
Dion jalan duluan masuk kedalam kelas, untungnya Beby ada kegiatan sebelum masuk kelas,
Dion melihat Fika sibuk dengan bukunya membuat Dion langsung duduk dikursinya.
“ Fika, maafkan saya yang kemarin yah, saya sadar keterlaluan marah marah ke Intan,
karena saya kesel karena kamu menolak pemberian saya” Ucap Dion, berusaha
membujuk Fika.
“ Kalo boleh jujur sih, sikap kamu aneh dan keterlaluan sih, tapi saya tidak tega Intan jadi
pelampiasan kekesalan kamu ke saya kemarin. Tapi yah sudah lah lupakan saja, kita
kan bertemen tidak boleh marah lama lama, apa lagi kita kan sebangku” Ucap Fika
berusaha santai, walaupun kesel dengan sikapnya Dion yang aneh.
“Terimakasih yah kamu mau memaafkan saya, oh yah adik saya masih boleh belanja
di toko kamu?” Tanya Dion modus, Dion tidak peduli pakai nama Intan yang
penting misinya berhasil untuk mendekati Fika.
“ Boleh sajakok, saya tidak melarang Intan untuk belanja lagi dan belajar bersama di ruko
saya.” Lanjut Fika
Fika melihat Beby masuk kedalam kelas, langsung jaga jarak dengan Dion supaya tidak ada
salah faham.
“ Dion ini buku yang kamu minta dari perpustakaan” Ucap Beby,Beby berusaha tidak
menunjukan rasa cemburunya, apa lagi Fika duduk sebangku bersama Dion sampai
kenaikan kelas.
“Terimakasih yah, oh yah nanti sore kalian mau lihat saya latihan basket?” Tanya
Dion sengaja, Dion ingin sekali Beby dan Fika ada di lapangan nonton Dion
latihan basket.
“ Maaf tidak bisa, saya ada janji bersama Intan dan Sarah mau pergi.” Ucap Fika, Fika bener
bener ingin jaga jarak ke Dion, takut Beby cemburu dan tidak ingin merusak
hubungannya Dion dan Beby hancur.
“ Pasti nonton dong Dion, kamu kan perwakilan kelas yang ikut basket, dan kamu kapten
basket lagi kan” Lanjut Beby sengaja, Beby bener bener setia temani Dion
latihan basket, walaupun sampai malam, sambal dianterin pulang.
“ Boleh kok Beby, terimakasih yah sering nonton saya latihan basket dan pertandingan basket
juga” Lanjut Dion sengaja, Dion melirik Fika tanpa ekspresi sama sekali membuat
Dion sedikit kesel
Beby dengan berat hati kembali ke kursinya membiarkan Fika berduaan bersama Dion, rasa
cemburu berusaha Beby tutupin supaya Dion tidak marah
__ADS_1
Dilain sisi, Anggun ajak Sonia jalan jalan ke mall, sekaligus belanja kebutuhan dapur, Anggun
bawa mobil sendiri ke rumahnya Sonia supaya jalan bersama ke mall nya.
“ Jeng, sepertinya anak kita semakin deket yah” Ucap Sonia basa basi
“ Yah terlihat sih, Dion dan Sarah kan sahabatan dari kecil lagi kan.” Ucap Anggun
belum faham maksud Sonia
“ Perhatian Dion ke Sarah itu beda jeng, saya pernah baca chat dari Dion kata katanya
sangat manis untuk Sarah, apa Dion serius kasih perhatian ke Sarah lebih dari
temen masa kecil?” Tanya Sonia terus terang, Sonia tidak ingin anaknya
dipermainan kan oleh Dion
“ Entahlah jeng, saya tidak pernah Tanya urusan pribadi anak anak, saya yakin kok mereka
bisa menyelesaikan masalah, tanpa kita ikut campur masalah diantara mereka.”
Lanjut Anggun, yang memang dari awal kasih kebebesan untuk Dion dan Intan.
“ Semoga saja sih saya salah sangka, yah sudah kita serahkan semuanya ke anak anak, mereka
yang menjalankan dan yakin mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri”
Lanjut Sonia, penuh harap anaknya tidak terlalu baper karena perhatian Dion
yang semakin keterlaluan manisnya.
“ Hayo jeng ke salon, sudah tidak sabar ingin sekali dipijet supaya bisa rileksasi selama
di salon, dan perawatan kulit dan wajah” Lanjut Wulan yang tidak sabar ingin
Dilain sisi, Beby sengaja ajak Intan dan Sarah makan di kantin sekolah, Fika yang melihat
Beby bersama Intan berusaha menjauh tidak ingin menggangu, karena yang Fika
lihat Dion sepertinya ada hubungan special bersama Dion.
“ Lebih baik makan di perpustakaan saja deh, biarkan Intan makan bersama Beby karena mereka
tidak pernah makan di kantin bersama” Batin Fika, yang tidakingin mengganggu
sama sekali.
Fika langsung cari stand makanan yang lain, supaya bisa makan di perpustakaan, Fika
berusaha menghindar jika Beby lagi bareng Intan dan Sarah.
Dion yang melihat Fika bawa makanan kearah perpustakaan langsung ikutin Fika, membuat
Fika menghentikan langkahnya dan menatap heran melihat Dion.
“ Kenapa tidak makan di kantin? Kata Intan dia lagi tunggu kamu? Kenapa kamu justru ke
perpustakaan?” Tanya Dion menatap Fika dengan tatapan yang tidak bisa
“ Saya tidak tahu jika Intan tungguin saya, lagian saya lagi kepingin makan di perpustakaan
ko, memangnya tidak boleh?” Tanya Fika heran melihat Dion seolah melarang Fika
menjahui adiknya
__ADS_1
“ Bukannya tidak boleh sih, tapi aneh saja, yah sudah sekarang kita ke kantin sebelum bel
sekolah berbunyi.” Lanjut Dion sedikit maksa, Dion tahu kalo sekarang Beby lagi
bersama Intan dan Sarah di sekolah, Dion bisa menduga kalo Fika berusaha
menghindar.
Fika melepaskan tangannya Dion, supaya tidak terjadi salah faham karena sikapnya
Dion yang aneh, Fika akhirnya ikut Dion ke kantin dan gabung bersama Beby,
Intan, dan Sarah.
“ Loh ka Fika dari mana?, kita berdua cari kaka loh?” Tanya Intan melihat Fika, yang
datang ke kantin sekolah bersama Fika
“ Habis dari perpustakaan dan baru ke sini Intan, kebetulan di jalan ketemu Dion jadi kesini
bareng Dion deh” Ucap Fika bohong, tidak mungkin bilang kalo Fika dipaksa Dion
untuk gabung bersama Intan, Beby, dan Sarah.
“ Dion apa tebar pesona juga ke Fika yah, astaga begini amat cuman dianggap temen tapi
mesra tidak bisa marah melihat Dion tebar pesona ke temen lainnya.” Batin Beby
sedih, karena tidak bisa melarang Dion berteman dengan siapapun.
Fika akhirnya ikut duduk disampingnya Sarah, Fika sengaja duduk disampingnya Sarah
supaya tidak duduk disebelahnya Dion. Menghindari Beby cemburu dan berfikir
negative
Sarah berusaha santai dan menikmati makan nya, saat melihat Dion ngobrol santai
bersama Fika dan Beby, Sarah mulai merasa cemburu melihat Dion yang deket
dengan perempuan lain.
“ Setelah pulang sekolah kalian mau kemana?” Tanya Dion basa basi, melihat Fika, Beby,
dan Intan. Dion malas melihat adiknya yang sangat menyebalkan sekali.
“ Mau ke tokonya Fika, saya penasaran dengan barang jualannya Fika, saya melihat
belanjaannya Intan dan Sarah, bagus bagus beli dari tokonya Fika.” Ucap Beby
sengaja, Beby mulai mendekati Intan dan mulai beradaptasi dengan kebiasaannya
Intan.
“ Belanja kesana, yah sudah Intan abang temani yah, kamu dan Sarah kan berangkat sekolah bersama abang,
jadi pulangnya bareng abang juga yah.” Lanjut Dion dengan modus
“ Tidak usah bang, takut lama kita belanjanya, Intan mau pulang bersama ka Beby dan Sarah
saja bang.” Ucap Intan yang tahu keinginan Dion, yang akan memberikan aksesorisuntuk
Fika, Sarah, dan Beby. Secara diam diam, Intan tidak tega orang orang baik
dikerjain oleh Dion.
__ADS_1
Dion menatap Intan dengan kesal, karena adiknya tidak bisa diajak kerjasama sekali, Dion
harus pasrah tidak ikut ke rukonya Fika. dari pada Intan mempermalukan Dion didepan Beby