
Firdaus dan Dion siap siap main basket, Firdaus ngajak Dion pemanasan sebelum olahraga
favoritnya.
“ Bagaimana kalo bertanding ka, supaya seru bagaimana?” Tanya Firdaus dari pada main basket
biasa saja
“ Boleh boleh siapa takut” Ucap Dion bersemangat, bagi Dion main basket biasa maupun
bertanding tidak masalah, yang penting seru seruan, dan misi nya membuat
Firdaus jujur perasaannya ke Intan dan membuat adiknya punya pacar, dengan begitu Intan tidak akan
jadi penghalang untuk Dion tebar pesona ke Beby, Sarah, dan Fika. Dalam waktu
yang sama.
Dilain sisi, Fika merasa sedih sekali,karena kakek nya meninggal dunia tapi Fika tidak bisa
melihat kakek nya untuk terakhir kalinya. Intan langsung peluk Fika setelah
saluran telefon ke Gea terputus.
“ Yang ikhlas yah ka Fika, pasti sekarang kakek nya sudah sehat dan tersenyum melihat
keluarnya dari sana” Ucap Intan yang entah kenapa bisa merasakan kesedihan yang
dirasakan Fika saat ini.
“Terimakasih yah temen temen, insya allah saya belajar ikhlas menerima kepergian kakek saya
untuk selamanya.” Ucap Fika denga lirih, Fika bener bener merasa kehilangan
kakek ayah dari Yono.
“ Sekarang lebih baik kita ngaji saja ka, untuk mendoakan kakek kaka, tidak masalah toko ini
__ADS_1
di tutup dulu, bukanya besok soalnya kan ka Fika lagi berduka” Ucap Sarah,
merasakan kesedihan yang dialami Fika saat ini, dulu Sarah pernah merasakan
kehilang kakek dan nenek dari orang tuanya Bowo dan Sonia dulu.
Fika setuju dengan idenya Sarah, Fika ngajak kedua sahabatnya untuk ke ruangan khusus
ibadah, Yono sengaja punya ruangan khusus ibadah untuk berjamaah bersama.
Dilain sisi,Dion merasa puas karena dengan mudah menang basket dari Firdaus, membuat
Firdaus mengakui kekalahannya karena Dion anak basket,jadi wajar jika menang.
“ Selamat ka, keren sekali bisa cetak gol sampai sepuluh kali” Ucap Firdaus merasa bangga
dengan Dion, yang tidak bisa dikalahkan begitu saja
“ Ah bisa saja kamu, oh yah Firdaus, yang saya denger kamu suka yah dengan Intan. Hayo
ngaku?” Tanya Dion tidak ingin basa basi, karena kalo terlalu lama, tidak akan
“ Iyah ka, apa boleh saya jadian bersama Intan? Insya allah selama pacaran saya akan jadi pacar yang baik untuk Intan,dan tidak akan melakukan pacaran yang diluar batas?” Tanya Firdaus langsung
serius, Firdaus merasa ini waktunya untuk menyatakan cinta untuk Intan
“ Boleh saja kok, apa mau saya bantu, saya hargai kejujuran kamu Firdaus?” Tanya Dion
semakin semangat membuat Firdaus bisa jadian bersama Intan
“ Tidak usah ka, insya allah besok saya menyatakan cinta untuk Intan, saya berharap Intan
juga mempunyai perasaan yang sama untuk saya” Lanjut Firdaus berharap cintanya
di terima oleh Intan.
“ Berusaha saja dulu, hasil sih belakangan saja” Lanjut Dion tidak sabaran untuk hari
__ADS_1
besok, melihat adiknya jadian bersama Firdaus
Dion akan membantu Firdaus untuk jadian bersama Intan, demi misinya. Dion yang
mendapatkan julukan buaya harus menyerah karena seekor kelinci kecil yang
selalu mengganggu, buaya yang mencari mangsanya.
Dilain sisi, Fika, Sarah, dan Intan. Setelah selesai ngaji dan solat, melanjutkan buka toko
supaya ada kegiatan karena kegiatan jualan seperti ini, baru pertama kalinya
dilakukan Intan dan Sarah.
“ Andaikan saya adik nya ka Fika, pasti saya bantuin deh jagain toko ini,sepertinya seru
juga jualan aksesoris dan baju perempuan” Ucap Intan, yang berharap jadi
adiknya Fika dari pada adiknya Dion yang setiap harinya selalu berantem terus
menerus.
“ Iya juga yah, tapi faktanya saya anak tunggal tidak memiliki adik atau pun kaka, karena
bunda selalu ke guguran terus.” Ucap Fika sedih tapi tidak mau berkeluh kesah,
karena kondisi fisiknya Gea yang lemah.
“ Pantesan kita tidak melihat saudara ka Fika sama sekali, tapi tidak masalah kan kita saling
anggap adik dan kaka beneran?” Tanya Sarah yang juga ingin dianggap adiknya
Fika
“ Boleh saja kok, kalian anggap saya sebagai kaka kalian, dan saya anggap kalian sebagai
adik saya juga.” Lanjut Fika, entah kenapa Fika merasa bahagia sekali saat
__ADS_1
Intan minta Fika sebagai kaka nya dibandingkan Dion yang kaka kandungnya.