sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
Episode 20


__ADS_3

'dia ga main main kan apa yang dia ucapkan ohhh nooo ini semua membuat ku bingung tapi aku benar-benar tak mengerti apa maksudnya'batin Erin


"erinnn heyyyy"tegur Fadil karena melihat Erin bengong


"eehhh iya apaa"ucap Erin setengah kaget


"jadi gimana?"tanya Fadil


"gimana apa nya sih"jawab Erin yang serius dengan tusuk satenya


"jadi kalau aku mau belajar buat balas perasaan kamu gimana apa kah kamu mau"jelas Fadil namun Erin sangat serius dengan kegiatan nya itu..saking susahnya Erin terus menusukan tusuk sate nya itu namun tusuk sate yang ia dorong malah mengenai tangannya hingga berdarah


"ahkkk awww sakit"teriak Erin


"erinnn kamu ga apa apa kan,,,Amiiii cepat ambil P3K!"teriak Fadil


"ehhh ada apa ini"ucap nifa dan Andre berbarengan


"ada apa ini kamu kenapa erin?"tanya Karin


"ya ampunnnn erinnn kamu kenapa kok bisa gini Fadil gimana sih ini Erin kenapa bisa gini ha?"cerocos Bima khawatir


"ini P3K nya"ucap Ami sembari memberikannya pada Fadil namun Bima segera merebutnya


"biar aku saja"sahut Bima


"aww perihhh"erang Erin saat obat merah menyentuh kulit nya yg sobek


"tenang lah aku akan balut tangan kamu pake kain kasa,ini mungkin sedikit membantu agar kamu tidak merasa perih"jelas Bima yang fokus membalut tangan Erin


"nahhhhh udahh"ucap Bima


"terimakasih yah Bim"sahut Erin yang mendapatkan anggukan dari erin


"kamu ga apa apa Erin?"tanya Fadil


"iya ga apa apa kok tenang aja"jawab Erin


"ya udah ayo lanjut aku sudah lapar nih"keluh nifa


"huuuuh dasar orang kelaparan"ledek Andre


"diem loo gw lagi ga mau berdebat sama Lo"ketus nifa sembari pergi meninggalkan yang lain

__ADS_1


"ehhh tungguuuu telmi"teriak Andre


"ya sudah kamu sana lanjutkan kegiatan kamu"ucap Erin lembut ke Bima


"tap Erin kam---"


"udah ga apa apa kok cuman luka kecil lagian ada Fadil kok"ucap Erin memotong perkataan Bima


"emmm oke deh jaga dia bro"sahut Bima berat karena ia sesungguhnya ingin menemani Erin


"kamu diam saja biar aku yang mengerjakan semuanya"sahut Fadil yang kembali mengambil beberapa sosis


ANDRE POV


"ehhh tunggu dong Lo main ninggalin aja"ucap Andre yang mengambil kipas dan langsung mengipas-kipas barbeque yang sedang di bolak balik oleh nifa


"awww"ucap nifa seraya mengucek ngucek matanya karena terasa perih akibat asap dari Bakaran itu


"ehh Lo kenapa?"tanya Andre heran


"uuuh perihhh tolongin gw dong cepet"pinta nifa dengan mata memejam dan tangan yang mengipasi matanya


"oke buka mata Lo cepet!"perintah Andre


"Lo tau ga sih ini perihhh kalau ga perihhh gw udah buka dari tadi gimana sih Lo ***** apa gimana sih"omel nifa,namun Fadil malah mendekat kan wajahnya dan memegang mata nifa dan membukanya sedikit lalu meniup nya pelan pelan dan penuh perhatian namu saat tengah meniup mata mereka bertemu kini mata yang cantik itu terlihat sangat indah


"ehhh ini jantung kaya di mompa aja kok kencang bangettttt diam lahhh gimana kalau dia mendengar nya"batin Andre


"gimana udah?"tanya Andre


"ahhhh makasihhh yahhh"jawab nifa senang


"yah sudah ayo lanjutkan"ucap Andre


BIMA POV


"ini segimana Bim"tanya Karin yang tengah bingung oleh kecap dan saos


"secukupnya saja"jawab singkat Bima


"oke,owh iya Bim kamu lebih menyukai barbeque atau sosis atau seafood att--"


"semua kecuali udang"jawab Bima singkat dan memotong ucapan Karin

__ADS_1


"oh oke"


'kenapa sih nih anak, perasaan aku tanya baik baik jawabnya dingin,aku pekain dia nya cuek dasar cowo nyebelin...tapi sabarrrr aku harus dapetin hati dia semangat karinnnn"batin Karin


"nahhhhh Bim udah jadii"ucap semangat Karin


"taro aja kita susul yg lain"sahut Bima yang langsung beranjak pergi meninggalkan Karin yang masih membersihkan tangannya dengan lap


'risih banget sih ni anak...nyesel gw di sini kalau bukan Erin yang bagi tugas gw mendingan pulang dah ahhhh nasib nasib...tapi kenapa Erin lebih memilih Fadil emang apa sih kurang nya gw?ahkkkk pusing gw mikirnya tapiii gw harus bisa dapetin dia"batin bima


akhirnya kegiatan bakar bakar mereka selesai barbeque,sosis,ikan dan berbagai seafood telah tersedia dan siap untuk di makan..mereka duduk di atas tikar yang di gelar kan di bawah rumput hijau itu..semua sudah mulai makan namun ngga dengan Erin yang hanya memandang mereka


"lah kamu kenapa ga makan Erin?"tanya Ami membuat semua orang menoleh ke arahnya


"emmm aku bingung cara makanya gimana"ucap Erin kebingungan karena tangan kanan nya terasa sakit jika tertekan sedikit


"sini biar aku suapi"tawar Fadil yang langsung menyodorkan sosis bakar itu ke dekat mulut Erin dan dengan langsung Erin mengigit sedikit sosis yang di berikan oleh Fadil sontak membuat semua orang yg ada di situ bingung dan aneh


"terimakasih"ucapnya yang mendapatkan senyuman manis dari fadil


"ahhhh cieee ada apa nihhhhh"ledek Ami melihat mereka berdua


"makanya cari tuh cowo jangan pengen sendiri Mulu ga bosen apa"sahut Andre karena memang Ami adalah salah satu orang yang tak pernah tertarik oleh seseorang meskipun di sekolah banyak yang tampan juga


"apaan sihhhhh loh kaya yg ngga aja"sahut Ami tak kalah ketus


"estttttt udahh mendingan makan"ucap ku menghentikan mereka


"eh iya aku mau ngasih tau kalau ga jadi ngambil jurusan IPS jadinya Kimia dan nanti aku bakalan jadi seorang analis kesehatan ahhh seperti nya seruu"sahut amii


"boleh juga tuhhh"ucap Bima dan Karin serentak


"cieeeeeeee barengan"ledek nifa


"apaan sih diem Lo"ketus Bima karena tidak suka


"biasa aja kali"sahut Fadil


akhirnya mereka semua menghabiskan makanan yang telah mereka buat itu dan setelah cukup lama mereka makan sambil berbincang-bincang karena hari sudah mulai sore mereka pun pamit untuk pulang


"byeee erinnn assalamualaikum"sahut mereka serentak


"Erin aku pulang dulu jangan lupa istirahat assalamualaikum"ucap Fadil

__ADS_1


"i-iya waalaikumsallam"sahut Erin karena bingung melihat Fadil begitu perhatian kepadanya


Erin kembali masuk dan menuju kamarnya untuk beristirahat


__ADS_2