sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
#33 MENJELANG UTS


__ADS_3

Happy reading 💛


Detik beribu kali berjalan lebih cepat menit seratus kali berjalan lebih cepat jam puluhan kali berjalan lebih cepat dan waktu berjalan beriringan dengan detik menit dan jam.Tak terasa waktu menjelang UTS tinggal 2 hari lagi semua murid sibuk sangat sibuk sama halnya dengan Erin dia selalu sibuk dengan buku Nya kadang ia tak mempersulit an ocehan teman temannya ia juga tak memikirkan apa pun mau pun itu Fadil atau siapa yang ia pikirkan sekarang ada pelajaran!


Erin yang tengah santai di kelas sambil membaca beberapa buku di tangannya sesekali ia melirik teman temannya yang sibuk dengan ponsel Nya 'huffff bagaimana bisa mereka santai dengan ponsel Nya di saat seperti ini' pikir Erin


Ami,Nisa dan Fadil sedang di ruang perpustakaan karena Erin sedang malas untuk kemana mana ia pun hanya duduk di kelas dan ada beberapa orang yang tidak keluar kelas.


Erin yang tengah sibuk membaca tiba tiba ada Kaka kelas yang melewati kelas Erin karena dia duduk di kedua otomatis dia terlihat dari luar atau kaca


"Owhhh ituuu yang udah berusaha deketin brammm so pintar"ucap Kaka kelas yang satu


"Bunga lo ga ada niatan gitu buat ngerebut Bram,,,bukannya lo suka kan sama dia?"tanya cewe yang lain


"Tenang aja gue akan ngerebut Bram dari dia"bunga tersenyum sinis dan langsung beranjak pergi meninggalkan kelas Erin


Erin yang mendengar itu hanya bersikap tenang acuh tak acuh,,tohhh dia hanya aduk Bram yahhh terserah dia mau deket kaya apa juga bukan urusan dia


Erin tersenyum kecil dan dingin 'liat aja siapa yang akan menang dalam permainan ini'


Tiba tiba 3 orang datang ke dalam kelas dengan memebawa beberapa buku di tangan mereka kedua orang cewe itu yang ribet seperti keberatan membawa buku sedangkan satu cowo itu tenang bahkan sangat simpel dengan membawa buku di satu tangannya yang lurus ke bawah dan satu lagi di masukan ke celana sekolahnya,Yah terlihat Ami Nisa dan Fadil yang tengah masuk


Brakkkk


"Ahkkkk berattt sekaliiii"lenguh Ami sambil menaruh beberapa buku


"Iyaaa nihhh pengkorrr udah tangan gue"ucap Nisa di tengah lenguhan Ami


Erin yang melihat itu melirik ke arah mereka dan berkata"Sepertinya kalian lelah sekali yah kaya habis maraton aja tuhhh keringat sampai keluar banyak"Erin menjeda kata katanya dan melirik Bram dengan memincingkan matanya "beda dengan tuan sebelah yang So cool itu "lanjut Erin


"Bukan kah hidup harus di bawa tenang"ucap Fadil santai dan duduk kembali


"Tenang gimana lo mahh tau temen kesusahan juga malahhh tenang bukannya nolongin kek apa kek bangkettt!!"Gerutu Ami Kesel


"Iyaaa tuhhh enakkk sendiri"ucap Nisa


"Bukan kah kalian yang ingin membawa buku buku tebal itu.."ucap Fadil santai dan memasukkan beberapa buku ke dalam tasnya


"Iya Emang agar kami pintarrrr"ucap Ami dan Nisa serentak


"Bukankah kalian udah pintar?"tanya Erin


"Iya Emang tepatnya lebih pintar lagi Bener kan nisss"ucap Ami sombong


"Iyaaa donggg"sahut Nisa sambil mengacungkan kedua jempolnya


"Aishhhh...sombong sekali"ucap Erin


"Kita bukan sombong tapi pamerrr"ucap keduanya


"Hahaha" pada akhirnya mereka tertawa


Di tempat lain


Gadis yang sedang fokus membaca sebuah buku di perpustakaan dengan mengenakan earphone di telinganya dan mata yang tetap tertuju pada bukunya tidak menyadari bahwa seseorang tengah memperhatikan Nya dari tadi


"Lo liatin apa sihhh fokus benerrr"ucap Raffi

__ADS_1


"Stttt jangan berisik nanti dia dengerrr"sahut Danu menaruh telunjuk tangannya di mulut


"Bodoh...dia memakai eraphone dan tidak akan mendengar"ucap Bram santai dengan kedua tangan tetap di saku celananya


"Hahha iya juga sihhh"sahut Danu cengengesan


"Ahhh mending gue samperin..kalian duluan aja okeee byeee"ucap Danu yang langsung pergi ke arah Karin


"Eishhhh memang sulit berdekatan dengan orang yang mulai bucin kek dia"ucap Raffi yang melihat punggung temannya pergi lalu ia melirik ke arah samping tempatnya Bram berdiri "dan lo kapan dengan hal itu?"tanya Raffi di sertai senyuman sinis


"Dan lo kapan?"sahut Bram dingin


"Aishhhh nanya balikkk,,,yo kita ke kelas aja"ajak Raffi namun Bram malah jalan duluan dan meninggalkan Raffi "busetttt tuhhh orang malah ninggalin gue....oiiii tunggu"teriak Danu namun di hiraukan oleh Bram


Danu yang sudah mendekat ke arah Karin sebenarnya ia gugup sekali tapi coba aja memberani kan diri,ia melangkah lebih dekat dan dekat sampai pada akhirnya dia berdiri di hadapan karin namun gadis itu masih setia pada bukunya,Danu duduk di di depan gadis itu dan memandangi terus


Karin yang meras ada yang sedang memandanginya mendonggakkan kepalanya betapa terkejutnya ia melihat Danu tiba tiba di depannya itu 'sejak kapan nihh orang di sini'pikir Karin


"Sibuk sekali sampai tidak merasakan kehadiranku"sahut Danu memulai obrolan


"Enggg,,,enggga kok kak itu aku ha--hanya see--"


"Sedang fokus belajar" sahut Danu yang melihat Karin berbata bata,Karin hanya tersenyum kecil


Ntah kenapa di saat dia sedang bersama teman temannya Karin begitu ceria dan bahkan bawel namun di saat sedang berdua dengan cowo dia menjadi pendiam dan pemalu..kemungkinan besar dia masih memikirkan Bima di hatinya


"Kaka ga belajar ?."tanya Karin sambil menunduk


"Sudah kok tadi"ucap Danu yang terus memandangi wajah polos Karin


'Eistttt nihhh orang kenapa terus ngeliatin gue'batin Karin


"Hmmm"ucap Danu


"Jangan ngeliatin terus aku"ucap Karin masih sama seperti tadi


"Hahaha kamu maluuu tohhh"ucap Danu setengah tertawa


Karin yang melihat itu hanya tersenyum dan menundukkan kepala lagi lagi ia bingung harus ngomong apa lagi tiba tiba bel berbunyi dan membuyarkan keheningan di antara mereka


Tringggggg tringgg


"Mau gue antar ke kelas?"tawar Danu


"Tak usah repot repot kak"sahut Karin sambil membawa beberapa bukunya


"Ga apa apa sini bukunya biar gue bawa ke kelas"ucap Bram yang langsung membawa buku Karin ke tangannya


Danu dan Karin pergi bersama ke kelas Karin yang berjalan di belakang Danu membuat Danu menahan tawa Nya bagaimana bisa Karin berjalan di belakang Danu dengan kepala menunduk tangan yang memengang tangan satunya dan di taruh ke bawah


"Aishhhh kenapa lo berjalan seperti itu,,,nanti orang sangka lo adalah anak Bodyguard gue"ucap Danu namun Karin masih menunduk


Danu yang kesal sekaligus gemas menarik tangan Karin dan menuntun Nya jalan ke kelas sampai depan kelas mereka berpisah


_o0o_


Bell pulang berbunyi semua orang keluar kelas dan pastinya ada yang langsung ke parkiran..Erin yang tengah membereskan buku bukunya tiba tiba

__ADS_1


Tringggg


Ponselnya berbunyi,terlihat dari layar handphone Nya yang menampilkan tulisan "my mama❤️" Erin yang melihat itu langsung mengangkat Nya


"Halo mahhh ada apa?"tanya Erin


"Mama dan papa yang Menjemput mu sayang,,,kami sudah di parkiran"jelas mama


"Ahhh baik lah tunggu di situ yah mah"


"Iya"


Erin yang bergegas membereskan buku bukunya dan berpamitan ke pada teman temanya


"Aku duluan yahh di jemput sama papa..Asslamualaikum"pamit Erin


"Waalikumsallam"


Erin bergegas menuju parkiran dan menemukan mobil sport berwarna hitam terparkir indah di sana dengan wanita yang sudah menunggu sambil menyenderkan badannya di mobil serta memainkan ponselnya


"Mamaa"teriak Erin


"Asslamualaikum mahhh"ucap Erin lagi sambil mencium punggung telapak tangan Eliana


"Wa'alaikumsalam ayo masuk sayang"ucap mama


"Iya mah"


Erin masuk ke dalam mobil dan menemukan papa Nya sedang memainkan ponsel Nya dengan kaca mata hitam dan jas berwarna hitam rambut yang tertata rapi serta poster tubuh yang sangat bagus


"Asslamualaikum papa"ucap Erin yang yang langsung mencium pipi papanya


"Waalikumsallam sayang"


"Owhhh iya kita mau kemana kok Tumben papa sama mama jemput Erin?"tanya Erin bingung


"Mama ingin ngajak kamu jalan jalan sebelum UTS sayang"ucap mama sembari melihat Erin di kaca mobil atas


"Wahhhhhh asikkkkk"teriak Erin antusias


"Senang sekali anak papa"ucap papa


"Owhhh iya sayang katanya Bram juga sekolah di sekolah mu sayang"sahut mama


"Iya mahhh kak Bram satu sekolah sama Erin" ucap Erin


"Ohhh iya terus gimana?"tanya papa


Sambil fokus menyetir


"Tau ga mahh pahh,,kak Bram jadi panutan lohhh sebagai cowo terganteng,cool dan sikapnya sangat dingin mahh pahhh"jelas Erin


"Anak itu tidak berubahhh"ucap papa


"Memang seperti itu kah pah"


"Iyaaa Bram itu anak yang dingin sama seperti ayahnya"jelas papa

__ADS_1


"Emmm gitu"


Erin,Eliana dan Alex pergi meninggalkan sekolahnya dan menuju sebuah mall besar di Jakarta mereka bersenang senang dan membeli beberapa peralatan sekolah Erin hingga malam mereka menghabiskan waktu bersama sama.


__ADS_2