sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
Episode 22


__ADS_3

Pagi itu erin bangun pagi pagi karena ia ingin mengantar Bima sampai bandara,dan ia sudah siap dengan gamis berwarna maron dan abu,kerudung berwarna abu,dengan sepatu berwarna putih membuat nya terlihat cantik,bukan hanya dia tapi teman temannya juga ikut mengantar Bima ke bandara.


sejujurnya Erin berat untuk melepaskan Bima karena selama ini ia telah menjaganya,kini harus melepaskan nya Selama beberapa tahun ini.


Tempat lain


seorang gadis mengenakan gamis berwarna biru muda dan kerudung yang senada juga sepatu hitam bermerk tengah duduk di tepi ranjang nya dengan wajah yang kusut,mata yang sembab dan moodnya hilang.karin!


iya Karin semalam tidak tidur bahkan tidak bisa tidur ia terus memikirkan Bima seseorang yang selama ini begitu ia cintai dan ia harapkan, sekarang ia harus melepaskan nya begitu saja,ntah mengapa semangat Karin hilang begitu saja ia hanya menangis dan menangis, sesekali ia membaca pesan pesan nya yang ia kirim ke Bima tanpa ia balas


Karina:


hai Bima kamu sedang apa dan di mana?


Karin:


malam Bim!gimana kabar mu


Karin:


Bima besok kita ketemu di rumah Erin yah


BimaAyunda:


iya


Karin:


oke Sampai jumpa Bim


tak terasa air matanya kembali jatuh di atas layar handphone nya itu.tiba tiba pintu terbuka dan Karin masih tidak sadar bahwa seseorang masuk ke dalam kamarnya


"Karin"panggilnya


Karin menoleh dan melihat sosok Nifa dan Ami yang berada di depannya


"Hiksss Hiksss..aku menyukainya"


nifa dan Ami langsung memeluk tubuh Karin,dan membuat tangis Karin semakin menjadi


"sabar Karin sabar aku yakin kamu akan mendapatkan seseorang yang jauh lebih baik buat kamu"ucap Ami sembari mengelus lembut bahu Karin

__ADS_1


"iya aku yakin kamu bisa menghadapi semua ini kamu harus semangat dan tegar..kamu mau kan liat Bima bahagia?maka dari itu kamu harus tunjukkan ke dia bahwa kamu kuat dan tegar"sahut nifa yang sama mengelusi bahu Karin juga


"tap-tapi kan hikss melupakan itu tak semudah membalikkan telapak tangan hiks"lirih Karin di tengah isakannya


"sabarrrr kamu harus semangat demi Bima kalau emang dia jodoh kamu dia pasti kembali tanpa harus kamu suruh kok"ucap Ami


"iya jodoh kan udah ada yang ngatur jadi kamu harus semangat yah"sahut Ami


"makasih yah kalian selalu bisa membuat ku tersenyum"ucap Karin


"iya sudah ayo ke bawah kasian Fadil dan Andre sudah menunggu kita ... lagian kita harus langsung ke bandara takut nya kan telat"ucap Ami


"ayo"ucap Karin


"tunggu!kamu harus kelihatan cantik dan tidak kusut seperti sekarang"ucap nifa yang langsung berdiri dan menghadap ke wajah Karin dan menghapus air matanya dengan lembut


"terimakasih ayo"


mereka turun dan pamitan kepada bunda Karin dan langsung menuju mobil yang sudah ada di depan rumah Karin yang di dalamnya ada andre dan Fadil yang tengah menunggu tiga cewe itu datang


"YA ALLAH DEMI BASO BERUBAH JADI KOTAK..SUMPAH LAMA BANGET KALIAN GIMANA KALAU TELAT HA!"omel Andre yang melihat ketiga cewe itu masuk mobil


mobil yang mereka tumpangi landas meninggalkan rumah karin,selama di perjalanan Karin hanya memandang ke luar jendela, sedangkan Fadil seperti biasa ia hanya diam dan cuek tak acuh dengan keadaan.


sampai di Bandara Soekarno Hatta mereka turun dan mendapatkan Erin,Bima serta keluarga nya


"assalamualaikum"sapa nifa,Ami,Andre dan Fadil yang baru sampai


"waalaikumsallam"


"makasih kalian sudah mau mengantar ku ke bandara dan makasih atas kenangannya selama ini"ucap Bima tulus


"bimm ga apa apa kok,lo tenang aja gue pasti nunggu Lo balik kok"ucap Andre yang menepuk pundak Bima


"Karin kamu ga apa apa kan?"tanya Erin yang melihat Karin hanya menunduk dengan mata yang sembab


"ah-apa itu aku ga apa apa kok hehe"jawab Karin memaksakan tersenyum


"aku harap begitu"ucap Erin karena ia tahu apa yang sedang ia alami saat ini


"maaf kan gw kalau selama ini gw ada salah"ucap lagi Bima

__ADS_1


"maafin gw juga"sahut Fadil melirik Bima


"Lo baik baik yah di sana jangan pernah lupain kita kita"sahut nifa


"pasti dong akan gw lupain"ucap Bima


"APA LO MAU LUPAIN KITA YA UDAH JANGAN BALIK LAGI UDAH LO DI SANA AJA!"teriak Erin sinis


"Hahaha maaf maaf aku ga akan pernah lupain kalian kok tenang aja"ucap Bima "yah udah gw pamit dulu yah sampai jumpa jaga diri kalian semuanya dan satu lagi jaga adek gw yang manja ini oke"


"ahhh aku ga manja tauuuu"tukas Erin


"iya pasti"ucap Fadil cepat


"ah apa?"sahut Andre yang mendengar ucapan Fadil tadi


"ga"balasnya seadanya


"bim-bima tunggu"ucap Karin tiba tiba "maaf kalau selama ini Karin ada salah sama Bima,maaf kalau selama ini Karin sellau ganggu hidup Bima, membuat Bima kesal bahkan tak suka sama Karin maaf,maaf karena Karin menyukai Bima,Bima di sana jangan lupa makan,shalat,dan belajar buat masa depan Bima yah,sekali lagi maaf dan sampai jumpa"


"karinnn seharusnya gw yang minta maaf sama Lo gw bersyukur karena Lo udah merjuangin gw dan maaf karena gw belum bisa membalas semua perasaan Lo ke gw dan gw yakin Lo bakalan dapatin cowo yang benar-benar menyukai dan mencintai Lo nanti, terimakasih yah jaga diri Lo baik baik yah"


"iya Bim makasih"ucap Karin memaksakan senyum dan sungguh ia ingin menangis sejadi jadinya saat ini


"yah udah gue pamit yah assalamualaikum"


"waalaikumsallam sampai jumpa bimmm"serentak mereka menjawab


"dadahhhhhhhhh bimmaaaaa"teriak Erin


"sampai jumpa bimmaaaaa"teriak Ami


"udah udah ga usah teriak teriak malu tau"ucap andre


"husss loo diem deh"ucap nifa


"aku mencintaimu,sebab itu aku tak kan pernah selesai mendoakan keselamatan mu."


'Sampai jumpa Bima!' batin Karin


mereka kembali ke mobil untuk pulang karena besok adalah hari pertama mereka sekolah dan benar benar menegangkan..di sepanjang perjalan Karin hanya menangis tak henti betapa sakitnya seseorang yang telah kita perjuangkan selama ini kini pergi dan tak tau kapan ia kembali, sahabat sahabat nya itu hanya bisa menenangkan dan menghibur nya.

__ADS_1


__ADS_2