
Anggun masuk kedalam kamar Intan, Yang ternyata anaknya lagi belajar di meja belajar, Anggun kasih tahu keingin orang tuanya Fika untuk jalan jalan bareng, dan Anggun setuju ikut jalan jalan bersama orang tua.
" Yah sudah mami, sekarang Intan telefon ka Fika, bilang kalo mami setuju dengan ajakan jalan jalan barengnya, orang tuanya ka Beby juga setuju dengan rencana jalan jalan ini." Ucap Intan bahagia, karena rencana jalan jalannya jadi.
Intan melakukan Vidio call ke Fika, sekalian Fika kenalan dengan mami nya selama Vidio call. Saat saluran telefon terhubung, Anggun melihat sosok perempuan yang lewat dibelakangnya Fika.
" Itu seperti Gea yang lewat yah, apa cuman mirip saja?" Batin Anggun yang ragu melihat orang yang mirip Gea, apa lagi di rumahnya Fika
" Hallo ka Fika, lagi ngapain?" Tanya Intan basa basi saat saluran telefon nya tersambung
" Habis makan Intan, ada apa telefon ka Fika? itu mami nya Intan?" Tanya Fika diseberang telefon, Fika melihat disebelahnya Intan ada Anggun
__ADS_1
" Iyah ka, ini mami saya, oh yah mami setuju dengan rencana jalan jalannya ka, bagaimana jika hari Minggu ini? soalnya orang tuanya Sarah setuju begitu juga dengan orang tuanya ka Beby, juga mau ikut jalan jalan bersama anak anaknya." Lanjut Intan bahagia, karena bisa jalan jalan bersama seperti ini.
" Oke deh, nanti kita tentuin enaknya kemana yah" Lanjut Fika bahagia, karena keinginan Gea diterima dengan baik.
" Tante juga mau kenalan langsung dengan Fika dan ibu nya Fika, oh yah nama ibu nya Fika siapa?' Tanya Anggun, yang penasaran, Anggun melihat Fika seperti mirip Tomi kecil, Anggun pernah melihatnya di album foto yang ada didalam kamarnya Tomi
" Nama bunda saya, Gea dan ayah namanya Yono. kalo Tante namanya siapa?" Tanya Fika yang merasa bahagia saat ngobrol bersama Anggun.
" Yah sudah Fika, sampai ketemu nanti yah, Tante mau keluar dulu, kalian lanjut ngobrol lagi yah." Lanjut Anggun yang tidak sanggup ngobrol bersama Fika, terlalu lama bisa bisa anak anaknya tahu jika mereka saudara kandung satu bapak dan beda ibu.
" Iyah Tante, sampai ketemu nanti." Lanjut Fika diseberang telefon.
__ADS_1
Anggun langsung keluar dari kamarnya Intan, dan jalan ke kamarnya Dion kasih tahu Dion untuk stop tebar pesona ke Fika, takutnya dugaan Anggun benar,Anggun tidak ingin Dion dan Fika tersakiti dengan kenyataan yang ada.
" Astaga mami, jangan seperti Intan juga dong, masa Dion tidak boleh deketin Fika sih cuman karena temen deketnya Intan saja." Protes Dion tidak terima, jika Anggun melarangnya terus
" Pokoknya mami tidak mau kamu deketin Fika lebih dari temen biasa, stop tebar pesona ke Fika, kalo perempuan lain boleh tapi Fika tidak boleh pokoknya" Tegas Anggun yang tidak ingin ada yang terluka, apa lagi Dion dan Fika ada hubungan sedarah
" Apa sih mami ini, kenapa Fika tidak boleh tapi perempuan lain boleh? apa karena Fika temen deket ke Beby, Sarah, dan Intan? please lah mami jangan seperti ini?" Tanya Dion heran dengan keinginan Anggun yang aneh
" Pokoknya mami tidak setuju, kalo nekat mami akan adukan ke papi kamu. biar ditegur langsung oleh papi." Tegas Anggun, yang tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaannya Dion. karena Anggun belum ketemu langsung dengan Gea dan Yono, jika sudah ketemu pasti Anggun akan kasih tahu Tomi keberadaan anak kandungnya. dan membuat Dion mengerti jika Dion dan Fika adalah saudara kandung satu bapak dan beda ibu.
Anggun langsung keluar dari kamarnya Dion, dari pada anak pertamanya banyak tanya dan berusaha membujuknya. Anggun harus sabar menahan rahasia ini, sampai kepastian sudah didapat, baru semuanya akan terbongkar dengan sendirinya
__ADS_1
Dion melempar bantal ke tembok, saat mendengar keputusannya Anggun tadi, Dion sama sekali tidak mengerti kenapa Dion sebegitu dilarangnya untuk deketin Fika dan menjadikan Fika pacarnya juga.