Saudara Kandung Ceo Terkenal

Saudara Kandung Ceo Terkenal
Kalian berangkat sekolah bareng siapa?


__ADS_3

Dion dengan senang hati anterin Intan dan Sarah untuk nginep di rukonya Fika, Dion minta Fika duduk disebelahnya walaupun sedikit memaksa. Intan membiarkan Dion merasa menang karena keinginan nya diturutin oleh Fika.


" Kalian berangkat sekolah bareng siapa?" Tanya Dion basa basi, Dion dengan senang hati jika Fika minta dijemput.


" Ayah nanti kirimin mobil ke rumahnya ka Fika, kan motornya ka Fika masih di kantornya om Tomi." Ucap Sarah jujur, andaikan Sarah tahu jawabannya membuat Dion kesel karena rencana nya gagal untuk modus ke Fika.


" Tadinya mau papi yang antar dan jemput, tapi tidak tega lah, lebih baik kita yang bawa mobil." Ucap Intan yang tahu niat kakanya, untungnya Sarah sudah minta duluan dibawakan mobil.


" Memangnya kenapa Dion?" Tanya Fika yang tidak mengerti maksud Dion.


" Biarin saya ke ruko anterin makanan untuk kalian, dan berangkat ke sekolah bareng kan lebih seru." Lanjut Dion melihat Fika sambil senyum

__ADS_1


" Tidak usah repot repot bang, tadi kita sudah minta dibawakan bahan masakan ke mami, karena kita kan sudah bisa masak jadi kita masak sendiri saja." Lanjut Intan sengaja, lagi lagi membuat Dion kesel, karena ada saja jawaban Intan yang menggagalkan rencananya.


" Maaf yah Dion, tapi apa yang dibilang Intan bener, jangan repot repot karena kita mau belajar mandiri selama nginep di ruko saya." Lanjut Fika yang tidak ingin bergantung ke Dion.


" Sial sial, intan bener bener pengganggu kebahagian sekali." Batin Dion kesel, karena Intan tidak memberikan Dion kesempatan untuk deketin Fika.


Intan senyum sinis melihat Dion, intan sengaja melihat kaca spion melihat abangnya yang terlihat kesel.


Dilain sisi, Yono merasa sedih sekali karena bapaknya menghembuskan nafas terakhir, Yono menghubungi Gea kasih tahu jika mertuanya sudah tiada.


" Tolong yah sayang, siapin makamnya bersama warga di sana, sedangkan aku urus jenazah bapak aku yah." Ucap Yono lirih, saat saluran teleponnya terhubung.

__ADS_1


" Iyah sayang, aku akan urus semuanya disini, yang kuat yah ayah sayang, bapak sudah tidak merasakan sakit lagi sayang." Ucap Gea diseberang telefon, bisa merasakan kesedihannya Yono sekarang. mertuanya Gea bukan lah orang tua yang seenaknya ke menanttunya, bisa menerima kesalahan Yono dan Gea dimasa lalu.


Yono mematikan teleponnya dan siap siap mengurus biaya pengobatan bapak nya, selama di rumah sakit dan biaya memandikan jenazah sebelum di kebumikan .


Dilain sisi, Intan sengaja minta Sarah dan Fika masuk duluan kedalam ruko karena Intan ingin sekali usulin Dion yang menahan kesel selama diperjalanan menuju rukonya Fika.


" Kalo boleh makan manusia, kamu sudah Abang makan Intan, rese sekali jadi adik yah. tidak bisa membiarkan abangnya seneng sedikit kenapa." Protes Dion, yang semakin kesel melihat adiknya seperti musuh, dalam mendapatkan kebahagian.


" Buaya seperti Abang, ngapain juga didukung bang, kalo tidak bisa setia yah jangan harap didukung lah, jangan korban kan kebaikan dan kebahagian temen deket Intan. kalo mau cari sana perempuan lain, kasihan deh tidak bisa ikut nginep hahahaha." Ledek Intan ketawa puas, melihat Dion semakin kesel melihat tingkahnya Intan.


" Bener bener yah kamu rese sekali, sudah lah Abang mau pulang, dari pada lihat kamu terus lama lama Abang makan kamu." Lanjut Dion semakin kesel, andaikan Intan laki laki sudah dihajar oleh Dion karena semakin rese dan menggalakkan modusnya Dion untuk deketin Fika sampai sekarang.

__ADS_1


__ADS_2