
kami pun mulai menghafalkan kisi kisi untuk ujian terakhir besok...tiba tiba ketokan pintu terdengar ternyata itu bi Ijah yang hendak mengantar makanan dan minuman kepada kami
"permisi non ini makanan dan minuman yang di suruh oleh nyonya "ucap bi Ijah
"owh iya ni terimakasih...dan taruh aja di atas meja bi"ucap ku sembari menunjuk ke arah meja
"iya non sama sama kalau gitu bibi permisi yah"ucapnya sembari pergi melanjutkan pekerjaannya
kami pun melanjutkan belajar lagi setelah selesai tiba tiba Andre berkata
"hey guys gimana nih kita SMA bakalan pisah?"ucap Andre yang membuat kita semua melirik ke arahnya
"emmm jangan dongg"sahut Ami sembari memasukan bukunya ke dalam tas
"gimana kalau kita satu sekolah lagi?yahh mungkin kita bakalan beda kelas tapi kan kita bisa ketemu setiap hari"usul nifa
"nahhhhh benar banget aku setuju"ucap Andre
"aku ikuttttt"sahut Ami semangat
"aku bebas deh"ucap Karin santai
"bebas"sahut Fadil datar
"eh eh tungguuuu"ucap Andre yang membuat kita semua melirik ke arah dia dengan penasaran
"ada apa?"jawab serentak Erin,Karin, nifa,Ami dan Fadil
"tumben yah nifa tiba tiba pintar biasa kan dia lemot kek keong gitu hahahaha"ucap nya sembari ketawa yang di ikuti oleh kami sedang kan nifa mengerutkan Mulut nya tanda tak suka
"ehhhh kamuuuuu andreeeee awassss yahhhh"dengus nifa kesel sembari melempar kan bantal ke dia
"ehhhh ehh sudah sudah kalian kaya kucing sama anjing aja sih"ucap ku menenangkan nifa dan Andre
"huuuu dasarrrr"ucap nifa ke Andre
"eh gimana kalau kita sekolah di SMA NUSA BANGSA aja katanya bagus sekolahnya sekolah favorit dan kata banyakan orang fasilitas di situ bagus juga gimana mau ngga?"usul Erin
"nah aku setuju"sahut Ami
"boleh goww"ucap Andre dan Fadil
"ayo ayo"sahut Karin sembari mengunyah makanannya
__ADS_1
"emmm oke ayo tapi aku bilang dulu ke mommy and Dady aku yah yah"ucap manis nifa sembari senyum senyum ga jelas
"huuuuh dasar anak mommy mah gitu"ledek Andre
"kamuuuuu andreeeee rasaaaaa innnn ini!"ucap nifa sembari berlari mengahampiri Andre dan hendak memukulnya namun Andre dengan siap langsung lari ke arah kolam berenang dan nifa pun mengikuti nya..dan akhirnya membuat mereka kejar kejaran layaknya kucing dan anjing sembari mengelilingi kolam berenang,aku dan yang lain pun ketawa akan tingkah mereka berdua
"ahhhhh kucing sama anjing soswit bangettttt sihhhhh"seru Karin tiba tiba
"kamu mau rinn ya udah sana kejar kejaran aja sama fadill sana"ucap Ami membuat Karin mendengus kesal
"apaan s---"ucap Karin terpotong karena ucapan Fadil
"Rin aku mau berbicara sama kamu boleh?"tanya Fadil membuat Ami dan aku melongo
"owalahhh kan apa kata akuuuu rinnn ya udah sana jangan di sini nanti aku sama Erin jadi nyamuk"sahut Ami seraya ketawa
"hahaha iya sana gih"titah Erin sambil ketawa
"ehhhh kalian apaan sihhhhh...ayo dill!"dengus Karin sembari beranjak berdiri yang di ikuti oleh Fadil
Karin dan Fadil memilih duduk di ayunan yang ada di pinggir kolam berenang,sedangkan nifa dan Andre Masih kejar kejaran mengelilingi kolam berenang dan Erin serta Ami ketawa terbahak bahak melihat Tingkah laku para sahabat nya itu
"Eh Rin emang kamu udah ikhlas Fadil sama Karin?"tanya Ami di sela sela tawa mereka
"ahhhhh iya juga sihhhhh kamu memang sahabat ter the best kita"ucap Ami sembari tersenyum ke arah ku
"lebay Lo"ledek Erin sembari melirik ke arah Ami yang sedang melihat ke arah depan
di balik itu nifa dan Andre nampak kelelahan namun tidak membuat nifa menyerah untuk berjuang menghajar Andre sedangkan Karin dan Fadil nampak serius
"iya ada apa dill?"tanya Karin to the poin
"aku mau nanya.apa benar kamu menyukai Bima?"tanya Fadil ke Karin yang sedang memandang nifa dan Andre
"memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu?"tanya balik Karin
"ngga apa apa cuman aku hanya memastikan aja jadi benar atau tidak?"ucap Fadil sambil melirik Karin
"bukan urusanmu!"sahut dingin Karin
"tapi Rin aku kan su--"ucapan Fadil terpotong karena Karin hendak beranjak pergi namun lagi lagi Fadil teriak dan menghentikan langkah kakinya dan membuat nifa dan Andre berhenti karena mendengar teriakan Fadil dan Erin serta Ami yang mendengar langsung berdiri memandang mereka
"KARINNNNNN!!!!Aku suka sama kamu Karin!!aku suka!!!kalau emang kamu menyukainya dan bahagia bersamanya aku akan terima dan berusaha melupakan perasaan aku ini ke kamuuu aku hanya ingin mendapatkan jawaban yang pasti!!"teriak Fadil membuat karin membalikan badannya dan menatap Fadil
__ADS_1
"IYA!!!IYA aku menyukai BIMA kenapa? kenapa?bukan kah cinta tak harus di paksakan?"sahut Karin sembari berkaca kaca
"okeyyy Rin okeyyy .... akhirnya aku mendapat kan jawaban nya langsung dari kamu!!makasih karena kamu sudah menjadi alasan aku berjuang selama ini"sahut Fadil membuat hati Karin terasa sakit
"makasih sekali lagi MA-KA-SIH! kamu udh mau berjuang buat aku selama ini maaf maaf kau ga bisa menerima kamu entah kenapa aku sangat sulit membuka hati buat kamu maaf aku tak bermaksud menyati hati kamu...Hiksss ... Hiksss "lirih Karin yang tiba tiba air matanya mengalir
Erin Ami dan nifa berlari menghampiri Karin yang tengah terisak sedangkan Andre memegang bahu Fadil seraya menenangkan nya
"okey rinn okeyy...makasih karena kamu udah mau jujur dan aku janji bakalan berusaha buat melupakan semua nya!....Erin Nifa Ami aku duluan yah terimakasih waktunya"sahut Fadil dan hendak pergi
"TUNGGU FADIL!!"teriak Karin yang membuat langkah Fadil terhenti dan melirik kebelakang
"terimakasih aku yakin kamu bakalan mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik dari aku dan yang benar benar mencintai kamu"ucap Karin sembari menyeka air matanya dengan kasar
Fadil dan Andre pun pergi dari rumah Erin di sepanjang perjalan Fadil hanya membisu dan tidak mengeluarkan sepatah kata apa pun
"sabar bro aku yakin kamu bisa melupakan dan menanam dalam dalam perasaan kamu ke Karin"sahut Andre sembari menepuk pundak Fadil
"apa kah aku bisa ndre?"tanya Fadil
"kamu harus bisa dill aku yakin suatu saat nanti kamu bakalan menemukan seseorang yang selama ini memperjuangkan kamu dan memperhatikan kamu dari jauh dan selalu menjaga hati kamu tanpa kamu ketahui"ucap Andre yang membuat Fadil kebingungan
"maksud kamu?"tanya lagi Fadil
"ah sudah lahh nanti ada saatnya kamu mengetahui semuanya"sahut Andre
di balik Fadil dan Andre kini Ami,Erin dan nifa mencoba menenangkan Karin yang dari tadi menangis karena merasa bersalah
"apa kah aku salah?aku menyukai Bima di banding Fadil hiksss apa kah tindakan aku salah rin"lirih Karin di balik isakannya seraya memeluk Erin
"kamu ga salah rin hanya saja cintai tak datang di waktu yang salah.."ucap Erin
"sabar Rin kamu harus kuat aku yakin Fadil bakalan maafin kamu lagian ini bukan salah kamu atau pun Fadil dan kalau memang Bima jodoh kamu Allah akan mendekatkan kalian"ucap Ami meyakinkan Karin
"nah iya Rin"sahut nifa
"nah semangat sekarang ayo dong mana Karin yang ceria aku yakin kalau dia jodoh kamu dia bakalan datang tanpa kita suruh"ucap ku
"makasih yah kalian selalu ada buat aku selama ini"sahut Karin sembari memeluk para sahabat nya itu
Tak jarang kamu bertanya-tanya, setengah memaki: “Kenapa aku harus jatuh hati pada sahabat sendiri? Seakan tak ada orang lain lagi di dunia ini.”
Tapi cinta memang tak bisa diminta datang dan pergi sesuka hati. Bagaimanapun kamu bersyukur karena hatimu berlabuh kepada dia yang segala tabiatnya telah kamu pahami. Di sisi lain ada setitik takut di hatimu karena kamu tak ingin persahabatan kalian pecah, hancur berserak, dan mati
__ADS_1