sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
Episode 7


__ADS_3

sesampainya di kantin Erin dan yang lain sudah memesan makanan mereka termasuk makanan untuk Karin dan Fadil.karin yang baru saja datang yang di susul oleh Fadil langsung duduk tanpa sepatah kata apa pun


"udh beres urusanya nih"tanya Ami yang membuat semuanya menoleh ke arah karin dan Fadil


"emm apaan sih nggak kok"jawab Karin yang di angguki oleh Fadil


"emm baik lah sudah mendingan kita makan Yo"ajak ku


"gowww"


setelah selesai makan kami bergegas ke lapangan sedangkan Fadil dan Andre duluan ke kelas karena di panggil oleh pembina basket.Erin,nifa,Ami dan Karin duduk dipinggiran lapang sambil melihat anak anak yang sedang pemanasan


"eh Rin kamu kenapa kok diem Mulu"tanya ami,iya memang setelah Karin selesai berbicara dengan Fadil menjadi diam saja


"iya nih kenapa cerita dong"sahut nifa yang angguki oleh ku


"aku bingung apa kah cinta itu harus di paksakan?"ucap Karin yang membuat kita bengong


"ngga lah,masa iya cinta di paksakan jangan kan cinta sesuatu yang di paksakan itu akan berakhir tidak baik lebih tepatnya tidak berjalan lancar"jawab Ami sambil ketawa


"iya rin cinta itu ga boleh di paksakan apa lagi kamu ngga menyukai nya"sahut nifa

__ADS_1


"iya memang cinta ngga boleh di paksakan tapi jika orang itu benar-benar menyukai kita dan udh berjuang buat kita kenapa ngga coba buka hati aja?"tanya ku


"emm aku mau jujur sebenarnya aku suka sama Bima tapi fadil?"


jleb


ntah kenapa tiba tiba hati Erin sakit ketika mendengar itu ntah dia takut untuk melihat Fadil terluka atau apa kah Bima juga menyukai nya?


"ahhhhhhhh"semua melongo mendengar kata kata itu terutama aku


"Rin menurut aku kamu itu harus belajar menghargai perjuangan seseorang apa lagi dia mungkin udh berjuang lama buat kamu,dan sekarang kamu malah berjuang buat orang lain pasti itu rasanya sakit Rin"ucap ku dengan hati yang benar-benar ingin menangis tapi aku harus terlihat kuat di depan para sahabat ku ini


"yah sudah sekarang gini aja kamu pastikan Bima Suka ngga sama kamu jangan sampai dia ngebaperin kamu doang Rin"ucap Ami


"nah iya,terus sekarang lebih baik kamu ngomong ke Fadil kasian dia kalau harus kamu bohongi terus"sahut nifa


"nah iya Rin jangan sampai dia sakit hati,seharusnya kamu beruntung Rin kamu di perjuangkan oleh orang orang yang benar-benar menyayangi mu,banyak orang yang ingin selalu ada di posisi kamu Rin"ucap ku yang membuat Karin menunduk "udah Rin Jan begitu aku cuman memberi tahu kamu aja kok"


"maapin aku temen-temen,aku ga bermaksud dan aku juga bingung dengan perasaanku ini?"ucapnya


"udah udah kok jadi sad gini,gpp Allah akan kasih jalan keluarnya kok tenang aja Rin,kita bakalan selalu ada buat kamu bakalan selalu semangatin kamu dan dukung keputusan kamu apa pun itu"sahut Ami sambil memeluk Karin yang di ikuti oleh aku dan nifa

__ADS_1


"nah se--" ucap ku terpotong karena tiba tiba seseorang datang menghampiri kita


"hee kalian ngapain duduk di sini di pinggir lagi kek gembel aja"ketus Siska tiba tiba datang dan berkata yang tidak pantas


"bebas dong emang ini lapang Nene moyang Lo"ucap Ami yang tak kalah ketus


"hhahah nga sih cuman malu maluin dong kalian kan anak pengusaha tapi kok duduk dimana aja aneh hhha"celoteh Siska yang di iringi ketawanya yang membuat pengdengaran orang rusak


"emang kita anak orang mampu tapi kita tak sesombong kamu orang yang selalu manja ga mau berteman dengan orang yang beda derajat,,kita itu terbuat dari tanah dan akan kembali ke tanah...jadi apa yang harus di bangga kan!?"ucap ku panjang lebar yang membuat Siska tertawa geli


"kalau ceramah di masjid bukan di sini!"ketusnya sambil tertawa dan melangkah pergi


"huuuuh dasar Nene lampir!!"teriak Karin yang sudah mulai kesal


"hhha dasar kamu Rin"semua ketawa karena ucapannya tadi..


Jika kesabaran tak cukup untuk melahirkan kesadaran mungkin kehilangan akan menjadikan yang lebih paham:


bahwa yang tak pernah menyerahkan juga punya rasa lelah,dan yang terus berjuangpun memiliki alasan untuk tidak bertahan lagi


-erina

__ADS_1


__ADS_2