
Tomi ngajak Gea dan Yono sebelum kembali ke rukonya, ke rumahnya dulu untuk kasih lihat kamar untuk Fika dan mobil untuk Fika, yang sengaja Tomi belikan sebagai kado ulang tahunnya Fika.
" Apa tidak terlalu berlebihan Fika diberikan mobil?" Tanya Gea merasa merepotkan Tomi, karena begitu banyak yang diberikan untuk Fika.
" Tidak berlebihan untuk anak sendiri, lagian selama ini penghasilan dari perusahaan untuk Fika sama sekali tidak pernah saya pakai, selama ini saya tabung karena setiap tahunnya saya selalu berharap bisa ketemu langsung dengan anak kandung saya. Jadi saat Fika ada didekat saya, yah saya langsung berikan hak untuk Fika." Ucap Tomi merasa bersyukur, karena tidak pernah pakai sama sekali keuangan perusahaan untuk Fika dimasa depan.
" Astaga seriusan mas Tomi? Saya bahagia sekali karena mas Tomi menyiapkan haknya Fika semaksimal mungkin, bahkan tidak dipakai sama sekali. Itu luar biasa sekali." Lanjut Gea bahagia, karena Tomi bener bener memberikan fasilitas yang luar biasa untuk Fika.
" Yah dong serius, saya ingin hak Fika sama seperti Dion dan Intan, oleh karena itu tidak saya bedakan sama sekali." Lanjut Tomi yang selalu berusaha bersikap adil, untuk anak anaknya.
__ADS_1
" Yah sudah sekarang, kita lihat kamar untuk Fika, sudah dirapihkan dan perabotannya pilihan Fika semua, saat belanja waktu itu." Ucap Anggun yang sengaja minta perabotan sesuai seleranya Fika
" Jadi penasaran mau lihat" Ucap Yono yang berusaha santai, dan memaklumi Tomi memberikan segalanya untuk Fika secara berlebihan karena Tomi orang berada, jadi mampu memberikan kamar yang nyaman untuk Fika.
Anggun ngajak Tomi, Yono, dan Gea. Untuk melihat kamarnya Fika, yang selama di kunci sebelum Fika nginep di rumah, dan sebelum tahu identitas sebenarnya Fika untuk Dion dan Intan, sebenarnya adalah saudara tiri
" Bang Dion, lagi kepingin beli jaket ini, tapi tidak jadi terus." Ucap Intan yang heran karena setiap diajak ke mall, Dion selalu kepingin jaket jins tapi tidak jadi jadi untuk dibeli.
" Yah sudah beli deh, saya punya tabungan khusus untuk kado ulang tahunnya bang Dion setiap tahunnya. Saya rasa harga segitu ada." Ucap Sarah yang ingin memberikan kado ulang tahun, dari hasil tabungan setiap harinya
__ADS_1
" Alhamdulillah kalo ada, lagian ngapain sih harus berjuang nabung demi kasih kado untuk bang Dion, apa lagi nabung sampai sebanyak itu. Heran saya melihat kamu mau saja berkorban demi bang Dion." Protes Intan melihat Sarah, mau saja berkorban demi Dion, yang tidak bisa setia dengan perempuan, tapi mau saja mempermainkan perempuan sesuka hati.
" Kamu kan tahu Intan, Saya suka dengan bang Dion, saya akan melakukan apapun demi bang Dion, dan memberikan kado untuk bang Dion semahal apapun harganya." Lanjut Sarah tidak keberatan setiap hari nabung untuk memberikan kado untuk Dion.
" Astaga Sarah, kamu polos sekali sih, bang Dion kan sudah punya temen deketnya, kamu mau jadi pacarnya bang Dion juga? Kalo saya sih tidak mau lebih baik cari laki laki lain deh, karena tidak mau dipermainkan. Maaf yah tapi saya tidak mau kamu sedih, sudah berjuang cape cape tapi bang Dion tidak bisa setia dengan satu cinta. Lebih baik move on dari bang Dion. Rugi kamu mencintai orang seperti bang Dion." Lanjut Intan yang tidak ingin, melihat sahabat kecilnya patah hati, jika Dion tebar pesona bukan untuk setia, tapi supaya terlihat keren karena bisa deketin tiga perempuan sekaligus.
' Kamu bener Intan, bang Dion tidak bener bener suka dengan saya, sikap manisnya cuman karena kita sahabatan dari kecil, bukan karena rasa cinta. Baik lah saya akan move on dari bang Dion, dan mencari orang lain saja, yang bener bener tulus mencintai saya." Lanjut Sarah berusaha melupakan perasaannya ke Dion, karena Dion sampai sekarang tidak menyatakan cinta, cuman sekedar tebar pesona saja.
Intan yang mendengar ucapan Sarah, berharap Sarah mendapatkan orang yang bener bener mencintai Sarah dan bukan sekedar tebar pesona saja.
__ADS_1