sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
#40 BUKAN GADIS BIASA


__ADS_3

Hayyy Guys maaf belum sempat up lagi akunya sibuk sama tugas dari sekolah


Jadi aku harap kalian maklumin aja yah kan


Happy reading❤️


_°°°°°_


Setelah kejadian 1 minggu yang lalu bunga kini tak menampakkan diri lagi ke sekolah dan di kota ini ia benar benar ikut bersama kedua orang tuanya pulang kampung semua anak sekolah sudah mengetahuinya begitu juga dengan Erin dan teman teman..


Erin yang seperti biasa bersama ke lima temannya melewati setiap koridor kelas dan menjadi pusat perhatian kini mereka sudah menjadi anak kelas 11 yahhh anak kelas dua SMA setelah pembagian raport 3 hari yang lalu.Erin mendapat peringkat pertama begitu juga dengan teman temannya tak kalah berprestasi mereka sekarang terkenal famous di sekolah


Banyak adik kelas dan Kaka kelas yang berusaha mendekati Fadil dan Andre namun mereka sama sekali acuh tak acuh.


Begitu juga dengan para cewe mereka selalu mendapatkan coklat dan bunga dari orang yang menyukai mereka.


Btw buat Bram,Danu dan Raffi mereka lanjut kuliah di Universitas Indonesia (UI).UI bertengger di urutan ke-296 dunia. Meski menduduki yang teratas di dunia.


Untuk perjuangan Fadil ia masih tetap berjuang namain Erin lagi lagi selalu menganggapnya biasa aja karena ia juga masih benar benar tidak yakin dengan hati dia.


Seperti sekarang Erin mendapatkan bunga begitu juga dengan Ami nifa dan Nisa mereka selalu membuang bunga bunga tersebut karena mereka termasuk kriteria cewe yang tidak begitu menyukai bunga


"Ahhhhh cape gue tiap hari beresin bunga bunga ini"keluh Nisa


"Males gue cape"dengus Erin berjalan ketempat sampah dan membuangnya


"Nitip nih gue"uap nifa menyodorkan bunga bunganya


"Buang aja sendiri gue aja ribet"Erin menghiraukan bunga bunga nifa


"Ish dasar"akhirnya nifa berdiri dan menuju tempat sampah yang sama


Beberapa anak yang melihat itu merasa heran mengapa mereka tidak menyukai bunga...bunga sebanyak itu kan indah


"Hufff sayang banget bunganya"ucap gadis yang duduk di kursi dekat kelas Erin


"Iyahhh padahal kalau aku yg di kasih aku bakalan suka banget"ucap gadis satunya


Ami yang hendak membuang bunga seketika terhentikan oleh ucapan seorang gadis tadi ia menunduk selangkah dari tong sampah dan menatap 3 cewe itu


Ketiga cewe itu tertunduk dan diam karena mereka sudah tau latar belakang mereka, mereka termasuk orang yang tidak suka bercanda kecuali dengan teman dekatnya


Ami berjalan ke arah mereka dan memberikan bunga bunganya


"Kalian mau kan?nih ambil aja"ucapnya datar


"Ng-ng-nga kok kita cumann sayang aja sama bunganya"ucap gadis satunya berbata bata


"Iya udha ini lo ambil aja"Ami kembali menyodorkan bunga bunganya


Ia tersenyum tipis "nihhh gue kasih ke lo terima aja"Ami menarik tangan gadis itu dan memberikan 2 buket bunga merah ke tanganya ia berbalik dan pergi ke kelasnya


Sedangkan di suatu tempat dua orang pria sedang asik berbincang


"Gimana bro lo masih mau berjuang baut Erin?"


"Iya gue masih tapi gue ga yakin dia bakalan buka hati lagi yang jelas jelas gue udah bikin dia sakit hati banget"

__ADS_1


"Gue yakin lo bisa...Erin tuh tipe cewe yang kalau udah suka pasti dia suka terus"


"Tau dari mana lo?"


"Tau dari kak Bram waktu itu"


"Kok gue ga tau lo ngomong sama kak Bram"


"Lo Nya sibuk mulu sama hati lo"


Bughh


Fadil menyikut perut Andre dengan tangan kanannya


"Awww sakit ****"


"Lebay"


"Biarinnnn...dil gue yakin Erin bukan gadis biasa"


"Ahhh maksud loo dia hantu gitu"


"Idihhhh bukan dia itu cewe yang sulit di tebal iya ga sih beda sama cewe cewe lainnya"


"Iya juga yah Bener loo,,,ga salah gue pilih dia jadi pasangan hidup "


"Gila lu jangan Halu dulu di terima aja belum ini dah Halu"


Mereka melanjutkan percakapannya dan beda dengan seorang gadis duduk di bawah pohon menenggelamkan kepalanya di atas lutut yang di tekuk.


Jujur dia merindukan seseorang yang selalu bersikap lembut kepadanya


Tanpa sadar seseorang berdiri di hadapannya dan ikut duduk di sampingnya.


"Karin"ucapnya


Karin melirik ke samping dan menatap seseo


"Nifa sejak kapan lo di sini"


"Tadinya aku mau ke toilet eh liat kamu ada di sini kenapa?"


"Ngga kok"


"Gue tau kok kar lo tuh suka kan sama kak Danu kenapa ga terima aja Kemaren?"


"Gue masih takut dan belum yakin"


"Dengerin gue yah...lo harus bisa buka hati buat seseorang yang baru lo ga bisa seterusnya seperti ini mengharapkan dia kembali dan datang itu ga mungkin apa lagi sekarang kita ga tau hati dia itu untuk siapa?lo harus bisa dan yakin bahwa di luar sana ada seseorang yang menunggu dan menyayangi mu dan gue yakin jodoh itu pasti datang kok dan sekrang lo buka mata lo liat ke depan ada siapa jangan liat kebelakang mulu yg jelas jelas ga ada siapa siapa!Belajar!Belajar dari masa lalu untuk mencapai masa depan."


"Iya lo Bener nif gue egois gue yang ga nyadar akan semuanya,gue harus bisa gue harus buka hati buat kak Danu"


"Nahhh gitu nanti kita ketemuan sama kak Bram dan yang lain"


Flashback


Karin yang tengah duduk di rooftop sekolah menatap birunya langit

__ADS_1


seseorang menghampirinya


"Ahkmmm"dehem Nya


"Kak Danu kenapa ke sini?"


"Ngga boleh?"


"Bukan gitu,aneh aja kan rooftop ini jarang di datengi orang"


"Gue selalu menenangkan pikiran gue dengan datang ke sini,menurut gue tempat ini cocok buat menghilangkan keluh kesah kita"


"Emmm gitu"


"Lantas lo ngapain di sini"


"Aku selalu ke sini juga saat aku ingin sendiri dan berusaha menenangkan pikiran"


"Hmmm"


Mereka diam cukup lama keduanya menatap lurus ke arah langit yang berwarna biru itu


Danu yang sudah siap dengan tekadnya ingin mengungkapkan semua perasaannya yang selalu terhalang dan mungkin kini adalah waktu yg tepat


"Kar"


Karin menoleh ke arah samping tempatnya Danu duduk di sebelahnya sambil menyilangkan kakinya


"Iya kak"


"Aku mau ngomong serius sama kamu"


"Maksud Kaka?"


"Sebenarnya aku menyukai mu kar"


Deg....


Karin kaget tak menyangka bahwa seseorang yang selama ini selalu ada untuknya dan menjadi tempat berbagi Nya ternyata menyukainya


Entah sejak kapan jantung mereka berdetak seirama mata mereka bertemu


Karin yang menyadari itu langsung menunduk


"Aku tau kamu butuh waktu,,,aku akan kasih kamu waktu kar...aku akan tunggu kamu sampai kamu benar Benar siap untuk buka hati dan melupakan masa lalu mu itu"


Karin menunduk malu Ntah apa yang harus ia kata kan sekarang dia benar benar bingung


"Kak...Karin bukan ga mau...Karin cuman butuh waktu untuk menetapkan hati ini aku ga mau sampai sakit untuk kedua kalinya aku ga mau masa lalu itu terjadi lagi hiksss hiksss"


Tetesan air bening menetes membasahi pipinya ia menunduk namun tangan Danu meraih dagu Karin agar ia mau menatapnya satu tangannya menghapus air mata Karin dengan ibu jarinya


"Karr...aku akan berusaha meyakinkan kamu bahwa aku benar benar tulus dan cinta sama kamu aku akan merubah semua masa lalu buruk kamu menjadi masa depan yang indah...aku ingin kamu bahagia dan selalu tersenyum"


"Terima kasih kak...aku akan berusaha untuk membuka hati ini...dan aku akan berusaha untuk bisa membalas cinta Kaka"


"Sama sama manis"

__ADS_1


Wajah Karin kini memerah seperti tomat


__ADS_2