sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
#34 UTS


__ADS_3

Kini hari hari yang di tunggu telah tiba..semua siswa siap untuk mengikuti UTS di sekolah.sama halnya gadis yang sudah siap dengan seragam lengkap jam tanggal di pergelangan tangannya serta name tag yang menunjukkan kartu peserta ulangan.


"Pagiii maahhh pahhh"teriak Erin menghampiri kedua orang tuanya di meja makan


"Pagi sayang"ucap Alex dan Elia


"Makan dulu"seru Elia


"Iya mahh"


Keluarga itu makan dengan tenang dan hening seperti biasa hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.


Setelah itu mereka pergi ke ruang tengah.karena Erin sekarang UTS jadi ia pergi lebih awal


"Papa...papa yang anterin erinnn yahhh"ucap Erin memelas


"Baik lah sayang hari pertama mu UTS papa akan mengantar mu"sahut Alex dan bergegas pergi untuk bersiap


Alex yang naik ke atas untuk bersiap mama yang sedang memperhatikan anak gadisnya itu memebenarkan kerudungnya sesekali ia tersenyum karena sikap Erin yang kadang manja kadang dewasa


"Sayang"


"Iya mah"


"Kamu sudah menghafal?"


"Udah dong mahh"


"Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu,kerjakan dengan teliti dan serius yang lebih utama baca doa dulu sebelum mengerjakan soal Nya"


Erin memetakan tanga kanan Nya di dahi seperti hormat ke pada komandan"Siappp Bu guruuuuu"


Alex yang baru turun menuruni anak tangga dengan tangan kanan membawa tas kerjanya dan tangan kiri memegang jas hitam miliknya "Erinnn ayo sayang"


"Iya pah"


Elia berdiri dan menghampiri sang suami lalu meraih jas nya dan memakaikannya kepada tubuh sang suami


Alex selalu mendapatkan perhatian itu setiap hari,ia senang melihat istrinya selalu melakukan rutin titasnya


"Mahh Erin pergi dulu yah"pamit Erin


"Sayang aku pergi yah,,,jaga diri mu baik baik"sahut Alex


Alex mencium kening Elia dengan senang hati ia menerima itu karena kebiasaannya itu


"Hati hati yahh sayang"ucap Elia seraya mencium punggung telapak tangan Alex


"Ahkmmmm...ada anaknya lohhh di siniii"ucap Erin yang bosan melihat kemesraan kedua orang tuanya


"Hahaha iya ayo"


Di sekolah sudah banyak anak anak yang telah datang,,,beberapa anak lebih memilih menunggu bel dengan membaca beberapa buku.terlihat beberapa anak sedang berada di parkiran sekolah mereka menunggu teman Nya datang dan tiba lah mobil sport berwarna hitam di depan mereka


"Nahhh diaaa nih datanggg"dengan Ami


Erin turun dari mobil sport ayahnya begitu juga dengan Alex yang mengenakan kaca mata hitam setelan jas berwarna hitam dan sepatu yang mengilat bagikan seorang maha karya ia memilih untuk turun mengikuti sang anak


Erin yang melihat raut wajah teman temanya Sudah biasa karena ia selalu paling lama datang ke sekolah


"Asslamualaikum hay"sapa Erin tanpa dosa


"Asslamualaikum Pagii"ucap Alex dengan senyuman yang terlihat dingin


Meskipun sudah berkepala tiga Alex tetap tampan dan poster tubuhnya pun tidak berubah tetap bagus seperti anak anak di bawah umurnya,Alex memang terlihat dingin di luar tapi tidak di saat bersama keluarganya ia begitu hangat dan lembut


"Waalikumsallam Pagii omm"ucap mereka serentak


Satu Persati mereka menyalami Alex sebagai tanda hormat kepada orang tua


Alex dengan senang hati menerimanya toh dia anak yang baik jadi tidak masala


Erin yang merasa di abaikan mendengus kesal "aihhhh kalian mengabaikan ku"


"Habisnya kamu lama sekali kita sudah menunggu semala 20 menit yang lalu"jelas Nisa


Erin yang kaget membulatkan matanya tanda tak percaya 'selama itu kah aku menuju sekolah'pikirnya

__ADS_1


"Maaf hehehe"ucap Erin cengengesan


"Iya sudah ayo masuk...om kami masuk dulu yah"sahut Ami sembari menundukkan kepalanya sedikit dan tersenyum


"Baik lah..kerjakan dengan baik"ucap Alex tegas dan dingin


Mereka berjalan melewati setiap koridor yang ada,Karena kelas Erin,Ami,Nisa dan Fadil berada di lantai dua sebelah kanan sedangkan Karin dan Andre berapa di lantai dua sebelah kiri mereka terpaksa berpisah setelah menaiki eskalator sekolah


"Byeee semanagttt karinnn Andreee"ucap Erin


"Kalian juga semangattt oke"ucap Karin dan Andre langsung pergi


Mereka masuk ke kelas masing masing


Dan menaruh tas di samping meja.


Erin membuka buku bukunya dan mulai menghafal lagi...Fadil yang berada di sebelah Erin selalu memperhatikan Nya dan sesekali ia merasa sakit dan menyesal ketika mengingat masa SMP Nya itu


Erin yang merasa sedang di perhatikan akhirnya melirik ke arah tersebut namun hanya sekilas dan kembali fokus ke buku bukunya namun di dalam hatinya ia berkata 'erinnn fokus fokusss,,,kamu harus bisa melakukan ini,,,jangan sampai percaya sama omongannya...cuek cuek cuek cuek dan cuek'erin meyakinkan dirinya dalam hati


Tringggg tringggg


Bell berbunyi ulangan siap di mulai semua siswa sudah duduk di tempatnya masing masing...hari ini hanya 2 pelajaran maka dari itu sekolah hanya sampai jam 11 siang aja.


_o0o_


"Erinnnnnn"teriak seseorang saat Erin tengah menuju parkiran


Erin berhenti begitu juga dengan ke empat cewe yang lainnya dan melirik sumber suara yang tadi memanggilnya


"Rinnn ngapain sih si Fadill"bisik Nisa


Erin hanya mengangkat bahunya


"Rinnn boleh kita bicara sebentar?"sahut Fadil


"Ayo lahhh Fadill ini jam pulang saatnya pulang bukan malah ngobrol"dengus nifa


"Iya nihh"ucap Ami


"Please sekali aja"Fadil memohon


"Yah udah Cepet bicara"ucap Erin dingin


Fadil narik tangan Erin membuat Erin mengerutkan dahinya "mau kemana di sini aja kali"ucapnya menghentikan Fadil


"Ikut aku sebentar yah"ucap Fadil


"Ishhhh,,,,bentar yah"


Fadil membawa erin ke taman belakang sekolah karena jam pulang sekolah mulai agak sepi mereka duduk di kursi yang tersedia di situ


"Iya ada apa"sahut Erin to the point


"Buru buru bet"


"Iya udah Cepet kasian mereka nungguin!!"ucapan Erin masih dingin dan menatap ke arah depan


"Iya iya"


"Sebenarnya aku mau ngomong sama kamu" Fadil menarik nafas sebentar dan melirik ke arah Erin yang berada di sebelahnya "Erin aku tau aku salah aku tau aku udah menyia-nyiakan perjuangan kamu dan sekarang aku sadar aku sadar!aku juga menyesal dulu lebih memilih untuk berjuang buat Karin dan tidak melirik kamu yang udah berjuang buat aku maaf!aku sadar sekarang cinta yang sebenarnya itu kamu cinta..kamu mungkin sekarang kecewa tapi mohon beri aku kesempatan beri aku waktu untuk membuktikan bahwa aku benar benar suka sama kamu rinn mohon..aku akan perbaiki semua kesalahan aku dulu"


Erin membuang nafasnya dengan kasar


"Fadill denger yang Emang dulu aku suka sama aku sayang sama tapi aku nyadar bahwa cinta dan kasih sayang kamu itu buat Karin aku ga mau sampai kamu menucintai aku karena kasian karena omongan orang orang aku ga mau!!dan aku udah Maafin kamu aku udah Maafin semuanya aku juga udah melupakan semuanya aku juga udah memulai awal yang baru,,,maaf bukanya aku udah ga suka sama kamu tapi maaf sekarang aku lagi fokus untuk UTS dulu,,,terima kasih karena kamu udah suka sama aku udah mau cinta sama aku tapi maaf aku ga mau sakit untuk ke dua kalinya cukup Kemaren aku ngerasain yang namanya sakit hati maaf...aku duluan yahhh assalamu'alaikum"Erin beranjak pergi dari situ


Fadil yang melihat itu berteriak"rinnn aku akan berjuang buat kamu seperti kamu berjuang buat aku" namun di hiraukan oleh Erin yang terus berjalan cepat


"Waalikumsallam"lirih Fadil


'Ternyata ini yang kamu rasain sekarang sakit berjuang sendiri tanpa di pedulikan sekarang aku ngerasain semuanya rin'batin Fadil yang terus menatap lurus ke arah Erin pergi


Erin yang jalan cepat menghindari Fadil


Matanya sudah tak kuat untuk menahan bendungan air matanya kini jatuh di pipi mulusnya Erin yang jalan dengan menunduk tiba tiba tak menyadari seseorang di depannya


Brukkk

__ADS_1


"Maaf"lirik Erin menunduk dan menghapus air matanya


"Are you okey?"tanya seseorang


Erin menonggakan kepalanya dengan mata yang sembab dan melihat sosok yang ia kenal


"Kak Raffi?"lirik Erin


"Erinnn kamu kenapaaa???"tanya Raffi panik


Erin yang terus diam tak kuat untuk menangis akhirnya berhambur memeluk Raffi yang ada di depannya.raffi merasa khawatir dengan gadis yang ada di depannya itu dan ia membalas pelukan erin


"Kak hikssssa hiksssss"Erin nangis di dalam pelukan Raffi


"Erinnn kamu baik baik aja yah udah kita bicara di sana yu"ajak Raffi sambil memapah tubuh Erin yang bergetar karena menangis


Sampai di taman Erin tertunduk dan terus Menahan agar air matanya tak keluar


"Erin kamu kenapa sihhh?"tanya Raffi


Erin menceritakan semuanya yang terjadi dengan masa lalu nya hingga kejadian yang terjadi saat ini...Ntah apa yang di rasakan ia akhirnya bisa merasa lega dengan berceritanya ke Raffi


"Astagfirullah sabarrr mungkin kalau Emang kamu Sama dia jodoh pasti akan bersatu"jelas Raffi yang mengelus kepala Erin


"Terima kasih kak"


"Ehh ayo pulang"


"Astagfirullah...teman teman!!!"Erin tersadar telah meninggalkan teman temannya di parkiran cukup lama


"Kak ayo kita ke parkiran"Erin menarik tangan Raffi menuju parkiran


Tanpa sadar dari tadi seseorang memperhatikan mereka,orang itu mengepal kuat tangan Nya merasa sakit melihat orang yang sekarang dia cintai bersama orang lain


Erin yang sudah sampai di parkiran mendapatkan teman temannya yang berdiri di pinggir parkiran


"Maaf lama"ucap Erin tergesa gesa


"Aihhhh Erin lam--"Ami yang ingin mengomel mengurungkan niatnya dengan melihat mata Erin yang sembab seperti habis menangis ,,, memang benar bukan aihhhh!!!


"Rinnn mata kamu"nifa menunjuk mata Erin dia menunduk enggan memperlihatkan matanya


"Kamu kenapa erinnnn!!!"ucap teman temannya panik


"Kak Raffi?kenapa Erin?"sahut Nisa panik


"Nanti dia cerita kok ke kalian"ucap Raffi dengan senyuman


"Rinn kenapa??"tanya lembut Karin


"Aku duluan yahhh,,,kalian jaga Erin...Erin Kaka pergi dulu yah Asslamualaikum"pamitnya


"Wa'alaikumsalam"


Erin yang di bawa teman temanya ke dalam mobil dan bercerita semuanya membuat teman temannya kesal akibat ulah Fadill


Beda halnya dengan Karin yang merasa bersalah dan menunduk


"Erin Maafin aku"lirih Karin hampir tak terdengar


"Karin kamu ga salah kok yang salah itu cinta,dia datang di waktu yang ngga tepat"jelas Erin


Karin hanya menunduk tak kuasa menahan air matanya


"Kamu juga harus bisa berusaha lupa sama Bima..aku yakin kamu bisa move on melupakan Bima...aku yakin suatu saat bakalan ada seseorang yang jauh lebih baik darinya bisa sayang sama kamu rinn"ucap Erin lagi


Karin langsung memeluk Erin dan menumpahkan air matanya.erin membalas dengan pelukan yang tak kalah hangat


Sahabat Nya yang lain terharu melihat mereka tersenyum kagum dengan kedua sahabatnya itu


Mereka pulang ke rumah masing masing dengan suasana yang tak enak


Erin yang langsung berjalan ke kamar dan tidak menemui mamah Nya dulu membuat Elia bingung


Sama halnya seperti sahabat yang lain


Dasar cinta hufff:'

__ADS_1


__ADS_2