sebuah perasaan rahasia

sebuah perasaan rahasia
#28 AWAL YANG BARU


__ADS_3

Seminggu telah berlalu Semua siswa di Indonesia sudah mulai menjalankan aktivitasnya seperti biasa,mengikuti pelajaran tiap hari mengerjakan tugas tugas yang di berikan guru.Sama hal Nya dengan Seorang gadis yang berpakaian putih abu dengan mengenakan jas yang senada,ia memakai sepatu hitam dan jam tangan berwarna biru,Yah Erina sudah siap dengan seragamnya untuk pergi sekolah ia menuruni anak tangga untuk menemui orang tua Nya yang sedang duduk di meja makan.


"Pagi mahhh,,,pahhh,,,"sapa Erin sedikit teriak


"Pagi sayang"jawab mereka


"Pah,,,kapan Erin boleh memakai mobil?teman teman Erin pada bawa mobilll"pinta Erin sambil mengambil nasi yang di berikan oleh mama


"Emang kamu bisa?"tanya papa


"Emmmm...ngga hehehe"jawab Erin cengengesan


"Lahhh kamu mau pakai mobillll tapi kamu ga bisaaa terus gimana?"ucap papa


"Erinnn kan mau pakai mobil mobil an pahhh jadi pasti bisa yah kan sayang"ledek mama


"Ihhhh mama keselll dehhh!"dengus Erin sambil memanyunkan bibirnya yang terlihat menggemaskan


"Hahaha...kamu ini sayang liat deh anak kita marah kan"ucap Alex sambil ketawa


"Bentar bentarr Emang mama bisa??"tanya balik Erin


"Ngga sih"ucapnya tak berdosa


"Tuhhh mama aja ga bisa huuu dasar,,,pahhh Erin mau belajar yah yah yahhhh boleh yahhhhh yahhhh"rengek Erin sambil memasangkan wajah melasnya


"Baik lahhh nanti papa ajari kamu sore okeee,sekarang makan dulu"ucap Alex


Mengikuti permintaan Erin


"Wahhhhhh asikkkkk yessss"teriak Erin


"kannn Erin juga pengen membuka awal yang baru hehehe"


"memang awall baru apa sih?"tanya Alex


"ngga deh pahh"


"udah pahh anak kita itu lagi puber"


"aihhhhh mama apaan sih"


Mereka makan dengan tenang dan hening hanya suara sendok dan piring yang beradu,Erin di antarkan Alex sampai parkiran,ia memang dari dulu memiliki impian mengendarai mobil sendiri namun Alex selalu melarangnya dan sekarang umur dia sudah 17 tahun dan Mungkin Erin sudah besar jadi di perbolehkan toh bukan masalah juga yah kan,namun karena Alex sangat sayang sama Erin ia tak bisa melihat anak Nya sedih atau pun kecewa,, namanya juga seorang ayah


Erin dan fadil udah mulai melupakan masalah Nya,namun perasaan mereka masih tetap sama Erin berusaha buat melupakan semuanya sedangkan Fadil yang berusaha untuk mendapatkan hati Erin kembali,setiap ketemu,kumpul mereka mungkin ngobrol tapi tidak seperti dulu tertawa bareng Ntah lahhh,kadang Fadil sendiri bingung harus seperti apa ia membujuk Erin dan mengembalikan semuanya seperti dulu,ia benar benar frustrasi di buatnya,nama Nya juga cinta kadang bisa membuat seseorang menjadi gila memikirkannya


Erin turun dari mobil dan masuk ke dalam halaman sekolah,ia melihat teman temannya dan menghampiri temannya yang sedang menunggunya sembari berbincang bincang


"Assalamu'alaikum teman temannnn"ucap Erin yang baru saja datang


"Waalikumsallam"


"Tumben tepat waktu nihhh"ucap Ami melihat pergelangan tangannya masih menunjukkan setengah 7


"Iya donggg"ucap Erin sambil tersenyum


"Tumben ceria banget nihhh"ledek Karin


"Lahhhh sedihhh salah ceria salahhhh terus gw harus gimana nihhh?"ucap Erin sambil cemberut


"Bukan gituuu ini bahagianya beda nihhhh"ucap Nisaa


"Ahhhh gw tauuu looo di tembakkk kan sama fadilll ngaku looo"sahut Andre sambil menunjuk unjuk Erin


"Apaaan sihhh lo,,,aku seneng tuh karena aku kan mau di ajarinnn pakaiii mobilll lohhh omgggg bahagia bangettttt"ucap Erin teriakkk


"Berisik tauuuu nohhh di liatinnnn"omel Ami

__ADS_1


Andree melirik Fadil yang baru datang "Oiiii broo kemana aja sihh loo"ucap Andre sambil melambaikan tangannya ke atas


"Asslamualaikum"ucap Fadil yang baru datang,ia Melihat Erin yang sedang melihatnya juga


"Waalikumsallam"ucap mereka serentak


Keadaan mendadak menjadi hening,Ami yang mengerti akan hal itu mengelak untuk pergi ke toilet


"Geys aku ke toilet dulu yah,nifa ayo"ajak Ami


"Ke mana?"tanya nifa


'Nii orang lagi keadaan gini ga bisa di ajak kerja bareng dasarrr telmiii,,,untunggg temen'omel Ami dalam hati


"Ke gununggg"teriak Ami yang langsung pergi ke dalam


"Ohhh ayo"ucap nifa cengengesan


Yang langsung menyusul Ami


"Ehhh gw juga nihhh tadi janjian sama kak Sinta di kantin duluan yahhhh"teriak Karin yang langsung menarik nisaa begitu saja


"Aduhhhhh brooo gw lupaaa belummm hubungin kak danuuu dia janji mau ngasih gw cara ngitung matematika nihhh duluan yahhhh"teriak Andre yang begitu saja pergi


"Lahhhh"ucap Fadil bingung temen temannya pergi duluan


Erin dan Fadil hanya diam mematung melihat para sahabatnya pergi begitu saja Erin berbalik ke Arah Fadil begitu juga Fadil yang berbalik ke arah Erin,degggg mata mereka bertemu kini mereka saling pandang namun dengan cepat Erin mencari sesuatu yang bisa di pandang.Sekarang mereka benar benar bingung harus bagaimana mereka sama sama canggung untuk memulai obrolan


"Ga ikut pergi?"Tanya Erin mencairkan suasana


"Terusss kamu ga ikut pergi?"tanya balik Fadil yang terus menatap Erin


"Malah nanya balik"gungam Erin kesal namun Fadil malah terus memandang Erin


"Kenapa ngeliatin gw terus??"


"Gw malu lahhh"ucap Erin yang tiba tiba pipi Nya memanas


"Biarin"ucap Fadil yang terus memandang Erin


"Au ahhh"Erin yang langsung pergi namun langkahnya tertahan karena Fadil lebih dulu memegang tangannya


"Tunggu!!!"


"Apa fadilll"


"Maaf"


"Maaf?buat?"


"Semua"


"Hahaha apaan sihh GJ banget"ucap Erin dengan tawanya


"Stopp bercanda Erin aku serius"


"Aku juga serius"


"Terus?"


"Aku minta maaf!"


"Perasaan dari tadi kamu minta maaf mulu apa sihhh,yang jelas dong keburu bel"


"Iya aku udah salah paham"


"Ga ap---"

__ADS_1


Tringgggggggg


"Nahhh kan belll ayo ke kelas keburu ada guru"ajak Erin yang pergi duluan


Fadil yang melihat Erin pergi begitu saja membuat hatinya sedikit sakit


'apa kah dulu Erin merasakan cinta bertepuk sebelah tangan sama seperti gw ini yah,ternyata gini yah rasanya berjuang buat seseorang,andai aja duku gw ngelirik lo rinn pasti sekarang kita udah barengan'sesal Fadil dalam hati


_o0o_


Jam pelajaran mereka telah usai kini bell istirahat berbunyi dimana jam kejayaan bagi semua siswa di SMA NUSA BANGSA dan jam Kekayaan bagi para penjual di kantin,semua siswa berlarian ada yang ke kantin,perpustakaan,taman,keruangan lab dan ada yang hanya diam di kelas,sama seperti halnya Erin dan yang lain sudah ada di kantin dan menunggu makanan yang telah mereka pesan tadi


"Ehhh Karin kemana?"tanya Nisa


"Kagak tau tuh bocah"jawab nifa


"Ke toilet dulu katanya"ucap Ami


"Bole bole"ucap Andre


"Bole Bole itu bukannya gorengan yah"ucap nifa


"Bala bala ****!!!"ucap Andre sambil melirik nifa


"Tahu"ucap Erin


"Tempe"sahut Fadil


KARIN POV


"Amiii gue ke toilet dulu yah"pamit Karin


"Iya sana"


Karin yang baru ke luar dari toilet terus bercermin dan membenarkan hijabnya,kemudian ia pergi untuk menuju kantin namun di perjalanan orang tuanya menghubungi Nya melalui WhatsApp Karin pun membuka dan memainkan Handphone Nya sambil berjalan,tiba tiba


Brukkk!!! Karin menabrak seseorang yang lebih tinggi dari Nya hingga ia hampir memeluk orang tersebut


"Maaf"ucap Karin sambil menunduk mengambil handphone Nya namun orang tersebut juga hendak mengambil handphone karin


Deggg,,,


Tangan mereka saling menyentuh,jantung mereka sama sama berdetak lebih kencang dari biasanya,,,Karin melirik ke arah samping betapa terkejutnya orang yang ia tabrak adalah Danu Kaka kelas Nya


"Ahhh maaf kak"ucap Karin yang langsung berdiri dan mengambil handphone Nya


"Iya ga apa apa"ucap Nya lembut


"Kalau gitu saya pergi dulu assalamu'alaikum"pamit Karin


"Wa'alaikumsalam"


Ntah kenapa Danu merasa jantung Nya berdetak lebih kencang saat berada di dekat Karin,dan ia juga mengangumi Kencantikan Karin.


'Duhhh jantung gw kok gini banget sihhh bisa diem ga sihhh'gerutu Karin sambil berjalan


'Cantik,tapi kok tiba tiba jantung gue ga bisa berhenti gini yahhh'batin Danu yang sedang melihat punggung Karin yang lama lama menghilang sambil tangan satunya memegang dadanya


"Udah ga udah di liatin terus"ucap seseorang mengagetkannya


"Bram sejak kapan lo di sini"tanya Danu terbata bata


"Tadi"ucapnya santai "lo suka sama dia?"


"Kepo"


Sahut Danu yang langsung pergi meninggalkan Bram yang masih berdiri di tempat

__ADS_1


__ADS_2