Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)

Scandal Sang DUTA (Duda Tampan)
Flashback


__ADS_3

...~Happy Reading ~...


Flashback On...


“Maaf pak, haruskah saya memakai pakaian seperti ini?” tanya Zefa yang sedari tadi merasa sedikit risi dengan pakaian yang ia kenakan.


Berulang kali, ia mencoba menurunkan mini dress nya agar menutupi paha nya, namun lagi lagi kain tipis itu kembali naik ke atas hingga membuatnya terlihat semakin begitu seksii.


“Kenapa? Apa kau tidak nyaman?” ucap Erick malah balik bertanya.


Dengan cepat, Zefa langsung menganggukkan kepala nya dengan tampang yang begitu memelas, “Ini terlalu pendek, jadi—“


“Justru dengan begini, pekerjaan kamu akan terlihat lebih sempurna,” ucap Erick dengan sebuah senyuman smirk menghiasi bibir nya.


‘Kau sama seperti ibu mu, jika seperti ini.’ imbuh Erick dala hati seraya menggertakkan giginya dan mengepalkan tangan dengan begitu erat.

__ADS_1


Setelah memastikan penampilan Zefa sempurna. Erick segera mengajak Zefa untuk menuju ruangan VVIP tempat dimana kedua sahabat nya sudah menunggu.


Sasaran utama Erick malam ini adalah Raihan. Orang yang sudah mengkhianati nya. Walaupun Erick tahu bahwa pernikahan antara Raihan dan Alika, adalah sebuah perjodohan, namun Erick tetap masih menyimpan dendam kepada Raihan, lantaran laki laki itu sudah menyentuh wanita nya.


“Kenapa harus bawa jalangg kemari!” celetuk Raihan yang memang sudah di bawah pengaruh alkohol, namun matanya masih bisa menatap jelas siapa yang di bawa oleh sahabat nya.


Seorang gadis cantik yang berpenampilan begitu seksi dan dandanan sedikit tebal. Siapa lagi kalau bukan jalangg, batin Raihan sambil bersandar pada sofa. Awal nya Erick mengira bahwa Raihan tengah bersama Galen, namun ternyata ia salah.


Hanya ada Raihan seorang di ruangan itu, membuatnya semakin lancar dalam melaksanakan aksi nya. Tak butuh waktu lama bagi Erick dan Raihan bercengkrama dan mengobrol, karena Erick segera pamit untuk pergi.


‘Dia adalah sepupu Galen. Dan dia membutuhkan uang untuk biaya hidup!’ bisik Erick tepat di telinga Raihan, sebelum akhirnya ia benar benar pamit untuk pergi.


“Siapa nama mu?” tanya Raihan mencoba menatap jelas gadis di depan nya.


“Z—Zefanya Pak, “ jawab Zefa sambil menundukkan kepala nya karena takut.

__ADS_1


Berulang kali ia memejamkan matanya erat sambil terus mencengkram ujung pakaian nya. Karena sejak tadi tangan Raihan sudah mulai berkelana menjajah tubuh nya.


“P—pak, tolong jangan seperti ini,” ujar Zefa semakin ketakutan saat dengan tiba tiba Raihan justru mendorong tubuh Zefa hingga terbaring di atas sofa.


“Bukankah ini pekerjaan mu hem?” tanya Raihan sambil menyentuh wajah Zefa dengan begitu intens, “Kau kemari untuk melayani ku bukan?”


Tiba tiba Raihan tertawa di atas tubuh Zefa yang terlihat bergetar karena ketakutan, “Hahaha ternyata si Galen begitu brengsek, sampai harus menjual mu seperti ini.”


“B—bapak salah paham! T—tolong menyingkir, saya—emmmttt!” Zefa sudah tidak bisa menyelesaikan ucapan nya saat tiba tiba bibir nya di bungkam kasar dengan bibir milik Raihan.


Kedua tangan nya sudah di cekal erat di atas kepala, dengan kaki yang juga di himpit oleh tubuh laki laki tersebut.


“Aku tahu, ini adalah rencana kalian untuk menjebak ku. Hah, mereka berdua pikir, aku sudah tidak mampu memuaskan wanita? Kita lihat besok, apa kau masih bisa berjalan normal!” bisik Raihan lagi, lalu ia melepaskan tubuh Zefa dan berdiri.


Jangan kira bahwa Raihan benar benar akan membiarkan Zefa pergi. Saat melihat wanita itu hendak bangkit dan berlari menuju pintu, dengan cepat pula Raihan langsung menarik tubuh Zefa dan mengangkat nya seperti karung beras.

__ADS_1


Raihan langsung membawa Zefa untuk menuju kamar yang berada di dalam ruangan itu. Memang setiap ruangan VVIP di tempat itu, semuanya di sediakan kamar pribadi.


...~To be continue ......


__ADS_2