Saudara Kandung Ceo Terkenal

Saudara Kandung Ceo Terkenal
Mamah dan papah kamu kerja apa


__ADS_3

Gea menunggu rujak diracik oleh penjualnya, Gea ngajak ngobrol Intan supaya tidak bosan menunggunya.


" Mami sih ibu rumah tangga biasa, kalo papi punya perusahaan interior tante, Intan kalo sudah lulus sekolah ingin sekali seperti papi, memimpin perusahaan, dan bisa membangun rumah dan gedung gedung tante, sepertinya seru sekali." Ucap Intan, Intan sering melihat Tomi setiap kali membuat desai gedung pesanan client nya.


" Wah, pekerjaan yang asik tuh, semoga cita cita Intan bisa tercapai, asal Intan rajin belajar terutama latihan membuat desain sendiri, supaya semakin bagus hasil harus kamu." Ucap Gea melihat Intan seperti mirip seseorang


" Terimakasih yan tante sarannya, saya pasti banyak belajar supaya bisa seperti papi saya" Lanjut Intan berharap bisa sesukses Tomi


Rujak pesenannya Gea dan Intan akhirnya jadi juga, membuat Intan terpaksa kembali ke rukonya Gea harus melihat Dion yang berusaha deketin temen temennya.


Dilain sisi, Dion mulai panik karena Intan sama sekali tidak ada di tokonya Fika, membuat Fika, Beby, dan Sarah. ikutan panik karena tidak seperti biasanya Intan seperti ini.


" Dari tadi saya sibuk sendiri sampai tidak tahu kalo Intan tidak ada" Ucap Sarah mulai nangis, takut Intan kenapa kenapa


" Kamu tenang Sarah, coba telefon Intan dimana dia, lagi belanja justru pergi pergi sendirian" Protes Dion kesel sekaligus panik, karena tidak biasanya Intan seperti ini


" Kalian ngapain berdiri didepan ruko?" Tanya Gea heran melihat temen temennya Gea berdiri didepan ruko, dengan wajah panik


" Loh kok Intan bisa bareng bunda?" Tanya Fika bingung melihat Intan, yang sudah membuat Fika dan temen temennya panik.


" Tadi saya malas belanja, lebih memilih nunggu didepan ruko saja, eh melihat bunda ka Fika kebetulan kita sama sama ingin rujak, membuat kita beli rujak bareng deh" Ucap Intan santai, Intan tahu temen temennya panik tapi Intan tidak mungkin terus terang


" Kalo tidak belanja harus bilang mau pergi, dari pada membuat temen temen kamu panik karena kamu tidak ada di toko"Ucap Dion kesel, karena adiknya seenaknya saja

__ADS_1


" Sudah sudah, ini juga salah tante kok, tante tidak bilang kalian juga, kalo mau ajak Intan pergi sebentar, jadi tidak salah Intan sepenuhnya kok" Lanjut Gea, merasa tidak enak, karena seenaknya ajak Intan pergi justru jadi salah faham seperti ini.


" Saya cuekin kamu yah, maafkan saya." Lanjut Sarah peluk Intan, merasa sibuk sendiri sampai tidak tahu jika Intan keluar dari ruko sendirian


" Sudah yuk, kita makan rujak yang sudah dibeli tante dan Intan tadi, sepertinya seger panas seperti ini makan rujak pedes dan minuman segar yang sudah dibeli tante dan Intan." Ucap Beby, yang lebih fokus melihat rujak, sudah membayangkan makan rujak pedes pedes mantap


" Nah bener, hayo anak anak masuk kedalam,dan kita makan rujak, tante sudah beli banyak supaya kalian tidak merasa kurang makan rujaknya." Lanjut Gea, langsung merangkul bahunya Fika.


Gea langsung ajak Fika dan temen temennya, untuk kembali masuk kedalam ruko,dan makan rujak bareng bareng, Dion yang satu satunya cowok berusaha santai makan bareng cewek cewek.


Dilain sisi, Tomi ngajak Anggun untuk olahraga air sekaligus berenang bareng, Tomi bisa memanfaatkan waktu berdua di rumah, tanpa dilihat Dion dan Intan.


" Papi, bisa yah, memanfaatkan momen seperti ini, saat anak anak lagi diluar rumah. aahhhh" Desa han Anggun, menikmati setiap pergerakan yang diberikan Tomi


Tomi senyum bahagia melihat Anggun merem melek, setiap gerakan yang diberikan Tomi, membuat Anggun semakin peluk Tomi supaya menjaga keseimbangannya.


Dilain sisi, Dion anterin Sarah duluan pulang baru anterin Beby pulang, selama perjalanan pulang, Dion sengaja memberikan perhatiannya ke Beby didepan Intan, karena Dion bener bener kesel dengan sikapnya Intan yang seenaknya pergi membuat Dion dan temen temennya panik.


" Sayang, kalungnya dipakai yah?" Tanya Dion pegang tangannya Beby


" Iyah sayang, kalungnya bagus kan? terimakasih yah sudah memberikan kalung ini untuk aku?" Tanya Beby, yang sebenernya malu, bermesraan didepan Intan.


" Bagus sayang, kamu semakin cantik pakai kalung pilihan aku sayang." Lanjut Dion, sengaja mencium tangannya Beby, Dion melihat Intan yang ternyata sibuk dengan hanphone dan memakai hetset dikursi belakang.

__ADS_1


" Sial, dari tadi ngobrol, ternyata Intan sibuk sendiri dan tidak melihat apa yang dilakukan saya ke Beby dari tadi."Batin Dion kesel, karena rencana membuat Intan kesel, ternyata gagal total.


Beby merasa bahagia sekali karena hari ini, Dion ngajak belanja dan dibelikan kalung membuat Beby terlihat lebih cantik karena kalung pilihannya Dion.


Mobilnya Dion sampai di rumahnya Beby, Beby ngajak Dion dan Intan untuk mampir, sebenernya Beby masih ingin berduaan bersama Dion walaupun ada Intan ditengah tengah mereka.


" Maaf yah ka, lain waktu saja kita mampir, terimakasih sudah ajak saya belanja hari ini yah" Ucap Intan sengaja, pulang karena semakin malas melihat kakanya semakin mempermain kan Beby dengan sikap dan ucapannya.


" Kamu saja sana pulang duluan, abang masih mau disini, mau belajar bareng ka Beby soalnya. baru pulang ke rumah" Ucap Dion, yang malas ikutin keinginan Intan, karena Dion masih kesel dengan Intan.


" Jangan dong Dion, kasihan kan adik kamu masa pulang sendirian sih, masih bisa belajar melalui online kan." Ucap Beby berusaha bijaksana, tidak ingin Intan ngambek karena Dion masih ingin di rumahnya, dan bisa bisa Intan rese mengganggu hubungannya bersama Dion karena ngambek tidak ingin pulang bersama


" Bagus ka Beby, biar abang tahu rasa, diusir." Batin Intan senyum kemenangan karena Beby lebih memilih membela Intan dari pada membela Dion.


" Baik sayang, kita belajar melalui vidio call yah, dan sampai ketemu besok di sekolah sayang." Lanjut Dion berusaha tidak marah, karena gagal membujuk Beby. Dion mencium keningnya Beby dengan mera.


Beby merasa bahagia sekaligus malu karena Dion dengan santainya mencium keningnya didepan Intan, Beby membiarkan Dion dan Intan pulang sejujurnya Beby masih betah bersama Dion. selama di perjalanan pulang Dion marah marah terus ke Intan, membuat Intan melotot melihat Dion marah marah tidak jelas.


" Sudah abang marahnya?" Tanya Intan dengan santainya.


" Masih marah ke kamu, memangnya kenapa?" Tanya Dion kesel, karena dari tadi marah marah, justru Intan cuman bilang seperti itu


" Intan keluar dari ruko, bukan sekedar beli rujak saja abang ku sayang, tapi Intan kesel melihat abang beliin Sarah dan ka Beby barang di  waktu yang sama, Intan kesel melihat abang mempermain kan mereka sepeti itu bang, apa lagi tadi abang dengan sengaja bermesraan bersama ka Beby didalam mobil kan, abang bener bener tidak memikirkan perasaan orang lain sama sekali, tidak memikirkan perasaan jika ka Beby, ka Fika, dan Sarah. tahu mereka perasaannya dipermain oleh abang?" Tanya Intan kesel, melihat abangnya tidak pernah sadar, bahwa selingkuh dan mempermain kan perasaan perempuan itu tidak baik.

__ADS_1


Dion cuman bisa diam mendengar ucapannya Intan, karena ucapannya Intan bener semua, tapi Dion ingin memiliki banyak pacar mumpung belum punya komitmen untuk menikah dan serius menjalan kan rumah tangga, karena Dion masih sekolah dan ingin memiliki pengalaman di masa mudanya punya banyak pacar.


__ADS_2