
Pagi itu jam menunjukkan pukul 04.54 gadis itu perlahan membuka matanya sedikit demi sedikit dan segera turun dari ranjangnya menuju kamar mandi ia mengambil wudhu terlebih dahulu untuk menunaikan shalat subuh setelah itu Erin memakai mukenanya dan segera melaksanakan shalat nya dengan khusyuk, setelah itu ia bergegas mandi untuk pergi ke sekolah.Hari ini ia memakai baju olahraga berwarna biru yang di pinggirnya terdapat warna putih dan memakai hijab berwarna biru Dongker yang senada dengan baju nya,tak lupa jam tangan yang selalu melingar di pergelangan tangan kirinya usai itu ia bergegas turun untuk sarapan pagi
"selamat pagi ma..Pah"ucap ku sambil menghampiri mereka
"selamat pagi juga anak papa"jawabnya sambil mengecup kening ku
"pagi anak mama"jawab mama sambil memberikan piring yang berisi nasi dan lauknya,aku pun menerima nya dan duduk di samping papa,kami pun makan menghabiskan sarapan pagi kami
"belajar yang benar sayang fokus yah jangan memikirkan apa apa kecuali ujian mu itu"sahut papa tiba tiba setelah selesai makan
"emm iya pah lagian erin mikirnya apa orang Erin ga mikirin apa apa"jawab bohong ku ke papa
"sayang kamu anak papa kamu anak mama..papa dan mama yang membesarkan mu,Menjangan mu, mengajari kamu berjalan papa tau kapan kamu bahagia kapan kamu sedih kapan kamu bohong,kalau ada masalah cerita Jangan di pendam sendiri"ucap papa yang membuat kaget dan takut,takut kalau papa tau semuanya
"iya pah mah maap..erin tidak bermaksud berbohong, tapi beneran deh Erin baik baik aja cuman ada masalah sedikit lah di sekolah itu kan urusan anak muda hhe"jawabku menyakinkan mereka
"emm baik lah,,, Semangat sekolahnya"seru papa memberi semangat
"ok----"ucap ku terpotong karena panggilan nifa di depan pintu
"assalamualaikum Erin Erin"teriaknya di luar
"nah Pah mah nifa datang aku pergi dulu yah assalamualaikum"pamit ku sambil mengucapkan salam dan mencium punggung telapak tangan papa dan mama
"waalaikumsallam iya nak hati hati"serempak mereka menjawab
aku pun berjalan keluar menuju pintu dan menemui nifa yang sedang duduk di samping rumahku
"waalaikumsallam maap nunggu"ucap ku
"ya elaa udh biasa kali apa lagi nunggu dia yang ga pasti yah kan Rin"sahutnya sambil cengengesan
"hilihhhh bucin pagi pagi belajar dari mana kamu"tanya ku sambil melirik dia yang sedang ketawa yang di campur senyum senyum nya
__ADS_1
"kamu lah siapa lagi"celoteh nya yang membuat mata ku hampir keluar
"what's enak aja aku ga pernah yah ngajarin kamu mungkin kamu aja yang tau Jangan soo polos deh"ketus ku
"non kok malah ngobrol ayo berangkat ini udah setengah tujuh non"ucap pak Toni tiba tiba di saat kita sedang mengobrol..
Erin dan nifa pun berangkat seperti biasa, sesampainya di sekolah kita sudah di sambut oleh Ami, Karin,Fadil,dan Andre
"assalamualaikum geyssss"sapa ku kepada mereka
"waalaikumsallam lama banget sih kita dah nunggu nih dari setengah jam yang lalu!"omel Ami kepada ku dan nifa
"owalah maapin nih bocah ngajak ribut pagi pagi"ucap ku jujur sambil menunjuk ke arah nifa
"eh eh enak aja kamu kali"sahut nifa yang tak mau kalah
"kamu lah"teriak ku
"kam---"
"hhahah halu banget deh lo"ledek Fadil yang di ikuti ketawa oleh kami
setelah itu kami pun berjalan menuju kelas,tiba tiba kami berhenti saat semua siswa-siswi yang ribut memandang mading,seketika semua orang mundur di saat kami lewat dan hendak melihat pengumuman apa yang di ributkan,alangkah terkejutnya ketika aku melihat bahwa pelajaran olahraga raga sekarang di satukan dengan kelas yang lain
PENGUMUMAN!
***assalamualaikum wr.wb*
untuk mata pelajaran penjas akan di adakan test lari untuk menambah nilai kalian! kelas IX A & IX D di laksanakan pada jam pertama sebelum istirahat dan untuk kelas IX B & IX C di laksanakan pada jam kedua setelah istirahat untuk dan untuk kelas IX E & IX F di laksanakan setelah istirahat ke dua dan untuk kelas G,H,I besok di laksanakan nya
sekian dari saya Santo Sp.di (guru penjas di Mts.Al-Hisan)
Wassalamu'alaikum wr.wb**
__ADS_1
sontak membuat kaget ku dan teman-teman
beda dengan Karin yang terlihat sangat senang dan Fadil yang tidak suka dengan ini aku,Ami dan Andre biasa saja
"wahhhhhh bisa Deket Deket sama Bima nih"batin Karin
"ahh males banget gw bareng sama Bima pasti dia caper sama temen temen gw terutama Karin dan Erin"batin Fadil yang sedikit resah
karena aku melihat Karin dan Fadil yang sedang melamun seperti ada yang di pikir kan aku pun menepuk pundak Karin
"hee Karin,fadil lah kok kalian bengong sih apa yang kalian pikirkan ayo ke kelas"ajak ku sambil melambaikan tangan di hadapan muka mereka sontak membuat mereka kaget
"eh-eh iya ayo" ucap mereka berdua serempak
"walah barengan Mulu"celoteh Andre
"haiss apaan sih ayo ah"jawab Karin yang langsung berjalan duluan ke kelas yang di ikuti aku dan yang lain, sesampainya di kelas aku dan teman-teman langsung menaruh tas di atas meja dan menunggu guru mata pelajaran yang akan datang,,karena pelajaran olahraga kedua jadi sekarang latihan soal terlebih dahulu,yah mungkin semua anak kelas IX mulai sibuk karena ujian akhir akan datang 4 hari lagi.latihan soal pun beres sehingga semua siswa berjalan menuju kantin
Erin dan yang lain pun pergi menuju kantin tiba tiba di saat kami hendak melangkah Fadil memanggil Karin
"eh karin tunggu dulu aku mau ngomong boleh kan?"tanya nya yang membuat aku,Ami,nifa,Andre dan Karin menoleh
"emmm seperti mereka butuh berdua"sahut Andre yang di angguki oleh aku,Ami dan nifa
"emm benar tuh gow kita pergi,he kita pergi duluan yah awas Jan lama lama ga enak di liat orang"ucap ku sambil beranjak pergi yang di ikuti oleh Ami,nifa dan Andre
"emm gini aku mau ngasih ini"ucap Fadil sambil memberikan sebuah coklat dan terdapat sepucuk surat
"em-em tap--"jawab Karin gugup
"ga ada tapi tapian,aku mohon sekali ini aja"ucapnya yang memotong omongan Karin tadi..dan memohon agar Karin menerimanya
"emm baik lah,terima kasih"sahut Karin sembari memasukan coklat tersebut ke dalam tas dan pergi duluan meninggal kan Fadil
__ADS_1
mungkin ini yang bisa aku kasih dan memohon kepadamu agar kamu bisa menerimanya,tapi aku berjanji jika memang kamu menyukainya aku akan berhenti berjuang dan membiarkan mu bahagia bersamanya...mungkin dengan aku mundur kamu bisa leluasa memperjuangkannya:'
-Fadil