarkan Intan dan Sarah masuk kedalam mobil, dan
meninggalkan rukonya, Fika langsung masuk ruko saat mobilnya Sarah sudah jalan jauh.
Dilain sisi, Intan bener bener kesel dengan sikapnya Dion
yang hari ini keterlaluan, Intan sengaja duduk dibelakang bersama Sarah karena
__ADS_1
kesel dengan sikapnya Dion yang keterlaluan.
“ Heh, pindah kedepan tidak? Kamu fikir abang ini supir kamu apa Intan ?” Tanya Dion kesal, bisa bisanya adik nya duduk dibelakang, bersama Sarah, dikirain Intan dirinya supir.
“ Males, kita tidak minta abang jemput kita kan? Abang seenaknya marah marah didepan ka Fika, abang kira kita seneng dengan sikap abang seenaknya seperti tadi? Kita mau menikmati belanja lama karena itu kita tidak minta di jemput abang mau pun supir. Suruh siapa nyusul kita yang akhirnya bikin kita malu didepan ka Fika marah marah tidak jelas sama sekali.” Protes Intan, Intan tidak kalah kesel dengan Dion, Intan berbicara terus terang.
“ Maafkan abang Intan” Lanjut Dion merasa tidak enak, Dion melihat Sarah yang membuang muka keluar jendela, Dion sama sekali tidak bisa control rasa keselnya.
“ Sudah Intan, jangan terlalu marah ke abang, memang abang salah karena tidak sabar ingin cepet pulang. Marah terlalu lama ke abang sendiri tidak enak juga Intan.” Ucap Sarah, Sarah merasa tidak tega melihat Intan dan Dion marahan karena tadi.
“ Awas saja abang, seperti tadi, tidak akan Intan ijin kan bang bertemen dengan ka Fika, Apapun alasan abang sikap abang tadi bener bener keterlaluan, Intan merasa tidak enak ke ka Fika” Tegas Intan yang tidak ingin melihat Dion seperti tadi.
“ Abang janji tidak akan seperti tadi lagi, maafkan abangnyah Intan dan Sarah” Lanjut Dion tidak mungkin Dion kasih tahu yang sebenernya, kalo Dion lagi kesel didepan Sarah, apa lagi selama ini Dion juga tebar pesona dan perhatian ke Sarah diam diam.
Intan ngangguk dan tetep duduk dibelakang, temani Sarah, sedangkan Sarah senyum lega melihat Dion sudah baikan bersama Intan tidak berantem seperti tadi.
“ Sebenernya Dion anggap saya apa sih, sampai semarah tadi yah, cuman karena dilarang kasih apapun ke saya” Ucap Fika merasa bingung dan aneh akan sikapnya Dion yang keterlaluan marah marahnya.
Dilain sisi, Gea dan Yono belanja barang dagangannya di agen langganannya, Gea sengaja tidak ajak Fika karena tadi ada temen temenya Intan yang datang ke ruko.
“ Fika enaknya kita belikan apa yah bunda? Oh yah Fika hanphone nya sudah jadul sekali, apa sebaiknya kita belikan hanphone keluarin terbaru?” Tanya Yono, yang merasa tidak tega karena anak tirinya, hanphone nya tidak ganti sama sekali.
“ Iyah ayah, bunda takut anak kita dibully karena hanphonenya ketinggalan jaman.” Ucap Gea tidak ingin anaknya sedih karena hanphone nya sudah ketinggalan jaman.
“ Yah sudah sayang, sekarang kita beliin untuk Fika, pasti anak kita suka dengan hanphone barunya.” Lanjut Yono, walaupun Fika bukan tipe anak yang banyak mau, tapi kalo ketinggalan jaman modelnya, tentu membuat Yono sebagai orang tua merasa tidak tega.
__ADS_1
Gea dan Yono langsung jalan ke conter hanphone untuk membelikan hanphone baru untuk Fika, Gea merasa bersyukur karena Yono bener bener memberikan perhatian untuk Fika membuat Gea merasa bahagia, karena anaknya disayang dan dimanja oleh Yono.
“ Dilain sisi, Tomi dan Anggun menikmati sore bersama, duduk santai dihalaman belakang rumah, sambal menikmati cemilan dan minuman segar berdua.
“Sudah lama yah sayang, kita tidak santai berdua seperti ini.”Ucap Tomi, apa lagi kalo Tomi banyak kerjaan, membuat Tomi tidak terlalu banyak waktu bersama anak dan istri.
“ Iyah sayang, kan kita sudah punya dua anak sayang, membuat kita jarang punya waktu berdua seperti ini kan, untungnya Dion dan Intan belanja aksesoris katanya.” Ucap Anggun, menikmati cemilan yang ada didepan meja.
“ Sayang mau tambah anak tidak?” Tanya Tomi, sangat rindu
saat saat dirinya bergadang temani Anggun untuk makan cemilan dan memberikan
ASI untuk anak anaknya.
“ Kita sudah tua sayang, masa mau tambah anak sih, dua saja sudah cukup sayang, apa lagi kita punya anak laki laki dan perempuan kan.”Lanjut Anggun tidak ingin menambah anak, apa lagi Tomi juga masih punya anak kandung dari Gea, walaupun Anggun tidak tahu Gea sekarang ada dimana.
“ Yah sudah kalo mami tidak mau, bagi papi kesehatan dan kesiapan mami jauh lebih penting, dari pada paksa kondisi untuk memiliki anak lagi kan” Lanjut Tomi berusaha ikhlas akan keputusan Anggun barusan
Anggun langsung mencium Tomi, sebagai permintaan maaf, karena menolak keinginan Tomi untuk memiliki anak lagi.
Dilain sisi, Fika merasa bahagia sekali, karena Gea dan Yonmemberikan Fika hanphone baru, Fika langsung save nomor hanphone nya Gea dan Yono, sekaligus save nomornya Intan dan Sarah juga.
“ Terimakasih ayah dan bunda, sudah memberikan hanphone baru untuk Fika” Ucap Fika bahagia karena mendapatkan hanphone baru.
“ Sama sama sayang, hati hati bawa hanphone nya yah sayang” Ucap Yono, Yono merasa bahagia melihat senyum bahagianya Fika, setelah tahu dikasih hanphone baru
__ADS_1
Fika peluk Gea dan Yono, karena bahagia mendapatkan hanphone baru, selama ini Fika tidak pernah paksa kedua orang tuanya untuk beli barang baru. Karena Fika tidak tega menyusahkan orang tuanya jika Fika banyak jajan.