
...~Happy Reading~...
Saat setelah Zefa meminta izin keluar untuk menemui dokter. Saat itu juga Raihan berfikir bahwa sebaiknya ia ikut dengan Zefa untuk bicara dengan dokter.
Raihan begitu penasaran dengan kondisi nenek istrinya yang terlihat semakin memburuk. Maka dari itu, Raihan memutuskan untuk menyusul, selagi langkah Zefa belum terlalu jauh.
Namun, ketika Raihan keluar dari ruang perawatan nenek Zefa. Ia sedikit terkejut dan mengerutkan dahi nya ketika melihat istrinya ternyata sedang bersama sahabat nya.
"Kenapa Erick disini?" gumam Raihan sedikit bingung.
Ia tidak mau menegur langsung, ia memilih untuk mengikuti keduanya berjalan secara diam diam. Hingga berakhirnya di depan sebuah ruangan lain yang lebih sepi.
Raihan bisa melihat bagaimana Erick mempersilahkan Zefa untuk masuk, namun tak berapa lama, Erick kembali keluar dan berjaga di depan ruangan itu.
Dan saat itu lah, Erick baru tersadar bahwa sejak tadi Raihan mengikuti nya.
"Rai!" pekik Erick pelan saat melihat keberadaan Raihan.
"Siapa yang sakit?" tanya Raihan to the point, "Dan kenapa Zefa di dalam?"
__ADS_1
"Itu, dia salah satu teman Zefa di kampus. Apa kau lupa, kalau aku dosen di kampus nya, jadi—"
"Apa kau pikir, aku akan percaya?" tanya Raihan langsung memotong penjelasan Erick begitu saja.
Entah mengapa, ia merasa kurang yakin dengan jawaban dari Erick. Ia tidak lupa jika Erick seorang dosen di kampus Zefa. Tapi rasanya tidak mungkin jika seorang Erick bisa se perhatian itu kepada mahasiswi nya jika tidak ada sesuatu.
"Kenapa kau rela mengeluarkan uang mu untuk ku?" tanya Raihan mengubah alur pembicaraan, "Kenapa kau mau membayar pengobatan nenek Zefa demi mau menikah dengan ku?" imbuh Raihan lebih jelas lagi.
Untuk sesaat, Erick terdiam. Ia memejamkan mata nya sambil menarik napas nya dalam.
"Biar kamu, bisa memiliki kehidupan baru. Yang lebih normal dan tentu saja bisa meraih kebahagiaan kamu!" jawab Erick apa adanya.
"Bulshit!" Raihan berdecak tak percaya dengan penjelasan dari Erick.
"Apa hubungan mu dengan Zefa?" tanya Raihan menatap sahabat nya dengan penuh intimidasi.
"Dia... " Erick mengepalkan tangan nya kuat, ia terdiam sejenak, seolah berfikir mungkin memang ini sudah waktunya untuk dia berkata jujur kepada Raihan.
Mungkin, dengan kejujuran nya, Raihan bisa semakin membuka hati untuk Zefa dan melupakan Alika. batin Erick.
__ADS_1
"Jawab Rick!" pekik Raihan yang sudah mulai habis kesabaran.
"Dia adikku, puas!" balas Erick dengan cepat, hingga membuat Raihan langsung terdiam seketika.
"Dia anak ayah ku dari wanita lain!" imbuh Erick dengan tersenyum getir, "Aku benci dia, tapi aku juga tidak tega melihat dia menderita."
Tujuan kedatangan Erick ke Indonesia beberapa tahun yang lalu, memang ingin mencari keberadaan sang adik.
Sejak orang tuanya meninggal, Erick seperti mendapatkan tugas dan perintah dari ayah nya agar ia bisa menemukan adik nya.
Awalnya Erick sangat terkejut, karena ia tidak menyangka bahwa perselingkuhan ayah nya bisa menghadirkan seorang anak dan itu perempuan.
Akibat perselingkuhan itu membuat ibu Erick meninggal dunia. Itulah yang membuat Erick membenci Zefa, dan sampai tega menjerumuskan Zefa pada skandal bersama Raihan.
Erick cukup sadar, bahwa ia tidak akan bisa menerima kehadiran Zefa. Setiap kali ia melihat wajah Zefa, maka ia seolah ikut merasakan sakit yang di rasakan oleh ibu nya.
Maka dari itu, Erick memutuskan membuat scandal itu, bertujuan agar Zefa sedikit menderita.
Namun, nyatanya ia tidak bisa berbohong. Melihat tangisan Zefa, bagaimana perlakuan Raihan ke Zefa, membuat hati Erick seperti tercubit. Namun, ia selalu menyangkal hal itu, dan akan terus membiarkan seolah tidak perduli.
__ADS_1
Dan Erick selalu berusaha meminta kepada Raihan agar membuat Zefa bahagia. Karena biar bagaimana pun, sebenci apapun ia kepada Zefa, ia tetap tidak bisa membohongi hati kecil nya. Bahwa ia ingin melihat adik nya bahagia.
...~To be continue... ...