Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Flashback II


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Brukk!


Raihan langsung melemparkan tubuh Zefa ke atas tempat tidur, membuat pakaian Zefa yang sudah sangat mini, kini terangkat hingga menampilkan pakaian dalamm nya.


Glek!


Tanpa sadar, Raihan menelan saliva nya. Dan tanpa berlama lama, karena ia sudah menahan hawa aneh dalam tubuh nya sejak tadi.


Maka dari itu, ia segera melepaskan semua pakaian nya hingga tak tersisa, membuat Zefa semakin ketakutan dan langsung menutup badan nya dengan selimut.


“Seharusnya kamu yang melayani ku, bukan aku yang melayani mu, baby!” bisik Raihan saat sudah berhasil masuk ke dalam selimut dimana Zefa bersembunyi.


“Pak, tolong jangan begini, hiks hiks, saya bukan pelacur. Saya—“


Lagi lagi dan lagi, Raihan tidak mendengarkan perkataan Zefa. Ia semakin menyerang Zefa dengan cukup kasar. Hingga pada akhirnya, Raihan berhasil merobek pakaian yang di kenakan oleh Zefa.

__ADS_1


“Jangan! Jangan Pak, saya mohon jangan!” jerit Zefa berusaha memberontak dan menghindar, namun lagi lagi tidak bisa karena kekuatan Raihan jauh lebih besar dan kuat dari gadis itu.


Hingga pada akhirnya, setelah bersusah payah Raihan menyerang Zefa, kini akhirnya laki laki itu berhasil menerobos gawang pertahanan yang selama ini di jaga oleh Zefa. Membuat tangisan gadis itu pecah dengan cakaran kuat yang menyakiti punggung Raihan.


“K—kamu masih perawan?” tanya Raihan di tengah kesadaran nya.


Meskipun ia di bawah pengaruh obat dan minuman, namun ia masih bisa melihat dan menikmati setiap hal yang ia lakukan.


“Hiks hiks hiks,” Zefa tidak menjawab, ia langsung memalingkan wajah nya ke samping sambil terus menangis, merenungi nasib nya yang kini sudah kehilangan mahkota berharga.


“Ckckck, tidak perlu menangis. Aku akan membayar mu lebih,” ucap Raihan terlihat begitu santai yang membuat mata Zefa langsung menatap nya dengan tajam.


“Lalu apa? Kelak jika kau menikah, suami mu juga belum tentu masih perjaka, jadi tidak perlu terlalu di sesali. Kau butuh uang, dan aku butuh kepuasan. Lagipula, kau tidak akan hamil karena hal seperti ini dengan ku,” ucap raihan lalu dnegan cepat ia melanjutkan aktifitas nya, tanpa menunggu inti milik Zefa reda terlebih dulu.


Flashback Off ...


‘Kau tidak akan hamil hanya karena melakukan hal seperti ini,dengan ku.”

__ADS_1


‘Benar, dia tidak mungkin hamil, jika hanya bermain dengan ku.’


‘Tapi siapa laki laki yang bermain dengan Zefa selain aku?’


‘Apakah Erick Atau galen?’


Entah sudah berapa kali raihan terus mondar mandir di dalam ruangan Zefa yang tengah terbaring lemah di atas brankar rumah sakit. Raihan merasa begitu frustasi karena sejak tadi, ia tidak menemukan jawaban apapun.


Mengapa Zefa bisa hamil, jika memang benar gadis itu hanya melakukan nya sekali dengan nya. Tapi apakah mungkin, jika seorang Zefa benar melakukan hal seperti itu lagi dengan laki laki lain?


Melihat wajah Zefa yang begitu polos dan terlihat lugu, apalagi Raihan juga kini sudah tahu, bahwa alasan utama Zefa menjual diri kala itu karena untuk biaya nenek nya.


Tapi, jika memang hanya dirinya yang menyentuh Zefa, mengapa bisa hamil? Sedangkan, beberapa tahun yang lalu dirinya pernah di vonis mandul dan tidak akan bisa memiliki keturunan oleh dokter.


‘Dokter Aris, benar, sepertinya aku harus menemui nya lagi. Tapi—‘ Raihan kembali menghentikan langkah kaki nya, ia kembali berfikir ulang dengan langkah yang akan ia ambil.


“Mungkinkah Erick tahu sesuatu?” gumam nya pelan,lalu ia mengusap wajah nya dengan begitu frustasi. Hingga tiba tiba, sebuah lenguhan suara dari atas brankar membuat lamunan nya buyar.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2