
Fika akhirnya sampai di rumah, Fika melihat Gea melayani banyak pembeli, padahal toko baru saja dibuka. membuat Gea merasa lega karena Fika sampai ruko, dengan wajah bahagia habis diajak jalan jalan oleh temen barunya.
" Anak bunda kenapa bahagia sekali? ada apa ini?, bagaimana pengalaman pertama sekolahnya?" Tanya Gea penasaran karena melihat Fika senyum senyum sendiri
" Penganlamnya sedikit menyebalkan bunda, tapi Alhamdulillah Fika bisa menyelesaikan hal yang tidak penting, terus tadi Fika diajak jalan jalan ke Mall bareng adik kelas bunda, maaf yah Fika jadi pulang sore." Ucap Fika,, Fika tidak enak jika tidak membantu Gea menjaga toko.
" Tidak masalah sayang, Alhamdulillah jika anak bunda bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan punya temen baru lagi. Fika boleh berteman dengan siapapun dan main kemana pun, tapi selalu ingat jaga diri dan selalu kasih kabar ke bunda dan ayah jika pulang terlambat dan pergi kemana nya. supaya bunda tidak kwatir yah" Lanjut Gea, Gea merangkul bahu anaknya.
" Pasti bunda, Fika tidak ingin membuat ayah dan bunda kwatir kok. tapi insya Allah temen baru Fika orang orang baik bunda." Lanjut Fika, Fika masih ingat bagaimana Intan dan Sarah membelanya tadi.
' Amin amin, sudah sana ganti baju dan nanti ke bawah yah belajar bersama bunda disini." Lanjut Gea, Gea paling bahagia jika mengajari Fika karena dulu Gea seorang dosen sebelum akhirnya memutuskan keluar karena hamil anak pertama
Fika langsung naik ke lantai dua, Fika ingin sekali membantu Gea menjaga toko dan membantu Gea bikin story'.
Dilain sisi, Dion melihat Intan dan Sarah main monopoli di halaman belakang rumah, membuat Dion ingin sekali ikut gabung main tapi gengsi
__ADS_1
" Abang, ngapain berdiri disitu bang?" Tanya Sarah, Sarah tidak sengaja melihat Dion berdiri didepan pintu
" Tidak sengaja melihat kalian main monopoli, mau lihat saja sih justru itu saya kesini." Ucap Dion, Dion senyum ramah melihat Sarah dan Intan.
" Dari pada lihatin kita saja, sekarang gabung saja main bersama kita disini." Ucap Intan, intan rindu main monopoli bertiga.
" Dih, mainan perempuan malu lah, Abang ke kamar saja deh malas sekali." Protes Dion, Dion pura pura gengsi karena tidak mau main bersama perempuan. Dion langsung masuk kedalam rumah dan jalan ke kamarnya, meninggalkan Intan dan Sarah yang lagi asik main
" Memang beda yah, anak laki laki kalo sudah remaja, pasti sudah gengsi main seperti ini, kangen masa kecil kita bertiga yah." Ucap Intan sedih, karena semenjak sekolah Dion memang jarang main bersama Intan maupun bersama Sarah.
" Namanya juga laki laki Intan, pasti malu lah masih main permainan perempuan, beda sebelum kita sekolah main seperti ini yah cuek cuek saja." Ucap Sarah, Sarah juga rindu main bersama Dion.
Dilain sisi, Fika membantu Gea dan Yono melayani pembeli yang datang ke ruko, Fika setelah belajar membantu Gea jualan.
" Alhamdulillah yah, ayah dan bunda walaupun toko kita baru buka, tapi sudah ramai seperti ini yah." Ucap Fika merasa bahagia, karena aksesoris Gea banyak yang beli
__ADS_1
" Iyah Fika, alhamdulillah sekali yah, kita harus optimis toko ini semakin banyak yang beli." Ucap Gea penuh harapan,
" Amin sayang, oh yah kalian istirahat saja sana sudah malam, besok kan Fika harus sekolah lagi kan." Ucap Yono, Yono tidak ingin Fika terlalu capek membantu orang tua untuk jualan.
" Padahal Fika masih mau bantu ayah dan bunda, tapi baik lah jika itu keinginan ayah. Fika ke kamar dulu yah." Lanjut Fika, Fika langsung ke kamar nya untuk istirahat.
" Sekarang waktunya merapihkan butiknya, setelah itu kita susul Fika untuk istirahat." Ucap Yono, Yono mulai merekap pemasukan butik hari ini.
" Iyah ayah, supaya cepat istirahat bunda bantu ya" Ucap Gea, Gea membantu nyusun kembali barang barang yang acak acakan.
Dilain sisi, Tomi dan Bowo santai bersama di sebuah cafe yang terkenal, Tomi yang melihat banyak perempuan perempuan seksi jadi rindu akan masa lalunya.
" Semenjak nikah bareng Anggun saya bener bener setia, tidak ada lagi main perempuan, Anggun pun jadi perempuan yang baik semenjak saya bercerai dengan Gea." Ucap Tomi, Tomi merasa bersyukur karena Anggun bener bener mau berubah jauh lebih baik.
" Yah saya lihat perubahan dari Bu Anggun, sudah tidak boros dan tidak cerewet sama sekali." Ucap Bowo yang kagum akan niat Anggun menjadi istri yang baik untuk Tomi.
__ADS_1
" Nah itu dia, Anggun bener bener membuat saya jadi setia dan tidak lagi minum apa lagi main perempuan seenak saya." Lanjut Tomi, Tomi sudah bertekad untuk tidak menduakan cinta pasangannya lagi.
Bowo membenar kan ucapan Tomi, Bowo melihat Tomi tidak menyesal sama sekali meresmikan pernikahannya bersama Anggun.