
Fika merasa lega karena sudah pulang sekolah, Pertama kalinya Fika pulang sendiriaan naik motornya. saat Fika lagi siap siap pulang, melihat Dion, Intan, dan Sarah. jalan bersamaan membuat Fika membatalkan langsung pulang.
" Kamu pulang sendirian? apa kamu sudah hafal dengan jalan disini?" Tanya Dion melihat Fika.
" Insya Allah hafal Dion, kalo pun nyasar saya dikasih ongkos buaat pulang dan kuota jika saya nyasar sih." Ucap Fika berusaha santai, Fika juga sudah mencatat alamat rukonya.
" Apa mau bareng kita? kita mau jalan jalan ke Mall, tapi bang Dion tidak boleh ikut karena ini acara perempuan." Ucap Intan melihat Dion
" Siapa juga yang mau ikut, Abang mau latihan basket lagi. Abang ke sini mau memastikan kalo kalian sudah naik mobil." Ucap Dion kesal, karena Intan tahu modusnya Dion setiap kali mendekati perempuan, apa lagi hari ini Dion tidak bawa mobil.
" Terus ka Fika mau ikut? kita tidak?" Tanya Intan lagi, karena Fika belum menjawab pertanyaanny
" Terus bagaimana motor saya, jika saya ikut kalian ke Mall?" Tanya Fika bingung, bagaimana motornya bisa sampai ke Rukonya.
" Tenang saja, motor ka Fika ikut kita ke Mall, supir saya yang bawa. pas pulang dari Mall bisa saya yang dibonceng ka Fika sampai tempat tinggal ka Fika, yang penting kita bisa jalan jalan tanpa pusing mikirin motor ka Fika. saat pulang pun kita berdua naik mobil dari tempat tinggal ka Fika, jadi bagaimana mau ikut?" Tanya Sarah, Sarah rela ribet yang penting jadi jalan jalan bertiga nya.
" Yah sudah boleh, terimakasih sudah mau ajak saya jalan jalan." Lanjut Fika, Fika setuju dengan idenya Intan, karena Fika tidak ingin pulang pulang tidak bawa motornya
" Yah sudah, kalian bertiga hati hati dijalan yah, Abang Dion kembali ke lapangan yah kalo begitu." Lanjut Dion, walaupun modusnya gagal setidaknya Intan bisa Deket dengan Fika sudah sudah lebih baik.
Intan kasih dua jempol ke Dion, yang artinya setuju, Dion tidak ikut jalan jalan, Sarah, Intan, dan Fika. masuk kedalam mobilnya Sarah dan langsung jalan menuju mall.
__ADS_1
Dilain sisi, Yono membaca pesan dari Fika kalo Fika diajak jalan jalan bersama temen temen barunya ke Mall, membuat Yono merasa bahagia karena anaknya sudah bisa diajak jalan.
" Alhamdulillah akhirnya Fika mendapat kan temen juga, semoga temennya baik dan bisa ajak Fika rajin belajar." Ucap Yono penuh harap, Yono melanjut kan pekerjaannya dibutik Fika fashion.
Dilain sisi, Fika, Intan, dan Sarah. makan di restoran yang ada di dalam Mall, Fika menceritakan selama sekolah dasar selalu mendapatkan juara kelas, membuat Intan merasa kagum karena Fika temen baru yang cukup cerdas diusianya.
" Hebat sekali ka Fika, tapi kita juga Alhamdulillah yah berprestasi juga, kata mami mempertahan kan prestasi itu tidak mudah apa lagi saat SMU seperti ini." Ucap Intan, Intan juga merasakan bagaimana susahnya mempertahan kan prestasinya.
" Apa lagi di usia seperti kita kan, pasti banyak main bahkan sampai malam, pas malam sudah merasa sangat lelah. oleh karena itu mempertahan prestasi di usia sekarang jauh lebih sulit karena keinginan nongkrong itu jauh lebih besar, dari pada keinginan menghabis kan waktu untuk belajar." Ucap Sarah, karena Sarah juga merasa kan hal yang sama, kalo bukan karena ayah dan bunda nya mungkin Sarah malas malasan belajarnya.
" Berarti semua remaja seperti itu yah, bagaimana kalo kita belajar bersama supaya lebih belajar nya bagaimana? kita belajar di tempat kuliner atau di taman contohnya? yang penting belajar bareng?" Tanya Fika, Fika ingin sekali merasakan belajar tapi setelahnya bisa bersantai santai dulu.
Sarah setuju dengan idenya Fika, saat Fika sudah selesai belajar membuat Sarah dan Intan baca baca buku Fika, supaya bisa diajarin beberapa pelajaran.
" Dion memang selalu seperti ini, ngajak kita nonton basket, bagaimana kerennya Dion saat main basket." Puji Beby saat ingat Dion mencetak angka setiap main basket.
" betul, Dion memang terbaik deh di tim basket kelas kita, sudah ganteng, baik, dan main basketnya duh bikin kagum saja." Ucap temennya Beby yang kagum dengan kelebihan Dion lapangan.
" Oh yah mana anak baru itu? kenapa dia tidak ada dilapangan basket?" Tanya Beby heran, karena cuma Fika yang tidak ada dilapangan basket.
" Tadi sih saya lihat diajak Intan ke mall, saya tidak sengaja denger pas di saya di parkirabn tadi." Lanjut Temennya Beby.
__ADS_1
" Oh ke Mall, Intan langsung akrab yah dengan temen barunya, padahal itu kan Kaka kelas loh. apa diam diam diminta oleh Dion yah?" Tanya Beby mulai curiga.
" Saya rasa tidak, kita tahu lah bagaimana Intan ke teman temen sekolah kan, siapa saja yang ketemu dengan Intan pas dia lagi ingin jalan kan diajak juga. jangan berfikir negatif lah, dari pada kita jadi berantem ke Fika, Iyah kalo bener dan kalo tidak yah kita jadi malu sendiri nantinya." Lanjut temennya Beby, tidak ingin berfikir negatif sebelum denger langsung dari Fika.
" Yah deh, yah deh, yah sudah kita lihat idola kita latihan saja deh, supaya Dion semakin semangat latihan untuk lomba nanti." Lanjut Beby, yang berusaha berfikir positif, dari pada pusing sendiri dengan fikiran negatifnya.
Dilain Sisi, Anggun ngajak istrinya Bowo untuk masak bersama di rumahnya Anggun, Karena hari ini Tomi dan Bowo melakukan kunjungan kerja dan sampai nginep lagi.
" Boleh juga, Anggun kita masak bersama, bagaimana kalo saya dan Sarah nginep disini juga? supaya kita bisa lihat anak anak belajar juga kan?" Tanya Sonia yang mulai potong potong sayuran
" Ide yang bagus, baju kamu dan Sarah akan ada disini, jadi bisa langsung nginep dong Sonia, supaya tidak ribet bawa bawaan kan?" Tanya Anggun, Anggun memang setuju jika baju Bowo dan keluarga kecilnya ada di rumahnya begitu sebaliknya, jika lagi nginep seperti ini tidak usah bawa bawa baju segala.
" Oke deh, nanti saya telefon Sarah untuk ke sini, mereka lagi jalan jalan ke mall sekarang " Lanjut Sonia yang setuju nginep di rumahnya Anggun.
Dilain sisi, Fika, Intan, dan Sarah. baru selesai luluran, Sarah merasa Fika dan Intan ada kemiripan walaupun Sarah tidak tahu tapi Sarah merasa Fika dan Sarah sedikit mirip begitu juga dengan Dion.
" Ah Sarah, apa sih mirip miripin mereka segala, Fika kan baru masuk sekolah masa mirip sih aneh sekali." Batin Sarah, Sarah tidak merasa yakin Fika dan Intan kembar, saat melihat wajah intan dan Sarah memang sedikit sama apa lagi dengan Dion keliatan lebih miripnya ke Fika.
" Segernya wajah dan badan kita yah, setelah belajar capek capek terus kita kesini lagi kan." Ucap Intan merasa badannya lebih rileks
" Iyah seger sekali yah, terimakasih yah temen temen sudah ajak saya ke salon hari ini." Ucap Fika, Fika jarang sekali ke salon, karena Gea tidak suka ke salon untuk luluran tapi kalo untuk potong rambut Gea sering ajak Fika.
__ADS_1
' Sama sama ka, lain kali kita bisa jalan bersama sama ke salon yah." Ucap Sarah, Sarah merasa bahagia karena punya temen baru, yang mau diajak ke salon.
"Insya Allah yah" Lanjut Fika, Fika tidak ingin memaksa orang tuanya untuk memberikan ijin ke Fika supaya sering kasih ijin ke salon