Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Fakta


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Hari berganti hari, tanpa terasa kini usia kandungan Zefa sudah memasuki tujuh bulan. Dan selama itu juga, Raihan benar benar menepati perkataan nya yang tidak meninggalkan Zefa.


Laki laki itu kini, sudah mulai terbiasa dengan kesederhanaan hidup bersama istrinya. Yang entah mengapa, justru kini ia merasa bahwa hidup nya semakin terasa lebih indah dari sebelum nya.


Jika di bandingkan, antara Zefa dan Alika, tentu saja Raihan dengan cepat akan menemukan perbedaan itu. Alika yang sangat menyukai kehidupan glamour, sedangkan Zefa yang menyukai hidup sederhana.


Meskipun Raihan sudah terbiasa hidup serba berkecukupan sejak ia kecil. Namun, entah mengapa kini ia mulai menyukai dan jauh lebih nyaman hidup apa adanya dengan Zefa.


Hubungan nya dengan Zefa pun sudah sangat baik, bahkan ia sudah tidak ragu ragu lagi mengutarakan perasaan nya. Terlebih saat ia mengetahui fakta yang selama ini di sembunyikan oleh Alika.


Kecewa, namun ia juga berfikir bahwa inilah takdir hidup Tuhan yang di berikan kepadanya. Raihan percaya, bahwa setiap apa yang terjadi, itulah yang terbaik dan yang di gariskan oleh Sang Maha Kuasa.

__ADS_1


“Bagaimana kabar istri kamu?” tanya papa Nathan saat menghampiri anak nya di kantor.


Entah sudah berapa lama, Raihan menghindari keluarga nya sendiri, termasuk sang mama. Karena hingga kini, mama Zarra masih tetap bersama Alika dan jika bertemu dengan raihan, maka pasti akan menyuruh Raihan agar kembali bersama Alika.


Maka dari itu, Raihan memilih untuk menghindar. Meskipun jarak kantor antara papa Nathan dan Raihan tidak begitu jauh, namun keduanya juga memiliki kesibukan masing masing, di tambah setiap kali papa Nathan datang, maka Raihan pasti tidak ada di tempat, membuat keduanya begitu sulit untuk bertemu.


“Sangat baik, Pa,” jawab Raihan sambil menundukkan dirinya di sofa depan sang ayah.


“Sudah ada Mama kan yang jagain dia. Kayaknya, itu sudah bukan jadi urusan Raihan lagi,” laki laki itu langsung menghela napas nya dengan berat, “Seperti yang papa tahu, apa yang sudah di lakukan Alika sangat fatal. Dan aku sudah cukup kecewa sama dia.”


“Raihan gak tahu, bagaimana kalau sampai Mama tahu fakta itu, apakah—“


“Maka Alika akan sendirian, kalau sampai Mama kamu tahu itu,” potong papa Nathan dengan cepat, membuat raihan langsung terdiam.

__ADS_1


Ya, memang benar bahwa hingga saat ini, mama Zarra belum mengetahui kebohongan besar yang di buat Alika. Karena Raihan masih memiliki sedikit rasa kasihan kepada mantan istrinya.


Alika sudah tidak memiliki siapa siapa, dan mungkin hidup nya sudah tidak akan lama lagi. Raihan memberikan kesempatan kepada Alika, agar ia sendiri yang berkata jujur kepada mama Zarra nanti. Maka dari itu, ia memilih menghindar dan fokus kepada istri dan calon anak nya.


Anak yang sangat di idam idamkan oleh Raihan sejak lama. Bahkan, ia kadang sampai malu sendiri kepada keponakan nya yang memiliki umur lebih jauh di bawah nya namun sudah memiliki anak. Sedangkan dia, entahlah perasaan nya sudah tak menentu setiap kali mengingat tentang anak.


“Kapan kamu akan pulang ke rumah mu? Sebentar lagi, istri mu melahirkan. Apa kamu gak kasihan kalau anak kamu harus lahir di sana?”


Bohong jika Raihan tidak ingin mengajak Zefa untuk pulang. Namun, yang menjadi kendala, wanita itu masih belum mau untuk di ajak pindah dari rumah nya. Terlebih, ketika kematian sang nenek beberapa bulan yang lalu. Zefa semakin tidak ingin pergi dari rumah itu.


“Nanti akan Raihan coba bujuk lagi,” jawab nya sambil menghela napas berat.


...~To be continue .......

__ADS_1


__ADS_2