
"Emmmm ngga kok kak hhe,,,iya kan Guys?"jawab Ami cengengesan
"Nahhh iya Bener ga apa apa"
"Ayo pergi keburu sore"ajak Bram
"Pakai mobil aku saja"ucap Bram lagi
Yang mendapat anggukan dari mereka semua
----------------------------------------------------------------
Mereka sampai di sebuah cafe dekat sekolahnya cafe besar yang segala makanan ada dia itu Dan ciri khas cafe ini adalah makanan Korea ,cafe yang bertemakan klasik dengan dua pohon sakura di samping sebelah kiri dan kanan,mereka masuk ke cafe tersebut beberapa pelayan menunduk membuat Erin,Nifa,Ami,Karin dan Nisa terdiam bingung tak seperti Danu dan Bram terlihat santai berjalan begitu saja,seorang pelayan menghampiri mereka yang baru saja datang
"Permisi tuan muda ruangan VIP yang Anda pesan sudah kami siapkan"ucap seorang pelayan sembari menundukkan kepalanya
"Baik lah terima kasih,jangan lupa siapkan makanan terbaik di sini,untuk minuman Nya biar mereka yg pilih nanti"jelas Bram santai dan langsung pergi menuju ruangan VIP yang ada di lantai dua
"Rinn Kenapa kak Bram di sebut tuan muda,dia pemilik cafe ini kahhh?wooooo keren rinnnn"bisik Ami
"Setahu aku cafe ini milik om surya tapi ngga tau deh"
"Heee bisikin apa sihh"tegur Nisa
"Ngga tau nihh si Ami Kepo"sahut Erin
"Iya lahhh Kepo ke calon suami wkwkwk"ucap Ami cengengesan
"Eohhhh"
Cafe ini adalah milik orang tua bram,dan kemungkinan besar cafe ini akan di berikan kepada Bram,maka dari itu semua pelayan tunduk dan patuh ke pada tuan muda bram wkwkwk
Mereka sampai di lantai dua dan duduk di tempat yg udah di sediakan,tersedia beberapa makanan ringan, Erin melihat Danu yang sesekali mencuri pandangan ke arah Karin,dan Bram dari awal duduk hanya memainkan ponsel Nya dan yang lain?bingung pastinya karena mereka benar benar binggung dari awal masuk semua pelayan membungkukkan badan tanda hormat tapi Ntah kesiapa
"Ahkmmm"deheman Erin membuat semua orang menoleh ke arahnya
"Kenapa?"tanya Bram
"Kalian kenapa sih diam diam mulu dari tadi"dengus Erin kesal
Bram tersenyum kecil bahkan sangat kecil melihat kekesalan di wajah Erin membuatnya gemas "Ntah lah tanya pada mereka"
"Owh iya sebentar lagi kalian naik menjadi kelas sebelas perbanyak lah belajar..."ucap Danu tiba tiba,ia melirik ke arah Karin "jangan memikirkan yang tak harus kalian pikirkan"lanjutnya membuat semua orang mengerutkan dahinya
"Lo Knp?sakit?"tanya Bram heran
Danu menggambil minumannya yang sudah ia pesan dan meminumnya perlahan"Alhamdulillah sehat"
"Lah terus?"tanya Bram lagi "ohhhh gw tau lo gila yahhh"ucap Bram antusias membuat semua orang menahan tawa
"Memangnya kenapa kak,kok kak Danu di sebut gila sih"tanya Nisa heran
"Nah iya kak"Karin,Ami,nifa dan Karin serentak
"Dia memang gila kok ga ada alasannya Hahah"tawa Bram pecah ketika melihat wajah Danu yang memerah Ntah itu menunjukkan marah atau malu bisa jadi dua duanya sih
"Berisik lo"ketus Danu yang langsung mengambil handphone Nya
"Omggg cool banget kalau lagi ketawa"gungam Ami sedikit berbisik namun masih terdengar oleh mereka
"Apa?"tanya mereka serentak
"Ahhh ngga,,,,eummmm ap itu---"ucap Ami berbata bata namun terpotong oleh kedatangan dua makhluk ciptaan Tuhan yang tak kalah cool
"Asslamualaikum maaf kami telat"ucap Andre dan Fadil yang baru datang
"Waalikumsallam ngga kok sans aja"ucap Danu
'Alhamdulillah untungg dua Tuyul ini nongol Nya di waktu yang tepattt'batin Ami
Ami yang antusias langsung berdiri dan berkata setengah sadar"NGGA MALAHAN KALIAN TEPAT WAKTU SANGATTT TEPAT KARENA APA KALIAN UDAH NOLONG AKU DARI KEGUGUPAN TADI,,,UNTUNG MEREKA GA DENGER AKU,AKU BILANG KALO KAK BRAM ITU COOL BANGET PAS LAGI KETAWA TADI BENER YAH CIPTAAN TUHAN GANTENG BANG--"Ami membulatkan mata karena ucapan Nya tadi ia melihat sekeliling Nya mematung dan memperhatikan Nya dari tadi,namun sepertinya mereka sedang menahan sesuatu.
"Hahah hahaha"tawa mereka pecah
'Omgggg apa yg gw katakan tadiii maluuu mamahhhhh tolongggg tolonggg aku ahkkk sungguh maluuu'teriak batin ami
"Brammm ternyata gadis kecil ini mengangumi mu tohhh"ledekkk Danu
__ADS_1
Bram yang malu namun Ntah kenapa perasaannya beda jantungnya juga berdetak lebih kencanggg
"Emmmm"ucap Bram singkat
"ehhhh bentar Ami muka kamu merahhh hahaha"sahut Erin sembari tertawa
"Akhirnyaaa Ami membuka hati setelah bertahun tahun ia menutup hatinyaaaa huaaaa selamatttt"teriak nifa yang langsung memeluk Ami yang di sampingnya itu
"Berisik lo"dengus Ami
"Cieeee buuu hajiii marahhh nihhh"ledek Nisa
"Tau ahhh terserah kalian"ucap Ami yang langsung pergi ke arah rooftop cafe
"Lahhh tuh anak marahhhh"ucap Danu
"Dahhh lah Biarin aja ntar juga balik lagi"sahut Erin
Fadil yang dari tadi tak membuka suara dan hanya diam melihat teman temanya tertawa terutama Erin,melihat erin tertawa lepas sungguh membuatnya lega jarang Erin tertawa di dekatnya baru kali ini Fadil melihat Erin tertawa tanpa beban ia merasa Erin telah melupakan dan mengubur semua perasaan Nya untuk Nya.
'Melihat mu tertawa adalah suatu kebahagiaan untukku'
"Kalian kok diam aja duduk lahh"sahut Nisa yang melihat Andre dan Fadil hanya diam membeku di tempat
Mereka berbincang bincang cukup lama tentang pelajaran di sekolah Bram dan Danu memberi arahan kepada mereka,namun entah kenapa Bram merasa tidak nyaman dan memikirkan sesuatu tapi apaaa?ia sendiri tidak tau apa yang dia pikirkan dari tadi sesekali ia melirik ke arah rooftop yang hanya di batasi oleh kaca ia melihat seorang gadis duduk di ayunan dan memainkan ponsel Nya.
Erin yang sibuk memperhatikan kak Danu tiba tiba kaki Nya terasa gatal dan badan Nya sedikit membungkuk namun tak di sangka tempat pensil Nya terjatuh ke arah seseorang,Erin yang melihat itu langsung mengambil namunnn di saat tangannya menyentuh tempat pensil Nya itu ia malah merasakan tangan seseorang yang begitu lembut dan sedikit kekar FADILL! Tempat pensil itu jatuh ke arah Fadil Erin yang melihat tangannya langsung melirik kepada pemilik tangan tersebut betapa kagetnya Erin melihat tangannya menyentuh tangan fadil
Degg,,,,tatapan mereka bertemu Ntah lah selalu begitu,Ntah mengapa ia melihat mata Fadil yang berwarna coklat itu begitu ademm rasanyaaa nyaman untuk di pandang lebih lama,begitu juga dengan Fadil yang melihat mata Erin berwarna hitam pekat itu sungguh membuatnya tertarik,Erin menarik tangannya dan duduk seperti biasa
"Baik kalian mengerti kan?"sahut Danu
"Ngerti kak"ucap mereka
Krukkkk krukkkk
"Maaaf aku laparr"ucap Karin sambil menunduk
"Hahah kamu kok malah diem yah udah tinggal makan"ucap Danu
"Kak ini ga berlebihan"tanya Erin ke Bram
Bram mengerutkan dahinya "ngga lah rinn,,kalau buat adik tersayang ku ini apa sihhh yang ngga"ucap Bram sambil mengelus pucuk kepala Erin
"Ihhh kak Bram apaan sihhh,,,Kaka Emang dari dulu Nyebelin"dengus Erin
"Salah lagi Emang selalu cowo yang salah"dengus Bram
"Tenang bro suatu saat bakalan ada saatnya cowo selalu benar"bangga Danu
"Nahhh Bener kak"setuju Andre
"Ngga bakalan ada lah"ucap nifa sewot
"Sttt mending kita makan aku laperrrrr"ucap Erin kesal
Erin mengambil garpu yg ada di tengah meja namun baru aja dia mau ngambil tangan seseorang sudah berada di garpu yang sama,yahhh mereka bertemu pandang lagi dehh,, siapa lagi kalau bukan Fadil
"Maaf silahkan kamu dulu"ucap Erin menarik tangannya kembali
"Kamu aja dulu"ucap Fadil
"Ngga apa apa kok kamu aja "sahut Erin menunduk
Nisa yang pusing melihat mereka berdua berdiri dan mengambil dia garpu lalu di berikan ke Erin dan Fadil mereka sama sama bengong karena sikap Nisa "udah pegang satu satu kan,,sekarang makan dan ga usah rebutan lagi,,pusing aku"omel Nisa yang langsung memasukan makanan ke dalam mulutnya
"Euhhh nihhh makkk erottt marah marah mulu,ganggu orang lagi bercinta aja hueee"dengus Andre sambil meminum minumannya
"Lahhh siapa yg bercinta"tanya Nisa
"Heeee loo ga peka apa ga tau Fadil sama Erin dari tadi tuh curi curi pandangan aja,itu kan yg namanya cinta tapi mereka Nya aja gengsi ngungkapin perasaan masing masing"jelas Andre tanpa dosa
Mata semua orang tertuju ke arah Fadil dan Erin yang tengah menunduk itu
"Wahhh adik gw dah gede mulai cinta cintaan"ledek Bram
"BUCIN yah loo"ledek Danu menepuk bahu Fadil,namun hanya di balas oleh senyuman aja
__ADS_1
"Bukan bucin lagi kak,,micin malahan"ucap Andre lagi dengan senyuman sinis
"Berisik lo"sahut Fadil tanpa sadar Erin juga berkata hal yang sama
"Cieeeee"teriak mereka serentak
"Apaan sihhh "dengus Erin
"Cieee blushing tuhhh"ledek nifa
"Ehhh sudah lah kasian dia di ledekin terus"ucap Danu membela Erin"yah sudah ayo makan"ajak danu
"Kalian duluan aja aku mau ke sana dulu"ucap Bram tiba tiba
"Mau kemana kak?"tanya Erin
"Nyusul teman kamu kasian takut pingsan anak orang"ucap Bram yg Tumben Tumben ya ngomong panjang lebar
"Ah iya"
Mereka menikmati makanannya namun tidak dengan Bram ia lebih memilih menyusul Ami di rooftop cafe,Ntah lah padahal ga ada angin ga ada hujan seorang manusia es menghampiri cewe duluan,Erin yang sudah selesai makan melirik jam tangan di pergelangan tanganya ternyata sudah menunjukkan 17.30 ia harus bergegas pulang,Erin melirik teman temanya yang sama sudah selesai makan juga
"Geys ayo pulang"ajak Erin sembari memasukan handphone Nya ke dalam tas
"Ayo tapi Ami gimana?kan kita juga ga pake mobil ke sini gimana pulangnya"ucap Nisa
"Ahhh iya Bener"sahut Karin
"Gini aja Fadil sama Andre kan bawa motor nahhh bisa tuh nyimpang satu satu kalau Ami biar Bram aja yang bawa"ucap Danu "gini sekarang Fadil sama Erin,Andre sama nifa yah Karin kamu sama aku yah dan kamu nissa"jelas Danu yang langsung membuat semua orang melongo namun ia juga bingung Naisa pulang sama siapa sekarang
"Aku di jemput sama mami soalnya dia lagi di jalan kok jadi sekalian aja dia mampir kalian tenang aja"jelas Nisa membuat semua orang mengangguk
"Ahhh oke deh ayo pulang"ajak Danu
"Kak serius an aku bonceng anak lemot kaya dia nanti bisa bisa motor gw lemot lagi"ucap Andre
"Apa sihhh looo diem dehhhh"dengus nifa
"Udahhh andree gpp kasian anak orang nanti kalau ilang kamu yang di salah in"ucap Danu
"Iya deh kak siapp ayo nif"ajak Andre
"Kami duluan yah"pamit nifa
Sampai di parkiran nifa dan Andre diam hanya diam,nifa sibuk membenarkan hijabnya serta seragamnya,untungnya dia memakai celana panjang jadi tidak masalah mau menghadap mana pun.tiba tiba Andre menyodorkan helm ke arah nifa
"Nihh lo pake"sahut Andre
"Ahhh,,,ga mau ah"tolak nifa
"Pakai nanti ada polisi"ucap Andre
"Lewat jalan tikus aja"ucap nifa
"Setidaknya demi keselamatan lo"sahut Andre yang langsung memakaikan helm Nya ke kepala nifa membuat nifa terpaku dengan wajah Andre yang lumayan dekat dengan wajahnya
"Ihhh"dengus nifa sedikit memajukan bibir tanda ia kesal
"Udah ga usah Kesel Kesel nanti Cepet tua"ucap Andre sembari melepas jaket yang ia kenakan,terus dia pakaikan ke tubuh nifa"biar ga dingin,udah malem ga baik"ucap Andre lagi
Nifa Bener Bener di buat bungkam oleh Andre
'Nihhh orang kesambet apaan?sejak kapan orang nyebelin kaya dia romantisss,,tapi boleh juga,,,ehhh kok jantung gw malah loncat loncat sihhh,,,diem diemmm yahhh jangan loncat loncat nanti dia nyadar kalau kamu lagi loncat loncat nihhh'batin nifa
Gila kali yah nifa ngomong sama jantung Nya sendiri
'Loohhh ternyata nihh cewe galak cantik juga yahh,lucu juga kalau lagi cemberuttt kaya gini,,,ehhhh kok gw mikir kek gini sihh'batin andre
"Yo udah siap?"tanya Andre
"Makasih"
"Buat?"
"Jaket,helm dan udah mau nganterin gw"
"Iya ayo udah pulang keburu malem"
__ADS_1