Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
TAMAT


__ADS_3

...~Happy Reading~...


Tujuh tahun kemudian ....


“Papa, jadi kita mau ke rumah Mama?” tanya seorang gadis kecil dengan rambut ekor kuda yang terlihat begitu senang saat sang ayah hendak mengajak nya kembali berlibur.


“Tentu, apa kau senang?” tanya sang ayah yang tak lain dan tak bukan adalah Raihan.


“Tentu saja, Zefa akan bertemu lagi dengan Mama. Zefa sudah menyiapkan kado istimewa untuk Mama,” ucap anak bernama Zefanya Emanuella itu dengan begitu bersemangat.


“Aku juga sudah menyiapkan kado untuk Mama,” saut seorang anak laki laki yang tak kalah bersemangat dari saudara kembar nya.


“Zafeer, kau itu selalu ikut ikutan!” balas Zefanya dengan memanyunkan bibir nya kesal.


“Apakah tidak salah? Kau yang ikut ikutan dengan ku, apa kau lupa siapa yang ebih dulu membuat kado ini, hah?” kata anak laki laki yang bernama Zafeer Emmanuelle itu dengan sedikit kesal terhadap saudara kembar nya.


Raihan berhasil membesarkan kedua anak nya seorang diri. Sejak kematian istrinya, Raihan memutuskan untuk tinggal di luar negeri bersama kedua anak nya.


Raihan sengaja memberikan nama putri nya yang sama dengan nama sang istri, agar ia bisa selalu mengingat mendiang istrinya.


Raihan memutuskan untuk tidak menikah lagi. Ia merasa sudah cukup menjadi duda dua kali, dan ia tidak mau mengalami kegagalan lagi. Dan kini, fokusnya hanya untuk kedua anak anak nya.


Raihan hanya ingin membesarkan kedua anak nya, lagipula hingga kini ia masih belum bisa melupakan Zefa, dan mungkin tidak akan pernah bisa.


Pada kenyataan nya, rasa sayang dan cinta yang Raihan miliki untuk Zefanya jauh lebih besar di banding perasaan nya kepada Alika dulu.

__ADS_1


Alika, wanita itu juga sudah pergi dua tahun setelah kepergian Zefanya. Akan tetapi, sejak kematian Zefa, Alika di bawa pergi oleh Erick untuk berobat ke luar negeri. Walaupun pada akhirnya ia memang tidak bisa bertahan lama, namun setidaknya Erick bisa merawatnya dan memberikan nya cinta di akhir hidup nya.


Mama Zahra? Hingga kini, wanita yang sudah berumur itu belum mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan kedua cucu nya. Karena, satu minggu setelah pemakaman Zefa, raihan langsung membawa anak anak nya pergi.


Menyesal, sudah pasti. Mama Zarra bahkan sudah meminta maaf kepada Zeffa dan juga Raihan, sampai ia memohon agar putra nya tidak pergi meninggalkan Indonesia.


Namun, rasa kecewanya terhadap sang ibu dan rasa cinta nya kepada Zefa, membuat Raihan memilih untuk hidup menjauh.


Sesekali, papa Nathan dan Willy atau Jingga juga Langit pasti akan menjenguk Raihan dan anak anak nya. Namun, Raihan tidak mengizinkan ibu nya untuk menemui kedua cucu nya.


Kejam? Setidak nya itu lebih baik daripada Raihan harus berbicara kasar terhadap ibu nya. Bukankah sejak awal, memang mama zarra tidak mau mengakui keberadaan kedua cucu nya? Jadi menurut Raihan tidak masalah melarang ibu nya untuk bertemu dengan para cucu nya.


Tidak hanya Raihan yang kecewa dan memilih menjauh dari ibu nya. Bahkan, papa Nathan sempat ingin bercerai dengan istrinya karena begitu kecewa.


Namun, karena permohonan dan bujukan dari kedua anak nya, akhirnya papa Nathan bertahan, walau terkadang ia juga sudah lelah dengan sikap istrinya.


“Hey, kenapa kalian malah berdebat, hem?” tanya Raihan yang langsung mengangkat kedua tubuh anak nya ke atas pangkuan nya.


“Zefa yang mulai!”


“Zafeer yang mulai!” ucap keduanya secara bersamaan.


Raihan tersenyum, ia selalu menyukai saat anak laki laki nya memanggil adik nya dengan sebutan Zefa. Membuatnya selalu teringat akan mendiang istri nya. Meskipun kedua anak nya sering bertengkar dan berdebat, namun Raihan yakin bahw kedua nya saling menyayangi satu sama lain.


“Baiklah, bagaimana kalau kita berkemas sekarang? Papa sudah memesan tiket nya untuk besok pagi.”

__ADS_1


“Really!” pekik Zefa semakin bersemangat.


“Iya Sayang, makanya sekarang hentikan perdebatan kalian dan kita berkemas lalu istirahat, oke!”


“Oke Bos!” seru kedua anak itu yang langsung berdiri tegak sambil hormat kepada sang ayah, hingga membuat Raihan langsung terkekeh.


“Kami sayang Papa, cup, cup!” Zefa dan Zafeer mengecup kedua pipi ayah nya, sebelum akhirnya mereka berlari menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamar masing masing.


Raihan langsung menghela napas nya dengan berat sambil menatap kepergian kedua anak nya yang seolah sudah tidak sabar untuk mengunjungi makam ibu mereka.


Sebelumnya, Raihan juga sudah pergi mengajak Zefa dan zafeer untuk pulang ke Indonesia dan mengunjungi makam ibunya. Namun, bisa di katakan itu sudah cukup lama, jadilah kedua anak nya merasa sangat merindukan ibunya.


‘Terimakasih sayang, terimakasih karena kamu sudah memberikan ku kedua malaikat yang sangat berharga. Aku janji akan selalu menjaga mereka dan memberikan yang terbaik. Tenang lah di sana, dan tunggu kami di pintu surga,’ gumam Raihan sambil menitikkan air mata saat mengingat istrinya.


...~ENDING~...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...🍁...


...Alhamdulilah, akhirnya kamar Raihan selesai. Kita tutup cerita ini sampai disini yaa... Jangan tanyakan soal mama zarra dan yang lain nya, kehidupan Raihan dan anak anak nya sudah baik dan bahagia. Biarkan mereka bahagia dengan cara mereka sendiri......

__ADS_1


...Kita sudahi semua sampai disini, Mommy ucapkan banyak terimakasih untuk kalian semua yang sudah menemani Raihan dan Zefanya dalam mengarungi dunia nya ......


...Love yu All, kita ketemu lagi di kamar Yusuf ya, Comingsoon beberapa hari lagi .......


__ADS_2