sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
#35 CINTA MEMANG RUMIT


__ADS_3

Pagi yang mendung tak ada matahari hanya awan yang menjadi satu langit yang berwarna abu menjatuhkan butir butir air yang turun dari langit ke bumi. yahhh!! Pagi yang mendung ini dan hujan yang turun pagi ini mewakili seorang gadis yang sedang melamunkan sesuatu duduk di tepi ranjang menatap lurus ke arah jendela menghitung berapakah air yang turun.


Secara fisik dia terlihat baik baik saja namun tidak dengan hatinya yang sama turun mengikuti gerakan hujan yang turun


Tok tok tok!!


Elia mengetuk pintu Erin beberapa kali namun tidak ada sahutan akhirnya ia membuka pintu kamar Erin secara perlahan.ia melihat gadis kecilnya itu sedang duduk di tepi ranjang dengan tatapan yang kosong tak seperti biasanya


Elia menghampiri Erin yang duduk di tepi ranjang tanganya mengelus pucuk kepala Erin yang tertutup oleh jilbab putihnya "Sayanggg...ayo kita turun sarapan dulu nanti kamu telat"


Erin yang baru sadar dengan kedatangan mamanya "ah...ma- maaaf mahh Erin sedang memikirkan ulangan sekarang sampai lupa deh ada mama hehe"ucap Erin sembari tersenyum dan tertawa secara paksa


Elia yang tau ada yang tidak beres dengan anaknya ini mencoba mengerti dan duduk di samping Erin "sayangg mama tau kamu sedang menyembunyikan sesuatu...mama tau kapan kamu sedih kapan kamu bahagia mama ga mau melihat senyum manis kamu di ganti dengan senyuman yang terpaksa..kalau ada apa apa cerita sama mama.. jangan kamu pendam sendiri"jelas mama sambil mengelus pundak Erin


Erin yang menunduk pun berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh ia menyandarkan kepalanya di bahu Elia


Elia yang mengerti anaknya itu langsung memeluk Erin dan berkata "tak apa kamu tidak mau bercerita sekarang tapi jika kamu ingin cerita ingin meluapkan semua beban pikiran kamu mama akan selalu ada sayang buat kamu"


"Makasihhh mahhh"Erin memeluk mama


Nya itu


"Kita turun yuk kasian papa sayang"ajak Elia yang di angguki oleh Erin


Erin membawa tasnya dan memakai sepatunya.


Mereka turun menuruni anak tangga dan menuju meja makan..terlihat seorang pria yang mengenakan setelan jas berwarna hitam sedang menunggu Erin dan Elia turun sambil memainkan ponselnya


Erin yang biasanya selalu ceria dan mengucapkan selamat pagi kini enggan untuk mengatakannya mood Nya benar benar buruk


Alex yang melihat itu hanya menggeleng pelan, ia melirik Elia memberi kode dan langsung melirik Erin.Elia hanya mengangguk kecil


"Sayang kenapa muka kamu murung begitu?"tanya Alex


Alex yang benar benar Kepo akhirnya membuka mulu dan mencoba berbicara dengan Erin secara lembut


"Ngga kok pah Erin cuman ga enak badan aja"lirihnya


"Mau kita ke dokter??papa takut terjadi apa apa"ucap Alex merasa khawatir


"Ngga pah ga usahhh kan sekarang masih Ulangan Erin ga mau sampai tak hadir"jelasnya


"Baik lah kalau ada apa apa langsung hubungi papa"tegasnya


Di tempat lain


Seorang pria yang sudah menggunakan seragam lengkapnya berdiri di teras balkon kamarnya sambil menatap hujan yang turun pagi ini pikirannya kacau ia juga kecewa


'Apa yang harus gue lakuin dan buktiin lagi ke lo rin'

__ADS_1


Fadill yang dari semalam memikirkan bagaimana cara meyakinkan Erin bahwa dia benar benar terhadapnya..


Tanpa sadar seorang pria yang umurnya tak jauh dari Fadil menghampirinya dan menepuk pundak Fadil


"Oiiii pagi pagi da ngelamun!!"ucap Fadel


Kaka kandung fadil yang sekarang kuliah di Universtas ternama di kota A ia pintar,angkuh dan dingin sama seperti Fadil mereka selalu bersikap hangat saat bersama keluarga dan orang orang terdekat Nya saja ia mengambil jurusan bisnis karena ingin melanjutkan jejang orang tuanya sebagai pembisnis ternama


Fadil masih terdiam


"Lo kenapa?cewe?"


"Kepo lo"


"Hahaha sejak kapan lo suka sama cewe?Dan siapa cewe itu yang berhasil meluluhkan hati lo?Cewe yang dulu lo ceritain itu siapa sihhh??ituu ahhh KARINN!! Lo galau sama dia?"


Fadil melirik Kakanya yang ada di sampingnya itu"Bisa ga sihh lo tanya satu satu pusing gue denger Nya"


"Santai bro kenapa"


Fadil menceritakan semuanya dan Kakanya hanya mengangguk kan kepalanya saja


"Percuma gue cerita ke lo...lo dari tadi hanya nganggukkin kepala lo kaya anjing di toko toko!"


"Gue hanya dengerin cerita lo aja tadi dan memahami semuanya..jadi menurut gue mendingan lo perjuangan aja tuh si cewe yang sekarang kalau Emang sekarang lo udah move on dari si Karin tapi menurut gue si cewe itu hebattt yahhh berjuang buat loo tapi lo malah sia sia in dia teruss sekarang lo suka sama dia Ehh dianya gitu Cinta memang rumit broo"ucapnya "jadi intinya lo harus berjuang sama halnya cewe itu dulu berjuang buat lo"lanjutnya


Fadel yang langsung berdiri dan meninggalkan sang adik duduk dan melamun memikirkan kata kata Kakanya tadi


Erin masuk ke kelas dengan perasaan tak seperti biasanya ia langsung membuka buku dan mencoba mengahafal materi materi yang ia pelajari tadi malam


Nisa,Ami dan Nifa yang merasa aneh dengan sikap Erin mereka menghampiri Erin ke bangkunya


"Heyy rinn"sapa Ami


Erin hanya tersenyum dan berkata "hei"


"Lo kenapa sih rinn"tanya Nisa


"Kalo lo masih memikirkan kejadian Kemaren?menurut kita keputusan lo itu udah bagus udha tepat lo ga usah merasa kalau lo itu salah!"jelas Nisa


"Iyaaa kamu harus yakin dengan keputusan kamu sekarang"ucap Ami


"Nahhhh"Nifa memberikan kedua jempolnya dan tersenyum


Erin yang merasa lega karena teman temannya selalu mengerti keadaan Nya.ia juga senang memiliki sahabat seperti mereka yang selalu ada di saat suka mau pun duka Nya


Erin hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya namun senyum itu kembali memudar saat seseorang masuk ke dalam kelas dan melirik ke arah Nya


Ami,Nisa dan Nifa menyadari kedatangan Fadil mereka langsung kembali ke tempat masing masing.

__ADS_1


Fadil ingin sekali menghampiri Erin namun ia mengurungkan niatnya karena ia rasa Erin butuh waktu lagi


Pelajaran hari ini selesai dengan lancar meskipun cuaca dan kondisi tidak mendukung tapi semangat mereka ga akan pernah luntur untuk mengisi soal soalnya demi masa depan mereka sendiri


Kelima cewe itu tengah berada di parkiran mereka bingung harus meluangkan waktunya untuk apa karena ini masih menunjukkan pukul 11.00 masih sangat pagi menurut mereka dan besok adalah hari terakhir mereka UTS


"Ahhhh gimana kita ke cafe aja tempat biasa gimana?"usul Karin


"Nahhhh ayooo"sahut mereka tapi tidak dengan Erin


"Rinn lo ikut ga...ikut yahhh pleaseeee"ucap Ami


"Iya aku ikut"


"Yessss"


"Ehhh laki laki di ajak jangan???"tanya nifa


"Ahhh lo mah mau Nya sama Andre mulu"ledek Nisa


"Aihhh bukan gitu kan kita biasa ber-enam"sahutnya


"Ngga dehhh hari ini khusus GRIL DAY"ucap Karin


"Nahhh setuju "sahut Ami


Di saat mereka tengah mengobrol 3 orang cewe yang mukanya agak familiar lewat ke arah mereka dan salah satu cewe itu menyenggol pundak Erin dengan sengaja dan terus berjalan lalu membalikan badan untuk menatap Erin


BRUG


suara yang cukup keras Erin yang merasa sakit dengan bahunya mencoba memegang dengan tangannya dan memberikan tatapan sinis


"Upssss maaffff gue sengaja"sahut cewe itu sambil membalikkan badannya


"Ga sengaja Bungaaaa"teriak kedua cewe lainnya


Yahhh!!!bunga lah yang menyenggol pundak Erin Ntah sengaja atau pun tidak


Para sahabat Erin sudah mengepalkan tangannya masing masing dan menatap lurus ke arah mereka memberikan tatapan sinis


Bunga dan kedua temannya pergi begitu saja.Ami yang tidak terima melihat sahabatnya di perlakukan seperti itu


"Rinnn lo kok diam aja sihhhh!!"ucap Ami kesal


"Belum saatnya main main sama dia"sahut Erin tenang dengan senyuman sinis yang sulit di artikan


"Sepertinya bakalan ada pertunjukan hebat nihhh"ucap nifa


"Udahhh yuu kita pergi ahhh"ajak Nisa

__ADS_1


"Pake mobil gue aja"usul Nisa


"Okeyyyy"


__ADS_2