
Darius sontak menghempaskan telapak tangannya sendiri saat mendengar suara sang ibu yang terdengar menggelegar, suaranya yang khas hingga terdengar memantul di udara. Lagi dan lagi dirinya merasa kecewa, karena ibunya itu selalu memihak kepada sang kaka tanpa berkaca akan kesalahannya sendiri.
"Mau kamu apakan Melisa, hah? Mau kamu tampar?!"teriak Nyonya Camelia lagi, bola matanya nampak membulat sempurna, menatap wajah Darius dan Mira dengan tatapan tajam merasa murka.
"Mom! Dia itu mantan istri saya, mana boleh dia menikah dengan kak Mahesa," tegas Darius penuh penekanan.
"Kata siapa gak boleh? Apa kamu gak pernah dengar yang namanya istilah naik ranjang?"
"Naik ranjang? Apa itu?"
"Dasar bodoh! Naik ranjang itu istilah untuk mantan istri yang menikah kakaknya sendiri."
Darius mengusap wajahnya kasar. Entah mengapa dia masih merasa tidak rela jika mantan istrinya itu bahagia bersama sang kaka. Dendamnya kepada dua orang itu telah membutakan mata hati dan pikirannya.
"Kamu! Mau apa kamu datang kemari?" tanya Nyonya Camelia, mengalihkan pandangan matanya kepada Mira.
"Dia menantu Mommy juga, kenapa Mommy bertanya seperti itu?" Darius merasa tidak terima.
"Menantu? Hahahaha! Jangan harap Mommy akan menganggap dia sebagai menantu Mommy ya. Kalau kamu mau menikah lagi, cari wanita lain yang lebih baik. Bukan wanita murahan yang bisanya merebut suami orang."
__ADS_1
Mira seketika menundukkan kepalanya. Ini adalah kunjungan pertamanya ke rumah orang tua Darius, dan kesan yang dia dapatkan benar-benar di luar dugaan. Sungguh hati Mira merasa sangat terluka.
"Mom!"
"Cukup! Mommy malas berdebat dengan kamu, Darius. Lebih baik kamu bawa pergi wanita ini, lihat mukanya saja Mommy jijik!"
Bagai tersambar petir di siang bolong. Ingin rasanya Mira membungkam mulut pedas mertuanya saat itu juga. Dia hanya bisa menggigit bibir bawahnya keras menahan rasa kesal. Sementara Melisa, dia hanya tersenyum penuh kemenangan. Akhirnya wanita bernama Mira itu merasakan apa yang pernah dia rasakan dahulu saat dirinya masih menjadi istri Darius.
"Kamu baik-baik saja, Mel?" tanya sang ibu dengan nada suara lembut.
"Iya, Mom. Aku baik-baik saja. Aku pamit sekarang. Besok aku akan kembali lagi kemari, Mom," jawab Melisa dengan nada suara lembut.
Melisa hanya tersenyum ramah.
Nyonya Camelia membukakan pintu mobil untuk Melisa, wanita paruh baya itu bahkan tersenyum ramah kepadanya. Tentu saja hal tersebut menimbulkan kecemburuan di hati Mira. Dia ingin diperlakukan seperti Melisa. Dia juga ingin menjadi menantu kesayangan Nyonya Camelia. Rasa bencinya kepada Melisa semakin menjadi-jadi kini.
Terakhir, Nyonya Camelia bahkan melambaikan telapak tangannya saat mobil yang dikendarai oleh Melisa mulai meninggalkan halaman. Setelah itu, ibu dari Darius itu pun pergi begitu saja tidak menganggap kehadirannya sama sekali.
"Aku gak terima diperlakukan seperti ini, Mas. Aku gak terima!" decak Mira, bola matanya seketika memerah.
__ADS_1
"Kamu sabar dulu, sayang. Lambat laun Mommy juga bakalan nerima kamu sebagai menantunya," jawab Darius mencoba untuk menenangkan.
"Kapan? Kapan ibu kamu yang juteknya minta ampun itu bakalan nerima aku sebagai menantunya? Selama si Melisa itu masih ada di sini, aku gak akan pernah di anggap sama ibu kamu!"
"Terus mau kamu gimana? Saya harus apa?"
"Singkirkan si Melisa itu. Entah dia lenyap dari kota ini, atau lenyap dari dunia ini!" tegas Mira penuh penekanan.
"Gila kamu, Mira. Kamu meminta saya untuk melenyapkan Melisa?" tanya Darius dengan nada suara yang sedikit di tahan. Namun, penuh penekanan.
"Siapa bilang melenyapkan? Aku hanya ingin dia menyingkir dari kehidupan ibu kamu, dari kehidupan kita. Kalau bisa, singkirkan juga kaka kamu yang sakit-sakitan itu."
Darius seketika mengusap wajahnya kasar. Dia tidak mungkin mengikuti permintaan Mira yang sangat tidak masuk akal itu. Jauh di lubuk hatinya yang paling dalam, rasa cinta itu masih dia simpan untuk mantan istrinya. Mana mungkin dia mampu menyingkirkan wanita itu? Batin Darius seketika dilanda dilema.
"Kenapa kamu diam saja, Mas? Kamu gak sanggup melakukannya? Jangan bilang kalau kamu masih menyimpan rasa untuk mantan istri kamu itu, hah?"
'Ya saya masih mencintai dia. Saya masih mencintai Melisa, saya sadar bahwa dia adalah istri yang terbaik. Salah saya karena telah tergoda oleh wanita seperti kamu,' batin Darius akhirnya tersadar bahwa hanya Melisa istri yang terbaik untuk dirinya.
BERSAMBUNG
__ADS_1
...****************...