Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Kontraksi


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Auwhhhsss!” Zefa langsung menggigit bibir bawah nya sambil mencengkram kuat lengan Raihan hingga sampai terluka.


“Kamu kenapa?” tanya Raihan sampai meringis akibat kuku yang di tancapkan oleh Zefa melukai lengan nya.


“Gapapa!” jawab nya berbohong, “Aku mau ke kamar!” Zefa bangkit untuk berdiri, namun tiba tiba ..


“P—perut aku! Hahh, sakitttt!” pekik Zefa tiba tiba, sebelum pada akhirnya ia berteriak saat merasakan adanya cairan sesuatu yang keluar dari bagian inti nya.


Pyarr!


“Massss!” teriak Zefa dengan wajah terkejut nya.


Bukan hanya Zefa yang terkejut, namun Raihan juga sangat terkejut saat melihat begitu banyak nya cairan bening yang kini sudah membasahi pakaian nya. Karena saat ini, posisi Zefa yang berdiri sedangkan Raihan masih duduk berjongkok di depan Zefa.


“Air ketuban kamu pecah,” gumam Raihan dan langsung di balas anggukkan kepala yang begitu lemah dari Zefa.


Brukk!

__ADS_1


Tiba tiba tubuh Zefa langsung luruh dan hampir terjatuh tak sadarkan diri, namun beruntung karena raihan dengan sigap langsung menangkap tubuh itu hingga membuat istri nya tidak jadi jatuh.


“Zefa, Sayang bangun. Hey, Zefa!” Raihan berusaha menepuk nepuk kedua pipi Zefa namun tidak mendapatkan jawaban sama sekali, Zefa pingsan.


Dengan cepat, Raihan segera mengangkat tubuh Zefa dan membawa nya ke mobil, beberapa tetangga mulai ikut mendekat dan seolah bertanya apa yang terjadi kepada Zefa.


Namun, Raihan tidak se ramah itu untuk menjawab semua pertanyaan demi pertanyaan dari para tetangga nya. Fokus Raihan saat ini ingin segera membawa istrinya ke rumah sakit.


Dengan perasaan yang bercampur aduk, antara takut namun juga ada sedikit rasa bahagia karena anak anak nya mungkin akan lahir. Namun ia juga khawatir jika terjadi sesuatu dengan istri nya.


Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, kini mobil milik Raihan sudah tiba di rumah sakit.Ia segera mengangkat tubuh istrinya dan membawa nya ke dalam ruang UGD dengan di bantu oleh beberapa petugas kesehatan.


“Tolong selamatkan anak dan istri ku!” ucap Raihan dengan wajah panik nya.


Mama! Seketika itu juga, raihan langsung menghubungi Mama nya, namun sayang karena nomor itu tidak dapat di hubungi. Jadilah, Raihan kini langsung menghubungi sang Papa.


“Halo, ada apa rai?” tanya papa Nathan dari seberang sana.


“Papa dimana?” ucap Raihan malah balik bertanya dengan suara serak nya.

__ADS_1


“Kamu kenapa?” Papa Nathan mengerutkan dahi nya saat menyadari bahwa suara anak nya sedikit berbeda.


“Nomor mama gak aktif,” jawab Raihan dengan mengepalkan tangannya kuat.


“Ada apa sama Mama kamu? Dia tadi—“


“Raihan sekarang lagi di rumah sakit!”


Deg!


Seketika itu juga, Nathan yang mendengar bahwa putra nya berada di rumah sakit, seperti orang menangis membuat jantung nya berdetak dengan begitu cepat.


Berbagai pikiran melayang di benak nya, hingga tiba tiba ia mendengar suara pintu kamar yang di buka, membuat laki laki itu langsung mengalihkan pandangan nya.


“Rai, mama kamu baru pulang. Ada apa sih? Coba katakan, kenapa kamu—“


“Zefa masuk rumah sakit Pa, Zefa sekarang kritis! Raihan gak tahu gimana keadaan mereka nanti. Papa tau jelas bagaimana keadaan kehamilan Zefa selama ini, kandungan nya sangat lemah. Dan tadi Mama datang ke rumah, entah apa yang di katakan sama Mama, tapi—“


Raihan menarik napas nya panjang, ia sudah bisa membendung air matanya lagi, “Tapi Zefa marah padaku dan dia menangis sebelum akhirnya dia pingsan setelah air ketuban nya pecah!” jelas Raihan panjang lebar, membaut Nathan seketika itu juga langsung memberikan tatapan tajam kepada istrinya.

__ADS_1


Dia memang sangat mencintai Zarra, namun kali ini Nathan benar benar kecewa kepada istrinya, bila memang benar menantu nya masuk rumah sakit karena ulah istrinya.


...~To be continue .......


__ADS_2