Saudara Kandung Ceo Terkenal

Saudara Kandung Ceo Terkenal
Maafkan saya yang kemarin


__ADS_3

Dion jalan duluan masuk kedalam kelas, untungnya Beby ada kegiatan sebelum masuk kelas,


Dion melihat Fika sibuk dengan bukunya membuat Dion langsung duduk dikursinya.


“ Fika, maafkan saya yang kemarin yah, saya sadar keterlaluan marah marah ke Intan,


karena saya kesel karena kamu menolak pemberian saya” Ucap Dion, berusaha


membujuk Fika.


“ Kalo boleh jujur sih, sikap kamu aneh dan keterlaluan sih, tapi saya tidak tega Intan jadi


pelampiasan kekesalan kamu ke saya kemarin. Tapi yah sudah lah lupakan saja, kita


kan bertemen tidak boleh marah lama lama, apa lagi kita kan sebangku” Ucap Fika


berusaha santai, walaupun kesel dengan sikapnya Dion yang aneh.


“Terimakasih yah kamu mau memaafkan saya, oh yah adik saya masih boleh belanja


di toko kamu?” Tanya Dion modus, Dion tidak peduli pakai nama Intan yang


penting misinya berhasil untuk mendekati Fika.


“ Boleh sajakok, saya tidak melarang Intan untuk belanja lagi dan belajar bersama di ruko


 saya.” Lanjut Fika


Fika melihat Beby masuk kedalam kelas, langsung jaga jarak dengan Dion supaya tidak ada


salah faham.


“ Dion ini buku yang kamu minta dari perpustakaan” Ucap Beby,Beby berusaha tidak


menunjukan rasa cemburunya, apa lagi Fika duduk sebangku bersama Dion sampai


kenaikan kelas.


“Terimakasih yah, oh yah nanti sore kalian mau lihat saya latihan basket?” Tanya


Dion sengaja, Dion ingin sekali Beby dan Fika ada di lapangan nonton Dion


latihan basket.


“ Maaf tidak bisa, saya ada janji bersama Intan dan Sarah mau pergi.” Ucap Fika, Fika bener


bener ingin jaga jarak ke Dion, takut Beby cemburu dan tidak ingin merusak


hubungannya Dion dan Beby hancur.


“ Pasti nonton dong Dion, kamu kan perwakilan kelas yang ikut basket, dan kamu kapten


basket lagi kan” Lanjut Beby sengaja, Beby bener bener setia temani Dion


latihan basket, walaupun sampai malam, sambal dianterin pulang.


“ Boleh kok Beby, terimakasih yah sering nonton saya latihan basket dan pertandingan basket


juga” Lanjut Dion sengaja, Dion melirik Fika tanpa ekspresi sama sekali membuat


Dion sedikit kesel


Beby dengan berat hati kembali ke kursinya membiarkan Fika berduaan bersama Dion, rasa


cemburu berusaha Beby tutupin supaya Dion tidak marah

__ADS_1


Dilain sisi, Anggun ajak Sonia jalan jalan ke mall, sekaligus belanja kebutuhan dapur, Anggun


bawa mobil sendiri ke rumahnya Sonia supaya jalan bersama ke mall nya.


“ Jeng, sepertinya anak kita semakin deket yah” Ucap Sonia basa basi


“ Yah terlihat sih, Dion dan Sarah kan sahabatan dari kecil lagi kan.” Ucap Anggun


belum faham maksud Sonia


“ Perhatian Dion ke Sarah itu beda jeng, saya pernah baca chat dari Dion kata katanya


sangat manis untuk Sarah, apa Dion serius kasih perhatian ke Sarah lebih dari


temen masa kecil?” Tanya Sonia terus terang, Sonia tidak ingin anaknya


dipermainan kan oleh Dion


“ Entahlah jeng, saya tidak pernah Tanya urusan pribadi anak anak, saya yakin kok mereka


bisa menyelesaikan masalah, tanpa kita ikut campur masalah diantara mereka.”


Lanjut Anggun, yang memang dari awal kasih kebebesan untuk Dion dan Intan.


“ Semoga saja sih saya salah sangka, yah sudah kita serahkan semuanya ke anak anak, mereka


yang menjalankan dan yakin mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri”


Lanjut Sonia, penuh harap anaknya tidak terlalu baper karena perhatian Dion


yang semakin keterlaluan manisnya.


“ Hayo jeng ke salon, sudah tidak sabar ingin sekali dipijet supaya bisa rileksasi selama


di salon, dan perawatan kulit dan wajah” Lanjut Wulan yang tidak sabar ingin


Dilain sisi, Beby sengaja ajak Intan dan Sarah makan di kantin sekolah, Fika yang melihat


Beby bersama Intan berusaha menjauh tidak ingin menggangu, karena yang Fika


lihat Dion sepertinya ada hubungan special bersama Dion.


“ Lebih baik makan di perpustakaan saja deh, biarkan Intan makan bersama Beby karena mereka


tidak pernah makan di kantin bersama” Batin Fika, yang tidakingin mengganggu


sama sekali.


Fika langsung cari stand makanan yang lain, supaya bisa makan di perpustakaan, Fika


berusaha menghindar jika Beby lagi bareng Intan dan Sarah.


Dion yang melihat Fika bawa makanan kearah perpustakaan langsung ikutin Fika, membuat


Fika menghentikan langkahnya dan menatap heran melihat Dion.


“ Kenapa tidak makan di kantin? Kata Intan dia lagi tunggu kamu? Kenapa kamu justru ke


perpustakaan?” Tanya Dion menatap Fika dengan tatapan yang tidak bisa


“ Saya tidak tahu jika Intan tungguin saya, lagian saya lagi kepingin makan di perpustakaan


ko, memangnya tidak boleh?” Tanya Fika heran melihat Dion seolah melarang Fika


menjahui adiknya

__ADS_1


“ Bukannya tidak boleh sih, tapi aneh saja, yah sudah sekarang kita ke kantin sebelum bel


sekolah berbunyi.” Lanjut Dion sedikit maksa, Dion tahu kalo sekarang Beby lagi


bersama Intan dan Sarah di sekolah, Dion bisa menduga kalo Fika berusaha


menghindar.


Fika melepaskan tangannya Dion, supaya tidak terjadi salah faham karena sikapnya


Dion yang aneh, Fika akhirnya ikut Dion ke kantin dan gabung bersama Beby,


Intan, dan Sarah.


“ Loh ka Fika dari mana?, kita berdua cari kaka loh?” Tanya Intan melihat Fika, yang


datang ke kantin sekolah bersama Fika


“ Habis dari perpustakaan dan baru ke sini Intan, kebetulan di jalan ketemu Dion jadi kesini


bareng Dion deh” Ucap Fika bohong, tidak mungkin bilang kalo Fika dipaksa Dion


untuk gabung bersama Intan, Beby, dan Sarah.


“ Dion apa tebar pesona juga ke Fika yah, astaga begini amat cuman dianggap temen tapi


mesra tidak bisa marah melihat Dion tebar pesona ke temen lainnya.” Batin Beby


sedih, karena tidak bisa melarang Dion berteman dengan siapapun.


Fika akhirnya ikut duduk disampingnya Sarah, Fika sengaja duduk disampingnya Sarah


supaya tidak duduk disebelahnya Dion. Menghindari Beby cemburu dan berfikir


negative


Sarah berusaha santai dan menikmati makan nya, saat melihat Dion ngobrol santai


bersama Fika dan Beby, Sarah mulai merasa cemburu melihat Dion yang deket


dengan perempuan lain.


“ Setelah pulang sekolah kalian mau kemana?” Tanya Dion basa basi, melihat Fika, Beby,


dan Intan. Dion malas melihat adiknya yang sangat menyebalkan sekali.


“ Mau ke tokonya Fika, saya penasaran dengan barang jualannya Fika, saya melihat


belanjaannya Intan dan Sarah, bagus bagus beli dari tokonya Fika.” Ucap Beby


sengaja, Beby mulai mendekati Intan dan mulai beradaptasi dengan kebiasaannya


Intan.


“ Belanja kesana, yah sudah Intan abang temani yah, kamu dan  Sarah kan berangkat sekolah bersama abang,


jadi pulangnya bareng abang juga yah.” Lanjut Dion dengan modus


“ Tidak usah bang, takut lama kita belanjanya, Intan mau pulang bersama ka Beby dan Sarah


saja bang.” Ucap Intan yang tahu keinginan Dion, yang akan memberikan aksesorisuntuk


Fika, Sarah, dan Beby. Secara diam diam, Intan tidak tega orang orang baik


dikerjain oleh Dion.

__ADS_1


Dion menatap Intan dengan kesal, karena adiknya tidak bisa diajak kerjasama sekali, Dion


harus pasrah tidak ikut ke rukonya Fika. dari pada Intan mempermalukan Dion didepan Beby


__ADS_2