
Beby melihat butiknya Fika terlihat luas dan penampilan depn butiknya cukup bagus dan membuat Beby jadi tidak sabar ingin belanja banyak.
" Hayo temen temen masuk, selamat datang di butik saya" Uucap Fika ramah
" Apa yang direncanakan buaya ini sih, astaga abang bener bener nekat sih tebar pesona bareng tiga perempuan yang dideketin" Batin Intan melirik Dion dengan kesalnya.
Intan, Beby, Sarah, dan Dion. ikutin Fika masuk kedalam tokonya, Fika mempersilahkan temen temennya lihat lihat dagangannya sedangkan Fika simpan tas sekolahnya.
" Bunda, temen temen Fika belanja lagi kesini, bunda mau kedepan?" Tanya Fika salim ke Gea
" Iiyah sayang, sana ganti baju dulu, nanti baru gabung bersama temen temen Fika yah" Ucap Gea, merasa bahagia karena anaknya punya banyak temen.
"Iyah bunda" Lanjut Fika langsung jalan ke kamar nya untuk ganti baju.
" Ada yang beli sayang?" Tanya Yono, Yono keluar dari kamar karena mendengar banyak orang yang datang ke tokonya.
" Iyah sayang, temen temennya Fika, waktu itu datang lagi sayang, mereka ada didepan, yah sudah bunda ke depan dulu yah" Ucap Gea senyum manis melihat Yono
Yono membiarkan Gea jalan ke depan, untuk lihat temen temennya Fika, yang belanja.
Dilain sisi, Dion diam diam deketin Sarah yang lagi sendirian pilih baju yang diingin kan Sarah, Sarah melihat Dion langsung senyum bahagia karena Dion deketinnya.
" Baju ini bagus untuk kamu, kamu mau? pilih saja nanti abang bayarin, tapi jangan bilang dari abang yah?" Tanya Dion pelan, takut ketahuan Beby dan Intan
"Tidak usah bang, terimakasih, Sarah tidak mau merepotkan abang." Ucap Sarah basa basi, Sarah sangat senang apapun yang diberikan Dion, karena itu artinya Dion memberikan perhatian untuk Sarah
__ADS_1
" Santai saja, kamu cobain dan kalo cocok kamu langsung beli saja yah, pas di rumah kamu uangnya abang gantiin yah, ingat jangan cerita ke yang lain yah" Lanjut Dion pegang tangannya Sarah diam diam, cuman sebentar
" Iyah bang, terimakasih atas pemberiannya yah" Lanjut Sarah bahagia, walaupun Dion diam diam memberikan perhatian tapi membuat Sarah tetep merasa bahagia karen Dion sering memberikan perhatinnya
Dion senyum bahagia melihat Sarah mau terima pemberiannya, Dion langsung jalan menuju Beby yang lagi pilih pilih aksesoris kalung yang ingin dibelinya.
" Sayang, kalung ini bagus sayang, kamu mau beli?" Tanya Dion, langsung pegang kalung yang dimaksud Dion.
" Mau sayang, boleh juga aku pilih kalung ini." Ucap Beby senyum bahagia
" Yah sudah sayang, kamu pilih saja sayang, tapi jangan bilang bilang aku yang beliin yah sayang, aku tidak ingin yang lain iri karena aku beliin kamu." Ucap Dion pelan, Dion pegang pegang tangannya Beby dengan mesra
" Iyah sayang, terimakasih yah, aku pasti pakai kalung yang kamu pilih, dan iyah sayang aku diam diam tidak cerita jika kalung ini dari kamu sayang" Lanjut Beby bahagia, Bagi Beby merahasiakan pemberian Dion tidak jadi masalah.
"Yah sudah kamu pilih pilih saja yah sayang, aku mau lihat adik aku yang lagi pilih baju." Lanjut Dion, Dion melihat Fika jalan kedepan etalase langsung meninggalakn Beby langsung jalan menuju Fika.
" Kamu kenapa tidak ikut belanja Intan?" Tanya Gea penasaran, karena Intan keluar dari tokonya
" Mau beli buah tante didepan, mau rujakan bersama yang lain setelah belanja" Ucap Intan bohong, Intan tidak mungkin cerita kalo Intan malas melihat abangnya yang tebar pesona ke temen temennya.
" Sepertinya seger Intan, yah sudah tante ikut deh, tante juga mau makan rujak pedes pedes enak, apa lagi cuaca panas seperti ini, terus minumnya minuman segar, nikmat sekali sepertinya." Lanjut Gea, Gea seperti ingat sesuatu tapi Gea lupa membuat Gea mengabaikan firasatnya.
Gea langsung ajak Intan untuk ke tukang rujak, Gea tahu tukang rujak yang enak, karena dideket rukonya banyak yang jual rujak. Intan langsung merasa lega karena Gea ngajak jalan beli buah, setidaknya tidak merasa bosan sendirian didepan ruko.
Dilain sisi, Dion ngajak ngobrol Fika, pura pura merasa bingung karena tidak ada barang barang cowok yang Fika jual, Fika berusaha jaga jarak duduknya supaya tidak terlalu deket dengan Dion.
__ADS_1
" Ayah bilang sih, lebih cepet laris barang barang perempuan dari pada barang barang laki laki, yang akhirnya ayah ngalah isi semua toko ini aksesoris dan baju perempuan deh." Ucap Fika santai, Fika sengaja tidak melihat matanya Dion, yang mampu memberikan kenyamanan
" Memang sih, perempuan yang lebih sering belanja, dibanding kan laki laki buktinya mami dan Intan sering sekali belanja, dan lama lagi kalo sudah pilih barang yang diingin kan" Ucap Dion pura pura bete
" Yah itu lah perempuan, oleh karena itu perempuan dijuluki ratu belanja dari pada laki laki, sudah lama pilih barang, dan bisa hilaf akhirnya beli banyak barang." Lanjut Fika, karena Fika sendiri bisa seperti itu jika Gea sudah ngajak Fika belanja.
Dion terkekeh mendengar jawabannya Fika, dan melihat Fika terlihat cantik memakai baju santainya. Dion tidak melihat Intan sama sekali didalam tokonya Fika membuat Dion bisa duduk lebih lama berduan bersama Fika tanpa ada pengganggu sama sekali.
Dilain sisi, Sarah dan Beby lihat lihat koleksi tas yang dijual orang tuanya Fika, Sarah langsung telefon Sonia untuk membelikan tas baru.
" Sarah lagi di toko temen bunda, boleh atau tidak kalo Sarah beli tas bunda?" Tanya Sarah saat saluran telefonnya terhubung
" Boleh saja, kirim di chat saja yah nominalnya" Ucap Sonia disebrang telefonA
" Asik terimakasih bunda sayang" Lanjut Sarah bahagia, karena akhirnya punya tas baru, Sarah langsung chat Sonia untuk bilang harga tas yang diingin kan
" Kamu jajannya harian atau bulanan?" Tanya Beby penasaran
" Harian ka, kalo bulanan, tidak akan ditambah ka, disuruh hemat, lebih baik harian sih, bisa seperti sekarang kan jika jajan habis kan bisa minta lagi dengan mudahnya" Lanjut Sarah santai, karena kedua orang tuanya tidak mempermasalahkan jika Sarah terlalu boros.
" Sama saja sih Sarah, saya juga boros dan untungnya kedua orang tua saya tidak mempermasalahkan sama sekali, yang terpenting kebutuhan harian saya terpenuhi sih." Lanjut Beby, tidak berani bilang kalo Beby juga sering dibelanjakan oleh Dion, membuat Beby jauh lebih hemat jika bersama Dion.
" Oh yah, Intan kemana? dari tadi saya tidak melihat Intan sama sekali?" Tanya Sarah yang dari tadi sibuk sendiri, tidak memperhatikan keberadaan Intan sama sekali.
" Saya tidak tahu dimana Intan, apa lagi bersama Dion yah? dari tadi tidak mendengar suara Intan sama sekali sih?" Tanya Beby, sama sekali tidak dengar suara Intan sama sekali, apa lagi Beby sibuk sendiri barang apa yang mau dibeli.
__ADS_1
" Ya sudah coba ke tempatnya Bang Dion yuk" Lanjut Sarah, kwatir Intan tiba tiba tidak ada di dalam toko.
Beby ikutin Sarah untuk cari Intan, dari tadi memang Beby tidak melihat Intan sama sekali