Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Terimakasih


__ADS_3

...~Happy Reading~...


“Mas ... “


“Iya Sayang, aku disini,” jawab Raihan dengan berderai air mata.


“Terimakasih,” gumam Zefa sedikit terbata, “Terimakasih karena sudah menerima ku.”


“Terimakasih karena sudah memberikan ku kesempatan untuk menikmati hidup ku. Dan terimakasih karena sudah mengajarkan ku banyak hal, termasuk cinta.” Zefa kembali tersenyum sambil menghapus air mata yang mengalir membasahi wajah suami nya.


“Aku bersyukur karena Tuhan sudah mempertemukan aku sama kamu. Aku bersyukur, karena kamu yang menjadi suami ku. Walaupun aku tahu, kamu tidak pernah mencintai ku, tapi aku akui bahwa aku mencintai kamu Mas, terimakasih,” imbuh Zefa yang semakin membuat dada raihan begitu sesak dan perih.


Dengan cepat, raihan menggelengkan kepala nya, “Aku yang berterimakasih. Dan sekarang aku akan memohon sama kamu, untuk berjuang sekali lagi. Aku mohon, bertahanlah untuk kami.”


“Tugas ku sudah usai Mas, aku yakin bahwa kamu pasti bisa menjaga mereka,” ucap Zefa sambil menggigit bibir bawah nya sambil tangan nya terus mencengkram erat bagian perut.

__ADS_1


“S—sayang, kamu!” Raihan panik saat melihat wajah istrinya yang seperti sedang menahan sakit, ia segera beranjak dari kursi dan hendak memanggil dokter, namun tangan nya langsung di tahan oleh Zefa.


“A—aku gapapa ... “ ucap Zefa berusaha setenang mungkin walaupun ia sudah merasakan sakit yang luar biasa, “Mas ... “


Wajah cantik itu kini semakin terlihat pucat, berusaha menarik tangan raihan agar kembali mendekat ke arah nya, “Mereka anak anak kamu. T—tolong, lindungi mereka, jaga mereka dan rawat hingga mereka besar.”


“Dan aku berharap, Mama bisa menerima kehadiran mereka saat aku tidak ada nanti,” imbuh Zefa dengan bibir bergetar.


“Aku gak suka kata kata kamu! Aku mohon Zefa, bertahan lah, aku mohon!” pinta Raihan di tengah tengah deraian air mata nya.


“Mas ... a—aku mohon, berjanjilah!” Zefa semakin kuat saat mencengkram tangan Raihan, menandakan betapa luar biasa sakit nya ia menahan rasa itu.


“Sayang, aku mohon, bertahan lah ... Kamu bisa, dan kamu kuat demi anak anak hiks hiks hiks.” Raihan sampai duduk berlutut di samping Zefa sambil menggenggam tangan lemah itu.


“Mas ... “ Zefa menggelengkan kepala nya dengan begitu lemah.

__ADS_1


“Iya, aku janji. Aku pasti akan menjaga mereka, hiks hiks. Aku akan menjaga mereka, dan aku janji akan memberikan yang terbaik untuk mereka.” Kata Raihan pada akhirnya.


Lagi lagi Zefa kembali melengkungkan bibir manis nya, menatap Raihan dengan tatapan yang begitu dalam, “Terimakasih ... “


“Aku cinta mas Raihan ... “


“Aku juga mencintai kamu Zefa, sangat mencintai kamu. Terimakasih karena sudah hadir dalam hidup ku, memberikan begitu banyak warna dan juga dua malaikat yang begitu berharga dalam hidup aku,” ucap Raihan langsung memeluk istrinya dengan begitu erat.


Zefa kembali tersenyum, ia membalas pelukan Raihan dengan tak kalah erat, hingga setelah beberapa saat, Raihan merasakan bahwa tidak ada lagi tenaga di tangan Zefa.


Tangan yang semula bertengger di punggung nya, kini sudah terjatuh karena lemas. Raihan segera melepaskan pelukan nya dan menatap wajah sang istri yang masih melengkungkan sebuah senyuman ....


“Zef,... Sayang .. “


“T—terimakasih ... “ ucap Zefa lagi hingga tiba tiba ia memejamkan mata nya hingga membuat Raihan panik bukan kepalang.

__ADS_1


“Enggak! Enggak Zef, ini gaj lucu. Aku mohon bangun dulu Zef, kita belum ketemu anak anak, Zefa aku mohon bangun dulu, Zefanyaaaaa!” teriak Raihan begitu histeris saat menyadari bahwa istrinya sudah tak bernyawa.


...To be continue ........


__ADS_2