
Dion siap siap untuk berangkat sekolah lebih pagi, Dion merasa bahagia karena pagi ini Beby tidak bisa dijemput karena Beby lagi kepingin diantar oleh ayah nya.
" Enaknya punya temen spesial banyak, bisa ganti ganti jemput ke sekolah seperti ini." Ucap Dion periksa lagi buku sekolahnya.
Dion merasa semuanya sudah ada didalam tas, langsung keluar dari kamarnya dan jalan ke ruang makan untuk sarapan bersama Tomi, Anggun, dan Intan.
Dilain sisi, Anggun melihat di meja santainya Intan, banyak belanjaannya Intan kemarin, dan melihat isi belanjaannya.
" Aksesorisnya bagus bagus Intan, apa kamu mau belanja lagi?" Tanya Anggun yang tertarik belanjaannya Intan
" Sepertinya tidak mami, soalnya Intan ingin ke rumahnya Sarah setelah pulang sekolah mau main disana." Ucap Intan, pakai sepatu sekolahnya.
__ADS_1
" Yah sudah kalo begitu, kalo lagi kesana bilang yah mami ingin sekali beli juga." Lanjut Anggun yang tertarik dengan aksesoris yang dibeli Intan.
" Beres mami" Lanjut Intan yang sudah siap untuk berangkat ke sekolah, Anggun ngajak Intan untuk sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
Dilain sisi, Tomi melihat Dion sudah rapih dari tadi merasa curiga, karena tidak biasanya Dion sudah duduk manis meja makan.
" Kamu mau jemput Beby?" Tanya Tomi melihat Tomi yang duduk di kursi
" Dasar yah playboy, ingat kalo cuman untuk tebar pesona, jangan tembak yah Dion, kasihan kalo perempuan diselingkuhi dan disakiti hatinya. apa lagi satu kelas lagi kan, hargai perasaan orang lain yah, jangan sampai jadian." Lanjut Tomi, sejujurnya Tomi tidak suka anaknya jadi playboy, karena Tomi tahu bagaimana rasanya selingkuh dan diselingkuhi, membuat Tomi kehilangan cinta pertama dan mendapat cinta karena selingkuh yang akhirnya bertahan sampai sekarang.
" Iyah papi, tenang saja kalo begitu apa lagi Dion juga kan kasih perhatian ke Sarah juga, jadi Dion tidak akan jadian salah satu dari tiga orang selama sekolah. biar jadi penyemangat saja dan seru saja tebar pesona didepan banyak cewek." Lanjut Dion dengan bangganya.
__ADS_1
Tomi pijit keningnya terasa pusing, mendengar anaknya sepertinya bangga tebar pesona ke tiga perempuan sekaligus, andaikan Tomi tahu temen baru yang dimaksud Dion pasti Tomi melarang Dion mempermainkan perasaan nya Fika.
Dilain sisi, Fika melihat kedua orang tuanya siap siap untuk ke luar kota, berusaha tegar dan tidak manja apa lagi Fika baru masuk sekolah tidak mungkin ijin beberapa hari.
" Sayang, Fika bisa ajak Intan dan Sarah nginep di sini kan, bunda dan ayah pergi selama dua Minggu sayang, orang tuanya ayah sakit disana." Ucap Gea merasa tidak tega meninggal kan anaknya sendirian di ruko.
" Fika boleh buka toko atau pun tidak sayang, karena paman disana menanggung biaya sehari hari Fika selama kita pergi sayang, yang penting Fika tidak lupa kunci pintu dan jendela sayang." Ucap Yono tidak tega, melihat Fika sedih seperti ini.
" Iyah deh, nanti Fika ajak temen temen nginep disini, selama ayah dan bunda di luar kota. insya Allah Fika bisa tinggal sendiri disini, ayah dan bunda jangan kwartir yah." Ucap Fika berusaha santai, supaya kedua orang tuanya tidak kwartir selama meninggal kan Fika sendirian di ruko.
Gea ngangguk dan peluk Fika, karena ini pertama kalinya Fika di tinggal sendirian apa lagi ditinggal selama dua Minggu.
__ADS_1