Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Bodoh


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Rai ... “ gumam seorang wanita cantik bertubuh sangat kurus dengan wajah pucat.


Raihan menatap wanita itu dengan perasaan yang tak terjelaskan lagi. Wajah yang dulu begitu cantik dan selalu berseri, kini berubah menjadi sangat tirus dan pucat. Rambut halus dan panjang nya yang dulu sangat terawat, kini seolah Raihan sudah tidak bisa menemukan nya lagi di diri wanita itu.


Ia benar benar tidak menyangka, bila pada akhirnya ia bisa menemukan mantan istrinya lagi, namun dengan keadaan yang sangat jauh berbeda.


“Bagaimana keadaan kamu?” tanya Raihan yang masih setia berdiri di sisi kanan dari brankar tempat tidur Alika.


Bukan menjawab, Alika justru tersenyum getir saat mendapatkan pertanyaan seperti itu, “Bagaimana menurut mu? Apakah aku bisa menjawab bahwa aku baik baik saja?” jawab Alika masih setia dengan senyuman nya.


Raihan menghela napas nya dengan berat, Ia mendudukkan diri di kursi kosong di sebelah nya, namun ia juga memundurkan kursi itu agar tidak terlalu dekat. Biar bagaimana pun, ia tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.

__ADS_1


Kesalahan dimana ia dan sahabatnya bertengkar, kini ia sadar bahwa ia harus menjaga perasaan sahabat nya dan juga istri nya, bukankah begitu?


“Sudah berapa lama?” tanya Raihan kembali membuka suara.


“Sejak aku masih menyandang gelar sebagai istri tuan Emanuelle,” jawab Alika tersenyum.


Lagi dan lagi, Raihan menghela napas nya sambil mengusap wajah nya dengan sedikit kasar, “Kenapa kau tidak pernah cerita? Jika sejak saat itu, bukankah aku masih suami kamu? Kenapa kamu tidak mau berbagi rasa dengan ku? Kenapa kamu memilih menyembunyikan semua ini?” tanya Raihan beruntun dan cepat hingga membuat rahang kokoh nya mengeras karena menahan rasa sedikit marah.


Wajar bukan, jika dirinya marah. Andai, dulu Alika mau bercerita dengan nya, tentang semua penyakit yang dia rasakan. Tentu, kini mereka masih bersama, tentu saja ia bisa menemani Alika untuk menjalani pengobatan, dan ia tidak akan menyakiti Zefanya.


Menghela napas nya berat, Alika kembali melanjutkan pembicaraan nya, “Mama sangat menginginkan cucu, bukan?”


Alika kembali menatap Raihan dengan semakin intens, “Aku capek Rai, aku tidak sanggup. Aku juga tahu, bukan hanya mama yang menginginkan cucu, tapi kamu pasti juga menginginkan anak.”

__ADS_1


“Tapi kesalahan ada di aku Ka! Kenapa kamu yang harus pergi, jika memang Mama menginginkan cucu, dia pasti akan bisa mendapatkan itu dari Willy.” Saut Raihan dengan cepat, membuat amarah nya kembali menggebu.


“Kamu meninggalkan aku setelah vonis dokter itu keluar, apakah kamu masih akan menyalahkan Mama sebagai alasan mu pergi dan meninggalkan ku? Jangan konyol Alika!” imbuh Raihan seolah tak terima.


“Rai, apa kamu masih tidak menyadari nya?” tanya Alika begitu heran, ia menatap mantan suaminya yang begitu bodoh, “Tidakkah kau menyadari semuanya setelah kau bersama Zefa? Katakan Rai? Katakan!”


“Apa maksud kamu?” tanya Raihan semakin tak mengerti, “Dan jangan bawa bawa nama Zefa daam urusan kita.” Imbuh nya dengan tegas.


“Kamu memang benar benar bodoh Rai, kamu bodoh. Sangat bodoh!” cibir Alika menarik napas nya begitu panjang, ia tidak menyangka bahwa mantan suaminya masih begitu percaya dengan apa yang di katakan oleh orang lain tanpa ingin menyelidiki nya dulu.


Bukankah seharusnya, laki laki itu sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan besar sudah memalsukan hasil vonis dokter menyangkut kesehatan itu.


Karena kini istri baru dari Raihan sudah hamil hanya dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan, mereka baru melakukan nya satu kali, tidakkah raihan harus merasa curiga akan hal itu? Batin Alika tak habis pikir.

__ADS_1


...~To be continue ......


__ADS_2