sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
Episode 19


__ADS_3

Minggu Pagi


hari ini begitu cerah sama hal nya seorang gadis yang mengenakan gamis berwarna biru langit itu dengan kerudung yang senada sedang duduk di teras balkonnya sambil memainkan handphone nya itu...hari ini para sahabatnya itu akan berkunjung ke rumah nya dan menghabiskan waktu bersama..


hari-hari begitu cepat seminggu lagi mereka akan meneruskan pendidikan nya ke sekolah menengah atas...begitu juga dengan perasaan seseorang semakin ia ingin melupakan semakin juga perasaan itu tumbuh,semakin kita ingin menjauh semakin juga ia mendekat dan semakin kita ingin membuang nya jauh jauh semakin dalam juga perasaan itu


tok tok tok!


"sayanggg sahabat mu sudah dateng tuh"teriak mama di depan pintu kamar ku


"iya mam aku segera turun"sahut ku


Erin pun turun menuruni anak tangga menuju ruang tamu yang sudah ramai dengan para sahabat nya itu,Ami dengan mengenakan gamis berwarna abu dan kerudung berwarna hitam menambah kecantikan pada wajah nya


Hanifah mengenakan gamis berwarna merah maron dengan kerudung cream nya itu menambah kelucuan nya,Karin mengenakan gamis berwarna merah menjadikan wajahnya terlihat sangat putih, Andre mengenakan jeans berwarna hitam dan baju berwarna putih,Fadil dengan celana jeans nya serta baju berwarna hitam polos menambah ketampanannya,Bima mengenakan celana jeans pendek dan kaos putih polos


"Erinnnnaaa....huwaaaaaa aku kangennn banget pergi bareng sama kamu nihhhhh dah lamaaaaaa kan"teriak nifa yang Bangun dari duduknya dan berhambur memeluk Erin yang baru saja turun


"owalahhh aku juga nifff kangen bangettttt"jawab ku yang langsung membalas pelukannya


"jadi ke kita ga kangen nihhh"sirik Ami


"Iyah nihhh jadi gituu"selah Karin


"ya Allahhhh sini sini aku peluk dehhhh"ucap ku langsung memeluk mereka berdua


"aku juga dongggg peluk kan kita juga butuh pelukan"sahut bima membuat semua orang melongo


"sini sini aku peluk deh"ucap Andre langsung memeluk Bima yg duduk di sebelah nya itu


"ihhhh Lo apaan sihhhhh najissss bangettttt lepasinnn deh"dengus Bima sembari meronta ronta...


"kenapa gw punya temen kaya mereka bangettttt ya Allah"keluh Fadil


'hahahah' tawa mereka mengisi ruang tamu tersebut

__ADS_1


"jadi kita ngapain nih?."tanya Ami


"gimana kalau kita ngobrol dan bersantai ya di taman belakang erin?"usul nifa


"boleh juga tuhhh apa lagi sambil bakar Bakaran"ucap Bima


"ehhh nifa sejak kapan Lo pintar ha?"sahut Bima sambil melirik nifa


"heeeeee Lo baru tau yah gw pintarrrr kemana aja sihhhhh"ucap bangga Nifa


"hahahaha sejakkk tau kalau ayam beranak"ledek Andre yang langsung mendapat kan lemparan bantal dari nifa


"diem Lo"ucap nifa cemberut


"sudahhh mendingan kalian kebelakang aja langsung...aku mau menyuruh bibi untuk menyiapkan semuanya"ucap ku memisahkan mereka berdua


"ayoooo"


mereka telah berada di taman belakang rumah Erin yang tidak terlalu besar namun sangat nyaman nan indah, berbagai tanaman,bunga bunga tumbuh dan mekar di taman itu sebuah ayunan yang tertutup membuat seseorang tambah nyaman saat berada di taman itu



"eh rin gimana kabar kamu kebelakangan ini?"tanya Fadil yang sedang mengambil beberapa sosis


"Baik baik aja kok.. memang kenapa?"tanya balik Erin yang sedang menusuk sosis


"baik juga"jawab Fadil yang mendapatkan anggukan dari erin"aku boleh nanya?"tanya lagi Fadil


"boleh lah minta izin segala kek kesiapa aja"jawab Erin seraya tertawa kecil


"serius dongggg"melas Fadil sembari menatap Erin


"iya iya nih serius"ucap Erin yang menaruh tusukan dan sosis nya di pinggir dan langsung memiringkan badannya dan menatap Fadil


mata mereka bertemu dan mereka saling menatap satu sama lain ntah lah keindahan keduanya membuat suasana mereka tenang dan damai

__ADS_1


'duhhhh kok gw jadi deg degan gini sih dapet tatapan dari Erin apa emang gw udah jatuh cinta sama dia?'batin Fadil


'ya Allah kenapa jantung aku jadi deg degan gini apa mungkin aku kena serangan jantung? ahkk ga mungkinnn'batin Erin


"Erin erinnn helowww"ucap Fadil sembari memainkan tangannya di muka Erin dan dengan langsung Erin tersadar dari lamunannya


"e-eh iya ada apa ceper dong cerita"sahut Erin gugup dan mengalihkan pandangannya ke arah lain


"to the poin aja yah...apa benar kamu menyimpan perasaaan ke aku selama 3 tahun ini?"tanya fadill


deggg


pertanyaan Fadil membuat jantung Erin terasa berhenti sejenak ... inilah pertanyaan yang selama ini ia hindari dan ingin menguburnya dalam dalam


"a-apa mak-sud mu"ucap ku gugup


"iyaaa ada orang bilang kalau kamu menyukai ku kamu tak usah tegang gitu bukan lagi di pengadilan juga lagian"sahut Fadil yang melihat Erin begitu tegang


"maaf... se-sebenarnya aku itu emmm"ucap ku yg begitu gugup dan tenggang karena bingung harus menjawab apa dan seperti apa


"aku tahu kok jawaban mu itu 'iya' kan"tanya Fadil penuh yakin karena memang itu jawaban Erin yanh membuat Erin salah tingkah dan sebenarnya memang iya tapi dia bingung harus berkata apa


"tidakkkkk!"jawab Erin cepat dan meraih tusuk sate kemudian melanjutkan kegiatan nya itu


"masa"ucap Fadil yang sama melanjutkan kegiatan nya itu


"kalau pun iya kamu ga akan pernah menyimpan perasaan yang sama iya kan?"ucap Erin jujur


"dulu"balas Fadil yang sibuk dengan kegiatannya


"maksud nya?"tanya Erin bingung


"iya kalau seandainya kamu masih menyimpan perasaan mu itu kepada ku dan sekarang aku membalas perasaan mu itu bagaimana?"jawab Fadil jelas membuat Erin membulatkan mata


'dia ga main main kan apa yang dia ucapkan ohhh nooo ini semua membuat ku bingung tapi aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya'batin Erin

__ADS_1


________________________________________


jangan lupa tap jempol kalian😋


__ADS_2