
...~Happy Reading~...
Setelah melihat suami nya pergi. Zefa mengajak dua pekerja agar membantu nya membereskan taman. Sebenarnya, ada tukang kebun yang datang dua minggu sekali untuk merapikan taman. Namun, rasanya Zefa sudah tidak sabar jika harus menunggu tukang kebun itu datang minggu depan.
"Nona, apa yang anda lakukan!" pekik salah satu pekerja nya begitu terkejut saat melihat istri majikan nya sedang merebahkan diri di atas rumput.
"Hehehe, cuma mau ambil gambar aja Bi. Bagus deh, lihat nih!" ucap Zefa segera bangkit dan memperlihatkan hasil foto nya.
Kedua pekerja itu hanya diam dan saling pandang. Memang hasil fotonya bagus, tapi ia masih tidak menyangka bahwa istri dari bos mereka bisa berbuat sejauh itu, sampai rela mengotori semua pakaian nya hanya demi sebuah foto bunga.
Ya, Zefa memang hanya mengambil sebuah foto bunga tulip merah yang di padukan dengan lukisan di atas langit yang begitu menakjubkan.
"Langit nya cerah banget ya Bi," gumam Zefa merentangkan kedua tangan nya, sambil mendongakkan kepala ke arah langit yang sudah cukup terik dengan mata terpejam.
"Iya, ayo Non bangun dulu. Jangan duduk disini, kotor. Nanti kalau tuan Raihan pulang dan lihat, bisa marah." ujar salah satu dari mereka sedikit takut.
"Kenapa harus marah sih Bi? Harusnya dia seneng dan berterima kasih sama kita, karena kita sudah membuat taman nya jadi cantik!" uang Zefa bertepuk tangan seperti anak kecil saat melihat hasil karya nya.
__ADS_1
"Iya, tapi—"
"Zefa... "
Belum sempat bibi menyelesaikan perkataan nya, suara bariton dari laki laki yang tak lain adalah bos nya sudah pulang dan memanggil nama Zefa.
"Udah Non, ayo bangun!" bujuk bibi lagi sambil berusaha menarik tangan Zefa.
"Zefa masih capek Bi, masih mau disini," ujar Zefa memanyunkan bibir nya, dan kini dirinya justru semakin mencari posisi nyaman dengan duduk bersila di atas tanah yang tertanam sedikit rumput hijau.
"Ze—Fa... " gumam Raihan langsung menghentikan langkah nya saat sudah tiba di taman belakang dan melihat penampilan istrinya.
"Kamu kotor!" jawab Raihan menghela napas nya berat.
"Iya, tapi kan cantik. Tuh lihat, bunga nya banyak dan rapi sekarang!" kata Zefa sambil berusaha bangkit.
"Auwhhhsss!" ringis nya langsung menggigit bibir saat merasakan sedikit kram di perut nya ketika dirinya hendak berdiri.
"Kenapa?" tanya Raihan panik dan langsung menghampiri Zefa.
__ADS_1
"Gapapa, kayaknya kelamaan duduk. Kaki ku sedikit kebas," jawab Zefa tersenyum kikuk, membuat Raihan menghela napas nya berat.
"Kalian, tolong siapkan makan siang!" perintah Raihan kepada dua pekerja nya, lalu ia segera mengangkat tubuh Zefa dan mengantarkan nya ke kamar.
"Ternyata enak ya di gendong begini," gumam Zefa begitu lirih, hingga membuat Raihan tiba tiba langsung menghentikan langkah kaki nya.
Laki laki itu langsung menunduk dan menatap wajah Zefa yang terlihat murung dari sebelumnya.
"Kenapa?" tanya Raihan seketika membuat lamunan Zefa buyar.
"Hah?" Wajah Zefa langsung terlihat kikuk dan bingung, "Apanya kenapa?"
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Raihan dengan jelas.
"Cuma lagi ingat aja, kapan kira kira aku terakhir di gendong? Hemm, udah lama banget soalnya, mungkin saat masuk SD. Karena nenek udah makin tua dan aku makin berat, jadi nenek gak kuat lagi gendong," gumam nya terkekeh, hingga membuat Raihan langsung terdiam dan menatap wajah Zefa dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ya udah, aku mandi dulu mas, terimakasih sudah mengantarkan ku ke kamar." imbuh Zefa segera turun dari gendongan Raihan ketika keduanya sudah tiba di depan kamar Zefa.
Raihan masih terdiam, tanpa sadar ia memegang dada nya yang terasa berdenyut nyeri ketika menatap mata Zefa beberapa saat yang lalu.
__ADS_1
...~To be continue... ...