
Fika pertama kalinya ketemu Tomi, Anggun, Bowo, dan Sonia. cafe membuat Fika merasa gugup sekali. Fika, Sarah, Intan, dan Dion. duduk di kursi didepan meja orang tuanya.
" Oh ini yah Fika, anak baru itu, kita sih tidak masalah Intan dan Sarah nginep di ruko kamu." Ucap Tomi, lagi lagi Tomi merasa sedih melihat Fika, entah perasaan aneh ini sungguh menggangu Tomi setiap kali melihat Fika.
" Kita kasih kepercayaan untuk anak anak kita hidup mandiri, selama nginep di ruko kamu tanpa pengawasan orang tua sama sekali." Ucap Anggun, Anggun melihat Fika seperti melihat seseorang yang mirip dengan Fika. tapi Anggun lupa mirip siapanya.
" Kalian boleh nginep, asal setiap jam kalian kasih kabar lagi ngapain dan mau kemana jika mau pergi." Ucap Bowo, Bowo pertama kalinya kasih ijin ke Sarah untuk nginep
" Setiap malam kita percaya kalian tidur tepat waktu, ingat anak anak menjaga nama baik itu penting yah, kalian nakal yang malu bukan kalian saja tapi, sekolah kalian akan malu punya siswa yang nakal, dan sebagai orang tua tentunya kita juga malu punya anak nakal. jadi dikasih kebebasan tetep jaga nama baik kita semua yah" Ucap Sonia percaya anaknya tidak akan melakukan hal hal yang tidak pantas.
__ADS_1
" Tenang saja, papi, mami, om dan Tante. kita tidak akan melakukan yang tidak bener kok. kasih kita kepercayaan untuk nginep lama untuk kita bermain dan belajar bersama." Ucap Intan ingin sekali memiliki pengalaman baru untuk bisa nginep di rumah temen.
" Dion boleh kan main ke ruko, untuk mantau apa saja yang mereka lakukan? sekalian ikut belajar bareng walaupun tidak sampai malam?" Tanya Dion yang ingin mengambil kesempatan.
" Dasar buaya, bisa saja modusnya" Batin Intan kesal karena Dion bisa saja ngambil kesempatan dalam kesempitan.
" Boleh saja bang, bang Dion ikut belajar pastikan pintu dan jendela mereka kunci sebelum tidur malam." Lanjut Bowo merasa lega karena masih ada Dion, yang bisa diminta tolong jagain anaknya.
" Terimakasih om om dan Tante Tante, sudah memberikan kepercayaan untuk Intan dan Sarah boleh nginep di ruko, insya Allah kita sekedar main, belajar, dan bisa jaga kepercayaan orang tua." Ucap Fika merasa bahagia karena akhirnya selama dua Minggu tidak merasakan tidur sendirian di ruko, walaupun ribet seperti ini tapi tidak masalah bagi Fika.
__ADS_1
" Yah sudah di mobil, sudah ada barang barang sekolah dan baju santainya Sarah dan Intan. kalian bisa ambil dan masukin kedalam mobilnya Dion biar Dion yang anterin kalian yah." Lanjut Tomi merasa bahagia melihat anak anaknya Deket bersama Fika, walaupun Tomi tidak tahu perasaan bahagia apa yang dirasakan Tomi saat ini, membuat Tomi senyum senyum sendiri.
Sarah, Intan, dan Fika ngangguk dan langsung minta ijin untuk ambil barang barang Sarah dan Intan didalam mobil, Dion yang dikasih kepercayaan tentunya merasa bahagia karena modusnya berhasil ikut ke ruko.
Anggun yang melihat Tomi senyum senyum sendiri, merasa aneh karena tidak biasanya suaminya seperti ini
" Sayang kenapa? sepertinya papi merasa bahagia sekali?" Tanya Anggun merasa aneh melihat Tomi
" Aku merasa bahagia saja sayang, walaupun aku tidak tahu rasa bahagia apa ini saat melihat Intan dan Dion begitu Deket bersama Fika tadi." Ucap Tomi terus terang, karena Tomi saja tidak tahu apa yang dirasakan saat ini.
__ADS_1
" Mungkin punya teman baru yang lebih dewasa satu tahun dari Intan, membuat kita bahagia karena bisa ngajarin anak kita lebih baik, walaupun ada Dion tapi kan mereka selalu berantem saat belajar." Lanjut Anggun, yang tidak merasa kan apa yang dirasakan oleh Tomi saat ini.
" Mungkin yah sayang" Lanjut Tomi yang tidak terlalu setuju dengan jawaban Anggun, tapi Tomi tidak mau ambil pusing bagi Tomi sekarang merasa bahagia melihat Intan punya temen baru bernama Fika.