
Dion yang tahu adiknya bakal ajak Fika ketemu orang tuanya merasa bahagia sekali, Dion dengan senang hati mengantar kan Intan, Sarah, dan Fika. ke kantor ayah nya sambil makan siang bersama.
" Kalo kita bareng bang Dion, bagaimana motornya ka Fika disini?" Tanya Intan bingung
" Kamu tenang saja, supir kita yang akan ambil, lagian kan satpam disini sudah hafal mukanya kan, jadi jangan kwatir soal motor.
" Padahal enak juga bertiga naik motor, panas Panasan bareng, dan bisa menikmati pemandangan bertiga lagi." Ucap Sarah yang lebih setuju naik motor dari pada mobil
" Nah bener kan Sarah, sudah yuk naik motor saja, kita bisa pinjam helm satpam disini." Lanjut Intan lebih setuju keinginan Sarah dari pada Dion raja nya modus.
" Sudah sudah, begini saja saya bareng Sarah dan Intan bareng Dion bagaimana? kita jangan kelamaan diskusi kasihan orang tua kalian kelamaan nunggu. dan kita juga kan mau merapihkan barang sekolah kalian kan untuk dibawa ke ruko saya kan?" Tanya Fika yang akhirnya tetap bawa motor walaupun bersama Sarah.
" Mana seru pisah seperti itu sih, jangan dengerin Intan. sudah yuk kalian bertiga naik mobil saja, biarin saja Intan yang bawa motor kamu Fika." Lanjut Dion yang malas sekali diskusi seperti ini.
__ADS_1
" Enak saja, tunggu sebentar yah Intan sendiri yang pinjam helm." Lanjut Intan langsung pergi, malas bareng Dion yang akan gombalin Fika dan Sarah.
Fika dan Sarah saling pandang dan angkat bahu, sedangkan Dion kesel melihat adiknya selalu saja menggagalkan niatnya modusin dua perempuan sekaligus.
Intan datang sambil bawa dua helm, Intan bener bener tidak ingin temen temennya jadi mangsa modusnya Dion terus menerus.
" Hayo kita jalan, orang tua kita sudah ada di cafe." Ucap Intan berusaha santai, sambil kasih helm untuk Sarah
" Maaf yah bang, kita naik motor saja." Ucap Sarah merasa tidak tega karena Dion sendirian bawa motornya
" Santai saja, kalian hati hati dijalan yah, jangan ngebut ngebut yah." Ucap Dion berusaha santai, aslinya bener bener murka ke Intan.
". Yah sudah kita duluan Dion" Ucap Fika naik ke motornya, Fika merasa bersyukur karena tidak jadi bareng Dion karena merasa tidak enak, karena Fika mendengar desas desus kalo Beby dan Dion bukan sekedar temen biasa.
__ADS_1
Intan melihat Dion yang cemberut langsung kasih jempol ke bawah, membuat Dion semakin menahan keselnya melihat tingkahnya Intan yang semakin keterlaluan.
Dion yang ditinggal sendirian akhirnya bawa mobil sendirian, menuju kantornya Tomi, untuk lihat apa saja yang bakal dibahas orang tuanya bersama Fika dan adik yang menyebalkannya
Dilain sisi, Gea memberikan cemilan untuk mamah mertuanya, Gea memperlakukan mertua seperti memperlakukan ibu sendiri. Gea selalu berbagi apapun untuk mertuanya
" Yono ada di rumah sakit yah nak" Ucap Mertuanya Gea
" Iyah Bu, tadinya Gea mau nyusul mas Yono Bu, tapi katanya Gea lebih baik disini saja temani ibu di rumah." Ucap Gea sambil menikmati cemilan buatannya.
" Anak itu selalu saja, tidak membiarkan kamu untuk melihat bapak setiap sakit. sayang istri sekali." Lanjut Mertuanya Gea, yang merasa bersyukur anaknya begitu memanjakan istrinya dan Gea sebagai istri tidak banyak menuntut dari suami sama sekali.
Gea yang mendengar protes ibu mertuanya cuman bisa senyum tanpa menjawab, karena itu lah Yono yang tidak membiarkan Gea pergi sendirian, Yono walaupun sesibuk apapun selalu mengusahakan selalu ada untuk Gea.
__ADS_1