
Anggun melihat Intan masuk kedalam rumah, dengan cemberut,
membuat Anggun Tanya ke Dion kenapa adiknya bete seperti itu.
“ Jangan bohong ke mami, ada apa Dion? Kenapa adik kamu cemberut seperti itu?” Tanya Anggun yang merasa aneh melihat anaknya sedih seperti itu
“ Tadi kan Dion temani Intan dan temen temennya belanja, eh
Intan seenaknya beli rujak tanpa bilang sama sekali ke Dion dan temen temennya
mami, membuat kita panic karena Intan tidak ada di ruko sama sekali, yah sudah
Dion marahin Intan didepan temen temennya, dan sekarang Intan marah seperti itu
karena Dion tegur Intan,yang membuat Dion dan temen temennya kwatir karena
Intan tiba tiba pergi begitu saja” Ucap Dion, tidak cerita seutuhnya, demi Dion
tidak dimarahi kedua orang tuanya, biarin saja Intan yang dimarahin.
“ Walaupun adik kamu salah, dan bikin abang kwatir bang,
tapi tidak seharusnya abang marahin Intan didepan banyak orang, jaga nama baik
adik sendiri bang, sekalipun Intan yang salah, boleh bela Intan jika adik kamu
posisi bener yah bang. Mami tidak marah akan sikap abang, tapi lain kali jika
Intan melakukan kesalahan lagi, lebih baik ditegurnya dibelakang orang lain. Ingat
__ADS_1
yah bang jaga nama baik adik kamu,bisa bersikap santai, dan bijaksana bisa
menjaga lisan abang yah.” Lanjut Anggun, memaklumi apa yang dilakukan Dion
mewajarkan sikapnya Dion, sebagai bentuk rasa pedulinya ke Intan.
“ Baik mami, Dion pasti akan belajar ikutin saran mami, yah
sudah yah mami, Dion mau ganti baju dan belajar soalnya ada tugas mami” Lanjut
Dion senyum kemenangan karena aman, tidak dimarahi oleh Anggun apa yang
sebenernya terjadi.
“ Yah sudah sana, mami mau ke kamarnya Intan mau nasehatin
jalan ke kamarnya Intan, Dion melihat Anggun jalan ke kamarnya Intan membuat
Dion senyum kemenangan.
Dilain sisi, Fika membantu Gea merapihkan tokonya, Yono melihat anak dan istrinya beberes, langsung menghampiri Gea dan Fika.
“ Alhamdulillah sekali yah, temen temen Fika datang lagi kesini, itu artinya temen temennya Fika menyukai apa yang kita jual" Ucap Yono, merasa bahagia sekali, karena tokonya semakin rame
" Iyah ayah, alhamdulillah sekali, temen temen Fika hobi belanja sekali, tidak menyangka mereka bisa belanja banyak lagi" Ucap Fika merasa bahagia, karena Beby belanja lebih banyak dari pada Intan dan Sarah.
" Oh yah Fika, jangan kapok ajak Intan dan Sarah belanja kesini yah, mau bagaimana pun mereka temen pertama Fika sekolah disini kan" Ucap Gea, merasa tidak enak, karena Gea seenaknya ajak Intan tanpa membiarkan Intan kasih kabar dulu
" Pasti bunda, Fika tidak akan kapok berteman dengan mereka, selama Intan, Sarah, dan Beby. bisa bersikap baik yah Fika tetep berteman dengan mereka" Lanjut Fika, selama ucapan dan sikap mereka baik tentunya Fika tidak akan kapok apa lagi menghindar.
__ADS_1
Dilain sisi, Intan kesel mendengar Anggun menasehatinya, karena Intan pergi begitu saja saat belanja tadi. Dion tidak menceritakan seluruhnya akhirnya menjadi salah faham seperti ini.
" Iyah mami, lain kali Intan akan bilang ke abang, jika pergi mendadak." Ucap Intan pasrah, menerima nasehat dari Anggun.
" Mami akan melakukan hal yang sama sayang, jika kamu pergi begitu saja jika ditempat umum. membuat sedih dan takut jika kamu tidak ketemu lagi" Ucap Anggun tidak membayangkan jika Intan hilang.
" Maafkan Intan mami, sudah membuat mami sedih seperti ini." Lanjut Intan semakin kesel ke Dion yang sudah membuat Intan merasa tidak tega temen temennya dipermain kan oleh Dion, dan sekarang Intan harus merasa tidak tega melihat Anggun sedih seperti ini.
Dilain sisi, Dion melakukan vidio call bersama Beby, Dion ngajak Beby kerjain tugas sekolahnya bareng membuat Beby merasa bahagia, Beby sengaja makeup selama belajar bersama Dion.
" Sayang, besok berangkat sekolah mau aku jemut?" Tanya Dion saat saluran telefonnya terhubung
"Tidak bisa sayang, soalnya papi aku mau anterin aku ke sekolah sayang" Ucap Beby diseberang telefon, merasa bersalah karena tidak bisa berangkat sekolah bareng
" Yes, besok bisa jemput Fika di rukonya ah, berangkat bareng Fika besok." Batin Dion akhirnya ada kesempatan untuk modus ke Fika
" Iyah sayang, tidak masalah kok, kita bisa bareng lain waktu, jangan sedih yah sayang" Bujuk Dion, Dion merasa bahagia, karena ada kesempatan berduaan bersama Fika besok.
Beby ngangguk dan berusaha tidak sedih karena, tidak tega melihat Dion membujuknya karena tidak bisa jemput Beby untuk berangkat bareng.
Dilain sisi, Tomi dan Anggun duduk diatas balkon kamarnya, Tomi tiba tiba rindu dengan Gea saat terakhir ketemu dalam kondisi hamil.
" Bagaimana Yono memberikan kehidupan untuk Gea yah? dan apa anak aku masih ada atau sudah tiada?" Tanya Tomi lirih, Tomi menyayangkan sikapnya Gea yang sama sekali tidak bisa meninggalakn Yono, bahkan saat lagi hamil pun masih melakukan kegiatan yang menjijikan.
" Entah lah sayang, sampai sekarang saja Gea sama sekali tidak hubungin aku atau pun papi kan, papi doain saja yang terbaik untuk anak papi, berharap saja jika masih hidup, suatu saat bisa ketemu dan kumpul bareng bersama anak kandung papi, walaupun papi dan Gea sudah tidak bisa bersatu lagi karena ada Yono yang sekarang menjadi suami sah nya Gea." Ucap Anggun, Anggun akan terima dengan senang hati anak kandungnya Tomi, mengurusnya dan menyayangi anaknya Tomi.
" Amin sayang, terimakasih doanya, dan terimakasih mau terima anak aku, semoga suatu saat aku bisa ketemu langsung anak aku. dan kalo masih hidup pasti usianya sama seperti Dion kan." Lanjut Tomi penuh harapan bisa ketemu dan kumpul bersama anak kandungnya.
Anggun langsung peluk Tomi, Anggun tahu bagaimana perasaan Tomi sekarang, yang semakin rindu akan anak kandungnya, yang entah dimana sekarang.
__ADS_1