
...~Happy Reading~...
Cklek!
“Apa yang kamu lakukan disini?” tanya Raihan langsung ketika membuka pintu ruangan Zefa dan melihat Erick ada di sana.
Meskipun Erick sudah mengatakan bahwa Zefa adalah adik tiri nya, yang berarti laki laki itu adalah kakak ipar nya. Namun, entah mengapa ia masih sedikit tidak suka jika Erick harus berdekatan dengan Zefa, apaagi seperti sekarang, dimana Erick berani menggenggam tangan Zefa.
“Aku hanya ingin menjenguk mahasiswi ku saja!” jawab Erick, lalu ia memilih untuk bangkit dari tempat duduk nya dna menghampiri Raihan, “Jangan katakan apapun padanya tentang status ku!”
Erick menepuk nepuk bahu Raihan beberapa kali, “Aku akan pergi sekarang. Jaga dia!” imbuh Erick sebelum akhirnya ia benar benar pergi dari ruangan itu.
...‘Jangan katakan apapun tentang status ku.’...
Raihan terdiam untuk mencerna ucapan Erick. Mengapa laki laki itu tidak mengakui di depan Zefa juga, mengapa hanya kepadanya saja. Raihan langsung menghela napas nya berat, menggelengkan kepala, mencoba untuk membuang semua pikiran yang tidak penting, termasuk status Erick, ia juga tidak perduli.
__ADS_1
“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Raihan yang langsung menarik kursi di sampingZefa dan menduduki nya.
“Entahlah,” jawab Zefa mengangkat kedua bahu nya pelan.
“Apakah masih sakit?” tanya Raihan lagi yang langsung di balas gelengan kepala oleh Zefa, “Ingin sesuatu?” tanya Raihan lagi yang kembali di balas dengan gelengan kepala.
“Hari ini, kamu sudah boleh pulang. Dan kita—“
“Aku ingin pulang ke rumah ku!” jawab Zefa dengan cepat, tentu saja langsung membuat Raihan terkejut.
“Kamu masih istri ku Zef! Kenapa—“
“Suami kamu itu aku, bukan Erick!” seru Raihan dengan begitu tegas.
“Tapi aku mau menikah sama mas karena pak Erick! Pak Erick yang membayar ku, dan dialah yang membantu ku!” balas Zefa tak kalah seru, “Hiks hiks hiks.”
__ADS_1
Zefa langsung menutup wajah nya dengan tangan saat dada nya masih begitu sesak hingga membuat nya menangis, “Aku ingin hidup ku kembali normal.”
“Apakah selama dua bulan ini kamu merasa tertekan?” tanya Raihan tanpa sadarbahwa dirinyalah yang membuat Zefa semakin tertekan dengan segala macam tuduhan nya.
“Apakah aku menyakiti kamu? Bahkan selama ini aku sudah menuruti semua kemauan kamu.” Imbuh Raihan dengan menarik napas nya panjang.
“Kamu ingat, kontrak kita masih ada sepuluh bulan. Bukankah kamu waktu itu sudah sepakat untuk menjadi istriku? Zef, aku tidak tau apakah ini benar atau tidak. Aku tidak tahu apakah keputusan ku akan salah atau tidak. Tapi, aku ingin kamu bertahan. Aku mohon Zef, bertahanlah. Beri aku kesempatan dan waktu, setidaknya sampai anak ini lahir.” {pinta Raihan sambil menggenggam tangan Zefa.
“Menunggu setelah anak ini lahir? Agar kamu bisa membuktikan apakah ini anak kamu atau bukan? Hahaha, kamu lucu Mas, kamu lucu!” ucap Zefa dengan kasar langsun gmenepis tangan Raihan.
“Secara tidak langsung, kamu sudah meragukan anak kandung kamu sendiri. Aku gapapa, aku masih bisa mengurus nya sendiri, sejak kecil aku sudah terbiasahidup sendiri sama Nenek. Aku sudah biasa merasakan tidak kehadiran seorang ayah. Jadi aku pasti bisa menjadi orang tua tunggal untuk anak ku sendiri!”
Deg!
Seketika itu juga, Raihan teringat akan perkataan Erick. Dimana ibu kandung Zefa adalah seorang simpanan dari ayah kandung Erick, yang itu berarti memang benar bahwa Zefa tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah lantaran ayah nya pasti bersama Erick dan ibu nya.
__ADS_1
Akankah Raihan juga akan membiarkan anak yang di kandung Zefa merasakan apa yang di rasakan oleh Zefa dulu? Entah itu benar darah daging nya atau tidak, tapi status Zefa adalah istrinya. Dan semua orang tahu bahwa anak yang di kandung Zefa adalah anak nya.
...~To be continue ......