sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
Episode 21


__ADS_3

hari ini adalah hari yang begitu cerah, matahari begitu terik dan panas, seorang gadis sedang bersantai di atas ranjang nya dengan mengenakan baju santainya itu sembari memainkan handphone genggam nya


-GRUP


Ami:heyyyy sebentar lagi kita sekolahh ayeee


Karin:Ahhhh ga sabar deggg


Erin:iya nihhh Seruu banget pastinya


Nifa:pasti dong kan banyak cogan cogan wkwkwk


Andre:alahhhhh cogan Mulu Lo


Fadil:cie cemburu lo yahhh


Nifa:sewot banget sihhhhh suka suka gw dong


Andre:diem loo Fadil!


Erin yang tengah baca baca grup,namun tak di sangka Fadil memberi sebuah pesan,Erin langsung membukanya


Fadillah:


Erin gimana keadaan tangan Lo baik baik aja kan?


Erina:


alhamdulillah baik baik aja kok,kenapa kok tumben ngechat?


Fadillah:


ngga boleh?


Erina:


ngga ngga tumben aja kenapa ada apa?


Fadillah:


gpp cuman nyoba kuota gratis aja


Erina:


ihhhhh nyebelinnn


Fadillah:


tapi suka kan?


Erina:


ga!


Fadillah:

__ADS_1


masak


'ahkkkkk Fadil nyebelin pokok nya sebelinnn ga mau tau nyebelinnn..pokoknya Erin marah sama fadilll'teriak Erin


toktoktok!


ketukan pintu membuat Erin berhenti teriak dan beranjak dari tempat tidur nya dan menuju ke arah pintu dan membukanya


"mama,ada apa mah?"tanya Erin


"nakk di bawah ada Bima tuh!"jawab mama


"ahhhh Bima ngapain mah?"tanya Erin lagi


"mana mama tau sana samperin kasian nungguin"ucap mama


"iya sebentar"


erin mengambil hijabnya dan memakainya kembali,ia bergegas keluar dari kamar untuk menemui bima perlahan Erin menuruni anak tangga dan benar saja Bima sedang menunggu nya di ruang tamu


"hey Erin"sapa Bima


"hey, ngapain kamu ke sini?"tanya Erin


"owh gw di ga boleh ke sini jadinya,udah mulai lupa sama sahabatnya dari kecil yah"ucap Bima membuat Erin diam seribu bahasa


"e-e-engga ada apa gitu kesini kan tumben sendirian"sahut Erin gagap


"rin kita ke taman belakang yu aku pengen ngomong in sesuatu nih"ajaknya yang langsung di angguki oleh Erin


"jadi ada apa?"tanya Erin lagi


"sabar dong knp sih lo kaya yang lagi kesal aja"ucap Bima


"itu gue lagi kesel sama fad-"


Erin tidak melanjutkan ucapannya karena selama ini ia tidak memberi tahu bahwa ia menyukai fadil,namun tak di sangka Bima telah mengetahui semuanya


"Fadil?kenapa sama tuh bocah apa dia nyakitin Lo ha? kenapa?"cerocos Bima


"ngga bukan,cepet kamu mau ngomong apa aku pengen tidur nih"sahut Erin ngeles


"Erin aku mau tanya apa kah kamu benar benar tidak memiliki rasa sedikit pun kepada ku?"tanya Bima membuat Erin membulatkan matanya karena selama ini ia hanya menganggap nya sebagai seorang Kaka


"a-a-apa maksud mu?"ucap Erin benar benar tidak tahu apa maksudnya


"gini Erina Naila Arkarna,aku menyukai mu sejak kamu naik kelas 8 aku menyukai mu sungguh kau tumbuh menjadi gadis yang cantik,baik,dan murah hati"puji Bima yang lagi lagi membuat keringat Erin turun tiba tiba


"ahhh tapi Bim-"


"aku tidak memaksa mu Erin karena aku tau kamu hanya menyukai Fadil iya kan?tapi aku tidak bisa melihat mu berjuang sendirian buat dapetin hati dia erin,dan aku ga mau melihat mu sedih dan gelisah terus"jelas Bima


"maaf,maafkan aku karena aku tidak tahu itu,ntah menggapa setiap aku ingin melupakan nya tapi hati ini berkata untuk berjuang lagi "lirih Erin sambil menunduk


"kenapa harus mengejar yang tidak pasti jika di sini masih ada yang pasti"

__ADS_1


batin Bima yang tengah memandang Erin yang berada di sebelah nya sembari menunduk itu


"aku paham,aku hanya ingin melihat mu bahagia meskipun bukan dengan ku,aku hanya ingin melihat mu tertawa meskipun bukan bersama ku,aku hanya tak mau melihat mu sedih dan menangis lagi,dan aku sadar aku bukan lah seseorang yang mampu membuat mu bahagia,aku hanya lah orang yang mengagumi mu dalam diam"ucap Bima


"maafkan aku Bima maaf mungkin kamu bisa menemukan perempuan yang lebih baik lagi dari aku maaf"lirih Erin yang masih menunduk dan tak berani memandang Bima


"gpp erin aku mengerti,aku akan berusaha merelakan mu namun aku tak akan pernah melupakan mu dan tidak akan pernah,dan aku punya satu permintaan"ucap Bima membuat Erin kembali memandang Bima


"a-a-apa"tanya Erin


"kau harus menganggap ku sebagai Kaka mu,dan tempat cerita mu"jawab Bima


"iya aku pasti akan menjadikan mu sebagai Kaka ku sebagai Kaka aku yang pertama dan sangat istimewa"ucap Erin semangat karena ia akhirnya mempunyai seorang kakak meskipun bukan Kaka kandung nya


"adik yang baik...semoga kamu akan selalu bahagia dengan pilihan mu itu"sahut Bima


"adik dan kakak sekarang nihh...jadi kalian adalah anak mama yang sangat tampan dan cantik"ucap mama tiba tiba datang dengan membawa nampan yang berisi minuman


"mama Tante"ucap Erin dan Bima serentak


"sejak kapan mama di situ"ucap Erin


"sejak tadi lah"sahut mama sambil menaruh minuman di atas meja


"mama mendengar semuanya?"tanya Erin panik


"kalau iya kenapa, ternyata anak mama ini sudah besar yah"jawab mama dengan santai


"tan-"


"etssss jangan panggil Tante panggil aja mama seperti Erin kan sekarang kamu Kaka Erin juga"potong mama


"iya tan..eh mama"ucap Bima gugup


"anak pintar"sahut mama sembari mengelus tangan Bima "kamu sekolah di SMA NUSA BANGSA juga kan?"tanya mama


"ah itu Bima lupa Bima ingin memberi tahu bahwa Bima akan ikut bersama papa ke Prancis dan kurang lebih Bima akan tinggal di sana dan sekolah di sana juga"jelas Bima jujur


"APAHHHH!!"teriak Erin spontan


"tenang sayang Kaka mu pasti mengabari mu selalu"sahut mama


"iya Erin santai saja aku akan selalu mengabari mu...itu juga jika ada waktu wkwkwk"canda Bima


"ihhhhh nyebelinnn"tukas Erin


"Bim tapi ada seseorang yang selama ini mengagumi mu dan tulus menyukai mu"sahut Erin


"aku tau tapi aku belum bisa buka hati buatnya dan lagian aku sudah bulat dengan keputusan ku ini"ucap Bima


"yah sudah gimana kamu saja Bima mama yakin keputusan kamu adalah yang terbaik,dan Erin kamu jangan menghalangi Bima untuk mengejar cita citanya itu biar lah dia mengapainya setinggi mungkin"ucap mama sembari mengelus rambut hitam Erin


"maaf ucap Erin"


"cinta itu sederhana jika kamu tidak mampu membuat nya tertawa,cukup tidak membuat nya terluka."

__ADS_1


mereka berbincang bincang sebagai hal..dan menghabiskan waktu bersama karena Bima besok harus pergi dan meninggalkan negeri ini, waktu sudah mulai larut begitu juga dengan langit yang sudah mulai gelap,Bima pamit kepada Erin,Alex dan istrinya itu,karena ia harus menyiapkan perlengkapan nya untuk esok hari.


__ADS_2