sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
Episode 23


__ADS_3

#HariPertamaSekolah


hari hari berlalu begitu cepat,hari ini adalah hari pertama anak Indonesia mulai masuk sekolah lagi termasuk Erin dan para sahabatnya itu.


Erin sudah siap dengan baju yang sama seperti dulu yaitu warna biru putihnya,karena seragam dari sekolah barunya belum di tentukan,Erin yang sudah siap turun ke bawah menuruni anak tangga untuk menghampiri papa dan mama nya yang berbada di meja makan


"selamat pagi maaa... paaaa"ucap Erin sedikit teriak dan menghampiri orang tuanya


"pagi sayang"sahut papa yang tengah duduk


"sini sayang sarapan duluu"ucap mama yang langsung memberiku piring yang berisi nasi dan lauknya


"iya mahhh"ucap ku


"sekarang biar papa aja yang anterin kamu yah nak"tawar papa yang sedang makan


"emmmm benarkah pahhhh??"tanya Erin Semangat


"iyaaa"jawab papa


"lahhh terus mama sendirian dongg"melas mama


"Erin lihat lah mama mu sedang cemburu kalau kita pergi berdua nihhhh"ledek papa


"apaan sih kamu pahh kesel dehh"dengus mana kesal


"ya ampunnnn mahhh aku cuman pinjam papa sebentar doang lohh ga akan tuh aku bawa kabur papa"ucap ku


"hahahaha erinn seandainya kamu bawa papa kabur paling kamu habis di terkam harimau putih lohh"tawa papa pecah karena ucapannya itu


"ahhhh harimau putih siapa pahh emang ada harimau putih ha?"tanya polos Erin karena ia benar-benar tak mengerti


"tuh harimau nya ada di depan kamu sayang"sahut papa yang mendapat cubitan dari mama


"ah papa hahahaha udah pahhhh udah Erin ga kuatttt hahaha kasian mama tuhh"ucap ku sembari tertawa yang di ikuti papa,beda dengan mama yang cemberut


"tau ah mama kesel sama kalian berdua"gungam mama yang hendak ingin pergi namun tangannya di tahan oleh papa sehingga duduk di pangkuan papa


"Heyyy jangan marah dongg ga malu apa sama anak kita tuh"sahut papa sembari melirik ke Erin yang tengah melanjutkan makannya


"bodo"singkat mama yang masih marah


"sayanggg ayo lahhh jangan marah seperti ini aku sangat gemas melihat mu seperti ini sangat lucu dehhhh"pujuk papa yang membuat pipi mama merona merah


"apaan sih papa ah"sahut mama malu dan memalingkan wajahnya


"khmmm...liat liat dong kalau mau bermesraan jangan di sini oiii"sinis Erin karena ia merasa jadi nyamuk


mama yang sadar ada di pangkuan papa langsung berdiri dan duduk di kursinya kembali


"sayang kalau kamu mau ikut ayoo lagian mobil juga muat kok buat tubuh kamu yah kan"goda lagi papa


"kamuuu pahhhh udah ahhh males"teriak mama yang mendapat tawaan dari papa


"ahhhh udah deh papa mama kalian tuhh berantem Mulu pusing Erin liat nya, mendingan Erin pergi sendiri aja"sahut Erin langsung pergi namun tertahan oleh ucapan mama


"iya sayanggg sttt jangan marah kita berangkat sekarang"pujuk mama


"iya udah ayo keburu Erin telat nihh"ucap Erin yang terus berjalan


akhirnya Erin dan kedua orang tuanya pergi dari kediamannya,jalan cukup macet karena mungkin sekarang adalah hari pertama semua orang beraktivitas lagi setelah liburan kemarin


sesampainya di sekolah Erin melihat banyak sekali siswa siswi baru yang sedang berbaris di lapangan dan menunggu sambutannya,Erin yang baru turun dari mobil yang di ikuti papa dan mama tiba tiba seseorang memanggil nya


"erinnaaaaa"teriak seseorang


"nifaaaaaaa"teriak Erin langsung memeluk nifa


"assalamualaikum om tante"sahut nifa langsung mencium punggung telapak tangan papa dan mama


"waalaikumsallam mana yang lai--"ucap papa dan mama


"assalamualaikum om Tante"sahut Ami,fadil, Karin, andre yang baru datang


"waalaikumsallam"

__ADS_1


"yah udah erinn sayang papa sama mama pulang dulu yah,kalau ada apa apa beritahu papa yah"ucap papa yang di angguki oleh ku "owh iya fadil titip anak om yah"sahut papa lagi,kali ini ucapan papa membuat semua orang membulatkan mata


"pahhhh Erin bukan anak kecilll ihhh"gerutu Erin namun di hiraukan oleh Alex


"walahhh punya tanggung jawab baru nihh fadil"ledek nifa


"apaaan sih Lo udah ah ayo baris"dengus ku


Erin dan para sahabat nya pun mengikuti arahan Kaka kelas mereka, mereka mulai masuk ke dalam halaman sekolah yang begitu besar berbagai tanaman di tanam didalam pot yang berada di koridor sekolah pohon besar di samping sekolah yang di bawah nya terdapat bangku, eskalator di tengah tengah ruangan sekolah, berbagai buku tertata rapi di pinggir pinggir koridor, pokonya sungguh indah dan bakalan nyaman banget


"assalamualaikum wr.wb, selamat datang semua nya,,halooo perkenalkan nama saya bunga lestari saya adalah ketua OSIS di sini,buat kalian yang baru datang saya harap kalian senang belajar di sini dan saya harap kalian selalu mengikuti semua aturan yang ada"jelasnya


"perkenalkan nama saya Rafi Sanjaya saya adalah ketua pelaksana disini,saya harap kalian selalu mengikuti arahan para Kaka Kaka kelas kalian dan untuk ospek di mulai besok jadi persiapkan diri kalian,bunga kasih mereka perhatian dan beri tahu apa saja yang harus mereka siapkan"tegas Rafi


bunga memberikan arahan dan memberi pengertian apa aja yang harus mereka bawa untuk esok hari hingga semua nya mengerti


"sudah jelas kan,saya harap kalian bisa melakukan nya dengan baik!"sahut bunga dingin


"siap kak"ucap semua siswa


hari ini adalah pembagian kelas yang di mana


semua siswa merasa tegang termasuk Erin dan teman temannya ia takut mereka berpisah,namun memang kenyataannya mereka harus berpisah,dan memperintahuan itu di pajang di mading sekolah


sesuai dengan jurusan Erin,fadil,nifa dan Ami masuk jurusan IPA, sedangkan Andre dan Karin masuk jurusan IPS


"ahhhh kita harus pisah nihhh"keluh amii


"ahhh ***** gw ga mau lah"sahut Andre


"gimana lagi dah takdir"ucap fadil santai


"nah iya gimana lagi,kan meskipun kita beda sekolah kita tetap bisa kemana mana bareng terutama istirahat"sahut Erin


"Alhamdulillah akhirnya pisah dari c licik ini akhirnya ya allah"syukur nifa tiba tiba


"alahhhhh nifff awas aja kalau kamu rindu sama c Andre tuh"ledek Ami


"nahhhhh awas lo kalau rindu gw"sahut andre


"assalamualaikum permisi disini ada yang masuk jurusan IPA?"tanya seseorang


"waalaikumsallam iya kak saya"sahut Erin sopan yang mengangkat tangannya begitu juga dengan fadil,nifa dan Ami


"owh iya perkenalkan saya Sinta Amalia,dan kenal kan ini teman saya namanya Danu ataya purwari panggil aja kak danu,kita anggota OSIS dan di tugaskan untuk mendampingi dan mengarahkan kalian selama ospek berjalan untuk yang IPA ikut saya dan yang IPS ikut danu"jelasnya


"owh iya kak terima kasih"


IPA


Nifa, Erin,Fadil, dan Ami mengikuti Sinta dan akhirnya mereka masuk ke dalam kelas yang lumayan luas,cat berwarna putih, berbagai karya karya anak IPA di panjang di dinding,Erin dan ke-3 sahabat nya itu duduk dan mengikuti arahan Kaka-kaka OSIS


"rin kok kita di Arahin sama kak bunga sih dia kan galak banget kaya nya,tapi aku suka sama kak Sinta dia baik banget sumpah"bisik nifa yang berada di depan Erin


"sttt kamu jangan kaya gitu siapa tau kak bunga baik kan kita juga belum kenal sama dia"jelas Erin setengah bisik


"heyyy kalian malah bisik bisik di sini saya sedang berbicara yah jaga sikap kalian"teriak bunga mengisi ruangan dan membuat anak a akan yang lain melirik ke arah nifa dan Erin


"ma-ma-maaf kak"ucap Erin dan nifa


"Sudah sudah,,,lebih baik kita bahas lagi yang sedang kita bahas sekarang yah"ucap lembut Sinta


"sin Lo kok belain dia sihhhhh liat kelakuan dia nanti dia bakalan ngeyel"bisik bunga


"dia anak baik bunga"bisik Sinta


"alah baik di depan di belakang busuk"sahut bunga namun dihiraukan oleh Sinta


IPS


karin dan Andre masuk mengikuti Danu,ia duduk di bangku nya masing masing.karin masih diam dan tidak bersemangat karena kepergiaan bima membuat Karin tidak memiliki semangat, sehari-hari nya ia hanya murung kadang menangis, memang sulit melepaskan seseorang yang kita cintai begitu saja


"rinn Lo jangan diam aja dong senyum dikit"bisik Andre yang berada di belakang Karin


"serah gw"ketus Karin

__ADS_1


Danu menjelaskan apa saja yang harus di bawa untuk esok hari,namun saat ia menjelaskan mata nya tertuju dengan sosok


cantik dan putih yang sedang menidurkan kepala di atas lipatan tangan nya Karin!


Danu menghampiri meja Karin


"heyyy"sahut sabut sambil mengetuk meja Sontak membuat Karin bangun dan kaget


"BIMAA"teriak Karin membuat semua orang melirik ke arahnya


"saya bukan bima!"sahut Danu heran


"maaf kak saya ketiduran"ucap Karin


"iya ga apa apa kamu sakit sebaiknya ke UKS aja"sahut Danu


"ngga kok kak"lirih Karin sembari menunduk


"baik lah perhatikan ke depan"tegas Danu


"menggapa begitu sulit untuk melupakan mu, melupakan kenangan bersama mu,tawa dan senyum mu selalu nampak di benak ku ini, meskipun aku tak yakin bahwa kamu memikirkan hal yang sama,namun sungguh aku merindukan mu!" batin Karin


*


*


*


Bel istirahat berbunyi satu persatu anak anak mulai meninggal kan kelas namun di saat erin, Fadil,nifa dan Ami akan keluar mata Erin tertuju oleh satu sosok perempuan cantik,angun,putih,bulu matanya lentik sedang membaca sebuah novel di kursinya itu..Erin ingin mengenal sosok perempuan cantik itu


"sebentar kalian duluan aja gw kesini dulu"sahut Erin


"mau kemana Rin?"tanya nifa dan Ami berbarengan


"ke dia"Erin melirik perempuan itu yang sedang asik membaca sebuah novel


"ngapain"tanya Fadil


"kenalan aja ga apa apa kali"sahut Erin


"yah sudah kita duluan yah nanti kamu nyusul loh awas kalau ga nyusul"sahut Ami


"okeyyyyy"ucap Erin


"hati hati Rin"sahut Fadil sembari senyum ke arahnya dan mendapat anggukan dari erin


akhirnya ami,nifa dan Fadil pergi ke kantin duluan lalu ia menghampiri sosok perempuan cantik itu


"assalamualaikum"


"waalaikumsallam"sahut nya


"boleh aku duduk di depan mu?"tanya Erin


"tentu"sahutnya lagi yang langsung menaruh novel nya itu


"kenalkan nama ku Erina Naila Arkarna"


"owhhh nama ku Naisa Salwa Az-Zahra panggil aja nisa"


"owhhh senang bertemu dengan mu"


"iya hhhe"sahut Naisa


"owhhh iya aku lupa aku harus cepat cepat ke kantin,kamu aku ikut?"tawar Erin yang beranjak berdiri


"boleh"jawab Nisa


mereka pergi menuju kantin di sepanjang lorong sekolah Nisa dan Erin berbincang bincang mengenai kehidupan mereka,jadi Naisa itu sosok cewe yang pendiam,ga banyak ngomong,santai orang nya namun ia pintar,dia jadi ga anak orang yang lumayan kaya namun tak sombong di saat mereka sedang berjalan dan tertawa tawa Erin tak melihat ke arah depan dan menubruk seseorang


Brukkkk!


hampir aja Erin jatoh namun bahunya di tahan oleh sosok pria tinggi yang mengenakan jas berwarna biru


"maaf saya tak sengaja"sahut seorang pria tersebut namun Erin masih sibuk Merapi kan bajunya itu

__ADS_1


"iya ga apa ap--- Kak Bramm"sahut Erin yang senang bertemu dengan bram


__ADS_2