
Erina yang sedang duduk di sebuah bangku taman sekolah sambil menikmati es cream cokelat dan menerima hembusan demi hembusan angin yang menyentuh kulit putihnya sesekali hijab putihnya terbang mengikuti arah angin dengan memainkan kakinya ke depan dan ke belakang.
Hari hari begitu cepat tak terasa ia sudah memasuki pertengahan semester dan UTS pun akan segera datang,soal soal yang tertulis di kertas putih menyambut para siswa untuk mengisinya,otak otak mulai berkerja keras,lelah dan letih mulai terasa,Erin yang masih setia duduk seorang diri di bangku taman belakangnya seorang diri,karena teman temannya pada sibuk masing masing jadi untuk menghilangkan penat Nya ia datang ke taman
Seseorang dari kejauhan menatap Erin dengan sangat hangat meskipun sikapnya yang dingin namun ia selalu bersikap hangat kepada seseorang yang ia sayang dengan kedua tangan yang berada di saku celananya,rambut hitam yang selalu rapi,dan jas yang melihatkan sedikit dasi abunya..iya dia Bram!
Bram menghampiri Erin yang tengah sibuk sendiri terlihat menggemaskan saat gadis itu menjilat es creamnya
"Boleh aku duduk"
Erin menonggakan kepalanya ke atas melihat Bram yang berdiri di hadapannya dengan senyum yang tipis bahkan tak terlihat namun hangat untuk di pandang
"Kak Bram,,,Tentu silahkan"Erin menggeser sedikit untuk mempersalahkan Bram duduk "Kaka mau?"sahutnya sambil menyodorkan es creamnya
"Tidak makan saja"ucapnya singkat
"Emmm oke dehhh"gungam Nya "ada apa kak Bram menemui ku?"
"Ngga bole?"sangat singkat
"Bukan gitu Tumben aja wkwk"
"Ehhh bagaimana kabar bini Elia dan paman alex"tanya Bram dengan pandangan lurus ke depan
"Mereka baik,lantas bagaimana keadaan om Surya dan Tante Arin?"
"Syukurlah,mereka juga baik"
"oh"
Mereka terdiam cukup lama,Erin yang sudah menghabiskan es creamnya membuang Bungkusnya itu ketempat sampah,kebiasaan Erin yang selalu belepotan setelah makan es cream membuat Bram terkekeh pelan
"Kamu masih sama seperti dulu menggemaskan"ucap Bram dengan tangan membersihkan ujung bibir Erin yang belepotan
"Hhhe,ohhh iya kak Bram,Kaka punya pacar"tanya Erin
"Kenapa?kamu mau menjadi pacar kU?"
"Enakkk aja mana adaa aku hanya adik mu ,aku seriusss Kaka punya kekasih atau tidak?"tanya Erin lagi
"Hahaha kau ini"Bram terkekeh dengan pertanyaan Erin karena ia memang belum sama sekali merasakan pacaran bahkan cinta pun tak pernah yang pernah ia rasakan adalah kasih sayang itu pun dari orang tuanya dan orang orang terdekatnya,Bram tipe orang yang sulit di mengerti sering kali adik kelas,teman sebaya,dan Kaka kelas perempuannya mengajak untuk berpacaran namun ia menolak dengan alasan yang sangat singkat dan jelas "tidak suka" kata itu sering kali ia lontarkan pada semua cewe yang mengungkapkan perasaannya kepada bram
"Tidak punya dan tidak pernah pacaran"ucap Bram "kenapa?"lanjutnya
"Emm kalau ada perempuan yang suka sama Kaka bagaimana?"tanya Erin sambil menatap Bram dari samping sedangkan Bram yang hanya memandang lurus
"Ntah lah"singkat Bram
Erin dan Bram asik mengobrol tentang masa lalunya,saat saat Erin dan Bram asih kecil dimana mereka berlari lari kecil,saling mengejar,menjaga satu sama lain,kenangan itu tak akan pernah terlupakan sekali pun mereka membuat beberapa kenangan indah namun kenangan masa lalu akan lebih indah dari sekarang.
_o0o_
Seorang pria yang tengah sibuk membaca namun pikiran dan otaknya tidak tertuju pada buku yang ia baca,ia mendatangi perpustakaan karena menurutnya dengan melakukan kegiatan ini ia bisa melupakan sedikit pikirannya tentang gadis yang sudah hampir 4 bulan ada di dalam pikirannya,Iya Fadill ia tengah membaca buku di perpustakaan sekolahnya seorang diri,sesekali banyak cewe yang mendekatinya untuk menawarkan membaca bersama namun Fadil menolak dengan baik dan memilih sendiri,Fadil duduk di kursi paling ujung,dengan kaki yang di silang kan pandangannya fokus ke buku yang ia baca namun tidak dengan pikirannya,
Fadil sendiri bingung apa yang ia rasakan sekarang apa kah benar ia mulai menyukai Erin dan apakah ia juga sudah sepenuhnya melupakan Karin.
Sesuatu yang membingungkan,namun sesekali ia teringat dengan ucapan Ami 'jangan pernah menyia nyiakan orang yang udah berjuang dan tulus cinta sama kita.'
__ADS_1
Fadil yang tengah melamun di kaget kan dengan sosok Andre yang tiba tiba nongol entah dari mana ia datang
"Oiiii brooo,baca yah baca ngelamun yah ngelamunnn"ucapnya tiba tiba dan langsung duduk di depan Fadil
"Berisik lo"ketus Fadil
"Lo gw cari cari mulai dari kantinnya Bu Imas terus ke parkiran malah Dapetin Pak bambam pacaran sama Bu Wati terus ke ujung bumi tak ada juga bahkan kamu tau aku cari kau dimana haaa???di kota antah berantah ngga ada juga dan yang bodohnya aku tidak berpikiran kau ada di sini."Andre yang tak henti berbicara membuat Fadil sedikit terganggu dan menjitak dahi Andre
"Emang"
"Emang apa"tanya Andre
"Emang lo bodoh ****"ucap santai Fadil
"Sialan" dengus Andre "bay the Why lo kenapa sihhh murung mulu,ngelamun mulu,pusing gw mikirin lo"lanjutnya
"Bingung"singkat Fadil yang masih tetap memandang buku yang ia baca
"Whyyy"tanya Andre sedikit memajukan wajahnya
"Mundurkan tuh wajah lo"
"Iya udah niihhh jadi ada apa?pak bambam berhasil nikah sama Bu Wati?atau di kantin bu Imas dapet diskon besar nihhhh"ucap Andre yang Kepo Nya tiada tara
"Bukan"
"Terus?"
"Bingung sama perasaan gw"ucap Fadil yang sekarang memandang Andre yang juga memandang Fadil
"Hahahahha"tawa Andre pecah
"Fadilll fadill masih memikirkan tentang perasaan lo ke Erin dan Karin?"ucap Andre "Denger gw oke,lo sekarang mikir ga sih siapakah yang selalu ada di ingatan lo selama ini?dan siapa kah yang membuat lo nyaman selama ini?dan siapa kah yang bisa membuat lo tertawa selama ini dan siapa kah yang selalu memberi mu dukungan,semangat bahkan memberi mu perhatian?KARIN/ERIN?"jelas bijak Andre
Fadil bungkam ia memutar kata kata yang Andre ucapkan tadi,kalau di pikir-pikir pikiran dan otak Fadil saat ini sedang memikirkan Erin,walau pun ia sadar ia menyukai Karin namun entah kenapa saat ia tahu Karin menyukai Bima dia menjadi ngerti bahwa arti dari cinta itu adalah pengorbanan,dukungan,semangat dan pengertian dan ia tak dapat itu semua dari Karin
Melainkan ia mendapat itu semua dari Erin yang jelas jelas bukan orang yang dia harapkan
"Erin"ucap Fadil to the point
"Nahhhh kan lo tau sekarang,kemana ajaaa oiii makanya lo tuh sesekali melirik ke arah belakang dan liat siapa orang yang udah berjuang buat dapetin cinta lo buka malah liat mulu ke depan dan ngejar orang yang ga pasti bahkan hatinya bukan buat lo"ucap Andre jelas
"Thanks bro,tapi gw masih bingung apa Bener gw dah jatuh cinta sama Erin.....Ahkkkkk gw bingungggggg"teriak Fadil frustrasi
"Berisik begoo bukan di hutan ini"omel andre
Drrtttt drtttt
"Bisa jadi"Andre yang mengambil ponsel Nya yang berdering
Ternyata panggilan suara dari "AnakLemot" lebih jelas Hanifah
'Haloooo anak ganteng di sini'
'Eohhhh jiji'
'Nanti pulang sekolah kita kumpul di Cafe biasa dan katanya kak Bram and kak Danu ikut tuh kamu sama Fadil harus ikut!'
__ADS_1
'Oke gw ke sana nanti'
'Ok'
"Ada apa?"tanya Fadil yang melihat Andre mematikan ponselnya
"Itu anak anak minta kita kumpul entah mau apa"
"Oh"
"Lo harus ikut"
"OK"
~o0o~
Akhirnya jam pulang tiba semua anak anak berhamburan keluar kelas,ada yang menuju kantin terlebih dahulu untuk menemui mie ayam spesial bu Irma,ada yang langsung ke parkiran membawa mobil dan motor mereka juga ada yang menunggu angkutan umum di depan gerbang sekolah.
Erin yang tengah bersama Ami,Nifa dan Nisa,mereka menunggu Karin,Bram dan Danu datang sedangkan Fadil dan Andre akan menyusul nanti,di parkiran yang panas mereka menunggu
"Hussss mana sih Karin panas nihhhh"Ami mengomel
"Iya nihhh mana aku ga skincare lagiii bisa bisa terbakar nih kulit harus gw huaaaa"nifa kembali kumat
"Lagian kita kan pake lengan panjang mana bisa lah kebakar"jelas Nisa
"Bisa lahhh hati yang terbakar"gungam erin bucin
"Elehhhhh ini budakkk bucinnn sejak kapan?"tanya Ami
"Sejak dekat dengan kalian semua!"jawab Erin sambil melirik teman temannya
Dari kejauhan terlihat dua orang cowo menghampiri Erin dan teman temannya yang sedang asik bercanda,cowo yang benar benar cool bagaimana bisa?wajahnya yang putih tanpa ada jerawat,bibirnya berwarna merah jambu,tinggi,rambutnya yang tertata rapi jas yang berada di sebelah pundaknya serta tas yang hanya di kaitkan di sebelah pundak satunya cool bukannnn???
-athor nya baper ngetik ya heheh
Erin yang melihat mereka datang menghentikan tawanya membuat teman teman ia kebingungan dan melirik ke arah yang di tatap Erin,semua menjadi diam dan memandang kedua cowo itu tanpa berkedip
"Erin maaf gw tell--"ucapan Karin yang baru datang terpotong Karena melihat kedua cowo menghampiri mereka
"Asslamualaikum"sahut kedua cowo itu.
Namun tidak ada suara dari mereka justru mereka malah melihat kedua cowo itu dengan tatapan indah tanpa berkedip
Danu yang melihat para cewe di depannya hanya diam akhirnya berdehem pelan agar mencairkan suasana
"Ahkmmmm"deheman Danu membuat para cewe tersadar
"Ehhh Waalikumsallam"ucap para cewe serentak dan sedikit gugup
"Kalian kenapa sih ngeliatin kita gitu kaya yang ga pernah ngeliat kita aja"tanya Danu
"Ammm ngga kok kak hhe,,,iya kan Guys?"jawab Ami cengengesan
"Nahhh iya Bener ga apa apa"
"Ayo pergi keburu sore"ajak Bram
__ADS_1
"Pakai mobil aku saja"ucap Bram lagi
Yang mendapat anggukan dari mereka semua