Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Pulang


__ADS_3

...~Happy Reading~...


"Terimakasih ya Bang," ucap Zefa setelah membayar makanan yang tadi ia pesan.


"Sama sama, salah ya untuk Nenek, semoga cepet sembuh," balas abang penjual makanan itu dengan tersenyum.


Zefa menganggukkan kepala nya dan membalas senyuman laki laki tersebut. Namun, itu semua tak bertahan lama, karena tiba tiba Raihan sudah datang dan segera menggendong Zefa untuk pulang.


"Hari sudah semakin larut, ibu hamil tidak baik terlalu lama di luar!" ucap Raihan dengan tiba tiba membuat laki laki penjual makanan itu kembali terkejut.


Setelah mendengar panggilan Sayang dari Raihan kepada Zefa. Kini, ia kembali di kejutkan dengan fakta bahwa Zefa hamil.


Ia merasa belum lama tidak bertemu Zefa. Namun kenapa secepat itu ia merasa kehilangan.


"Mas, turunin aku ih!" ia berusaha memberontak untuk turun, namun semakin ia memberontak maka Raihan akan selalu mencengkram erat kaki Zefa.


"Diam Zefa, atau kau akan jatuh!" ucap Raihan pelan namun penuh penekanan.


Diam diam, Zefa kini tersenyum begitu lebar di belakang sana. Ia sudah tidak lagi memberontak, yang ada kini dirinya justru semakin mengeratkan pelukan nya di gendongan Raihan.

__ADS_1


"Mas, ... " panggil Zefa dari arah belakang.


"Hemm," jawab Raihan singkat.


"Terimakasih," ucap Zefa kembali tersenyum.


Untuk sesaat, Raihan kembali terdiam. Ia tidak melakukan apapun, lantas kenapa Zefa harus berterimakasih? batin nya.


"Terimakasih, karena Mas sudah begitu baik sama Zefa. Sudah mau mengikuti kemauan Zefa untuk makan di sana. Padahal Zefa tahu, mas tidak pernah makan di tempat seperti itu," imbuh Zefa yang kini mulai merebahkan kepala nya di punggung kokoh sang suami.


"Kalau begitu kita pulang ya?" bujuk Raihan lagi.


Bukan maksud memanfaatkan waktu atau momen, namun Zefa merasa bahwa ia tidak bisa berlama lama tinggal di rumah Zefa.


"Ini kan kita juga mau pulang," kata Zefa berpura pura tidak mengerti, "Tuh, rumah nya aja udah kelihatan!"


"Zefa... "


"Mas, aku nyaman disini. Ini rumah ku, dan aku—"

__ADS_1


"Rumah ku juga rumah mu Zefa. Kamu istri ku, dan aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kalian!" ucap Raihan, kini ia sudah menurunkan Zefa tepat di depan rumah nya.


Zefa langsung menghela napas nya dengan berat saat ketika Raihan mulai membahas hal yang tidak seharusnya.


"Aku hanya istri kontrak mu, Mas kalau kau lupa?" cicit Zefa begitu lirih sambil menundukkan kepala nya.


Deg!


Seketika itu juga Raihan terdiam. Ia bahkan lupa jika pernah membuat perjanjian pernikahan dengan Zefa.


Dulu, ia berfikir karena dirinya tidak akan bisa memberikan keturunan kepada Zefa, makanya ia membuat kesepakatan itu, berharap agar kelak Zefa bisa bahagia dengan pasangan nya yang baru dan memiliki seorang anak.


Tapi, kini Zefa sudah hamil. Meskipun dirinya masih merasa sedikit ragu apakah itu benar itu anak nya atau tidak, namun ia merasa bahwa itu sudah cukup.


Setidaknya, pernikahan mereka akan memiliki seorang anak. Dan haruskah ia masih ingin menceraikan Zefa? Tentu saja tidak.


Raihan ingin memiliki Zefa seutuhnya. Ia ingin memulai lagi semuanya dari awal. Membina rumah tangga yang seharusnya, dan membesarkan anak yang di kandung Zefa bersama.


Terlebih, ketika melihat Zefa begitu akrab dengan laki laki lain, entah mengapa membuat hatinya berdesir seolah tidak terima.

__ADS_1


Maka dari itu, Raihan ingin mengajak Zefa pulang, agar wanitanya itu tidak lagi bisa bertemu dengan abang penjual makanan di warung tenda itu.


...~To be continue... ...


__ADS_2