
Happy reading đź’›
Ia melangkah dengan angkuh dan dingin aura kepemimpinannya terasa oleh setiap orang guru guru penunjuk dan membungkukkan barangnya tanda hormat semua siswa berdiri
Semua orang sibuk memandang Alex dengan perasaan senang sekaligus bingung wajahnya sangat tampan
'Tuan Alex mengapa ada disini?'
'Apa benar dia papa Nya Erin selama ini'
'Tampan sekali dia'
'Ahhhh meskipun sudah berumur tapi tetap seperti anak remaja yahh'
Erin tersenyum melihat ayahnya berada disini Alex menghampiri anaknya dan memeluknya
Bunga yang kaget begitu juga takut wajahnya sekarang benar benar pucat seperti tomat busuk..tangannya gemetar kakinya ikut bergetar
"Kenapa sayang ada orang yang mengusik mu??"tanya Alex
Erin melepaskan pelukan Nya dan melihat ayahnya "ngga ayah cuman ada yang mencari gara gara aja"
Alex menonggakan kepalanya melihat semua orang kini pandangannya terhenti
Dengan sosok gadis yang berada di hadapannya dengan tangan bergetar dan wajah yang menunduk
"Owhhh iyahhh"ucap Alex memancarkan tatapan sinis Nya "kamu tau sayangg??tak ada yang berani menginjak kita kan??"lanjut Alex
Erin hanya menganggukkan semuanya
"Ayahhh dia bilang ayah tidak berpendidikan makanya aku seperti ini dan aku di sebut anak brengsek"ucap manja Erin sambil tesenyum sinis
"Ohhh iyahh??sepertinya mereka yang salah dan kurang pendidikan sehingga membuat matanya buta oleh harta"ucap tegas Alex
"Kamu berani mengatakan saya tidak berpendidikan dan kamu berani menyebut anak saya anak brengsek...sepertinya kamu salah kamu lah anak yang tidak di didik oleh orang tua mu hingga kamu menjadi anak yang lebih dari orang brengsekk!!!"ucap dingin Alex namun membuat semua orang gentar dan menundukkan kepala
Bunga yang tak bisa menahan air matanya kini jatuh ia menangis
"Kenapa sekarang kamu menangis bukan kah tadi kamu menghina anak saya??ayo hina lagi di depan saya!!"Alex menatap bunga dengan penuh kebencian dan emosi "Anda tahu??saya tidak suka jika ada orang yang mengusik keluarga saya dan Anda tahu???apa akibat dari semua itu???kehancuran kalian ada di tangan saya!!"lanjut Bram dingin dan datar namun kata katanya berhasil membuat semua orang beku di tempat
Teman teman Erin hanya menunduk diam
Bunga meraih kaki Alex menunduk dan menangis di situ
__ADS_1
"Tu-Tuannn maafkan saya hikssss...saya janji saya tidak akan mengulanginya lagi...saya tidak tahu kalau dia itu putri Anda tuannn hikssss...maafkan sayaaaa...tolonggggg saya tuaaannn"
"Lantas kalau Erin bukan anak saya kamu bisa seenaknya menghina?"kata kata Alex berhasil membuat bunga semangkin menjadi
"Ngga tuannn maafff kan saya tuaannn...jangan hukum keluarga saya...saya yang salah tuannn"ucap bunga di tengah isakkannya
"Maaf Anda telat nona semua sudah terjadi akibat dari ayah mu berkorupsi dan mengambil uang dari perusahaan itu akan menghancurkan nama baik perusahaan saya jadi sebelum itu terjadi dengan terpaksa saya harus memecatnya"ucapan Alex lagi lagi membuat semua orang merasa iba kepada bunga namun ia juga pantas mendapatkan semuanya karena telah berperilaku seperti itu
Bunga beralih kepada kaki Erin ia menunduk dan menangis"Erinnnn maafkan aku hikssss aku janji hiksssss ga akan lakuin itu ke kamu lagi hikssss tolonggg ampuni aku hiks aku ga mau berakhir seperti ini hiksss"
Erin tersenyum sinis "maaf sepertinya aku ga bisa apa apa..nasi udah jadi bubur dan ga akan bisa menjadi nasi kembali"ucap Erin
"Sayang sebaiknya kita kembali ke rumah mama pasti sudah menunggu kita"ucap lembut Alex
"Om maafkan saya tidak bisa menjaga Erin dengan baik.."ucap Bram sembari menundukkan kepalanya merasa bersalah
"Gpp Bram terima kasih telah membela Erin dan menyelamatkan Erin tadi tamparan anak kurang ajar ini"ucap Alex dingin
"Ayo kita pulang"ajak Alex
"Tapi ayah tas aku di kelas dan aku belum izin pulang "sahut Erin jujur
"Maaf om kalau tidak keberatan tas Erin saya bawakan"ucap Bram menyela
"Baik tuan"Aldric bergegas pergi
Alex menggandeng tangan Erin dan pergi meninggal orang orang yang masih tak percaya dengan kejadian tadi..bunga yang menangis di lantai hanya bisa pasrah menerima semuanya..ia menangis sejadinya jadinya teman teman bunga hanya bisa menenangkannya tanpa menolongnya
Erin yang tengah berjalan memeluk lengan Alex "pahhh maksihhh yah"ucap Erin
"Sama sama sayang"
Di tempat lain
Seorang pria yang sudah berumur empat sedang memikirkan bagaimana bisa dia pecat begitu saja dan ketahuan akan korupsinya sang istrinya hanya menangis melihat kehancuran keluarganya
"Pahhh gimana ini hiksssss apa yang harus kita katakan kepada bungaaa hiksss"tangisan Ima (ibu bunga)
"Ntah lah ayah pusing bu" Ari memijat pelipis dahi nya
Bunga dengan berat hati menerima surat dari sekolah menyatakan bahwa bunga telah di DO dari sekolah ia melangkah ke rumahnya dengan lemas
"Asslamualaikum"sahutnya
__ADS_1
"Waalikumsallam sayang"sahut Ima mencoba berpura pura namun bunga malah menghambur memeluk ibunya dan menangis
"Ibu hikssssss maafkan bunga hiksss"
"Kamu kenapa sayang"
"Ini semua gara gara bunga hikshhh..bunga yang udah bikin kita kaya gini hikssss maaf kan bunga Bu hiksss"tangisnya Benar benar pecah
Ari berdiri dan menatap anaknya
"Maksud kamu??"tanya Ari
"Aku-aku udah merendahkan dan menjatuhkan anak tuan alexx hiksss dann akuuu di...di di DO bu..yahh"ujarnya jujur
Plakkkkk
Tamparan keras mendarat di pipi bunga
"Kamu!!!bagaimana kamu bisa gara gara kamu ayah di pecat dan kamu tau gara gara kamu ibu kamu juga di paksa berhenti sebagai suster sekarang apa yang harus kita lakukan haaaa???ini semua salah kamuuuu!!"bentak Ari kepada putrinya
Ima yang tak kuasa Menahan air matanya kini jatuh melihat suami dan anak kesayangannya bertengkar hebat
"Maaf kan aku yahhh hikssss"
"sekarang kita mau makan apaaa???rumah kita pasti di sita sebentar lagiii?
Kenapa kamu bisa melakukan ituu kamu tauuu tua Alex paling tidak suka seseorang mengusik hidupnya"ujar Ari frustasi
"Yahhh kita bisa tinggal di kampung ku saja hiksss dimana aku ada rumah pemberian mendiang bunda yahh"ucap Ima sambil menangis
"Aku ga mau tinggal di kampung buu hiksss aku ga mau buuu hiksss"tangis bunga memeluk ibunya
"Terserah kamu yang penting kami akan pergi dari sini sebelum di usir"terang Ari yang langsung pergi ke atas
"Sayang ini ujian kamu harus terima kita akan pindah ke kampung sementara yahhh sabarrr nakkk...Lain kali kamu tidak harus bersikap seperti itu kepada orang lainnn ibu ngga pernah ngajarin kamu nakk ibh ngga ingin melihat mu tumbuh sebagai gadis pemberontak dan manja"jelas Ima menyela isakannya
"Iyahhh buu bunga sadarrr"
"Nahh gitu ayo ke atas kemas semua barang barang mu"
_o0o_
Erin dan Alex sampai di kediamannya mereka berjalan memasuki
__ADS_1