Semalam Bersama Kakak Ipar

Semalam Bersama Kakak Ipar
Pernikahan


__ADS_3

3 bulan kemudian.


"Saya terima nikah dan kawinnya Melisa binti Sudirman dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."


"Sah?"


"Saaaah."


Akhirnya ikatan cinta Melisa dan Mahesa pun di sahkan dengan tali pernikahan. Mahesa mengucapkan ijab kabul tanpa cela sedikitpun, hanya dalam satu tarikan napas saja dia telah sah menjadi suami dari wanita bernama Melisa. Hubungan yang di awali satu malam, kini berkahir dengan pernikahan yang akan mereka jalani seumur hidup, dan berjanji akan menjalani hidup bahagia selamanya sebagai pasangan suami-istri yang saling melengkapi kelebihan dan kekurangan masing-masing.


Setelah menggelar resepsi besar-besaran di hotel berbintang 5, kini mereka pun telah siap untuk melewati malam pertama di sebuah kamar hotel. Meskipun ini bukan kali pertama untuk keduanya melakukan hubungan suami-istri, tapi baik Mahesa maupun istrinya benar-benar merasa gugup sekarang, mengingat bahwa mereka hanya pernah melakukan hubungan itu hanya 1 kali kala itu.


Keduanya berhasil menjaga batasan dalam berpacaran, Melisa berhasil menjaga prinsipnya bahwa dia tidak akan mengulangi kesalahan 2 kali dan bertekad tidak akan melakukan hal terlarang itu lagi, sebelum keduanya sah menjadi pasangan suami istri, dan hubungan itu halal mereka lakukan.


Melisa berbaring dengan perasaan gugup. Lingerie tipis pun membalut tubuh indahnya. Dia bahkan dengan sengaja tidak memakai penutup apapun lagi di dalamnya agar mereka bisa dengan leluasa melakukan ritual malam pertama. Malam yang begitu mereka dambakan, malam dimana mereka akan memuntahkan apa yang sudah selama ini keduanya tahan dengan segenap jiwa raga.


Ceklek!


Pintu kamar mandi pun di buka. Mahesa keluar dari dalamnya dengan hanya memakai kimono handuk berwarna putih. Dada bidangnya nampak terekspos sempurna. Rambutnya yang masih basah membuat tubuh kekar seorang Mahesa terlihat segar.


Laki-laki itu menatap sang istri yang sudah meringkuk di atas ranjang. Seluruh tubuhnya di tutup menggunakan selimut tebal. Dia pun berjalan menghampiri lalu duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


"Kamu baik-baik saja, sayang? Sepertinya kamu kelelahan?" tanya Mahesa, mengusap rambut panjang istrinya lembut dan penuh kasih sayang.


"Nggak ko, Mas. Aku baik-baik saja, aku hanya merasa gugup aja," jawab Melisa semakin merekatkan selimut tebal tersebut.


"Gugup? Hahahaha! Mas pikir hanya Mas saja yang gugup, kamu juga sama ternyata." Mahesa tertawa nyaring.


"Mas juga gugup?"


"Tentu saja, eu ... Biar gak gugup, gimana kalau kita minum santai dulu sebelum mulai ke ritual inti?"


Melisa menggelengkan kepalanya.


"Langsung ke intinya saja," jawab Melisa, meraih pinggang suaminya lalu menariknya hingga tubuh Mahesa berada di atas raganya kini.


Mahesa tersenyum menatap wajah istrinya yang saat ini berada sangat dekat dengan wajahnya. Dia mengusap setiap inci wajah Melisa menggunakan jari telunjuknya. Melisa sontak memejamkan kedua mata, merasakan gejolak yang perlahan naik dan membuat jiwanya kita meronta-ronta menginginkan sesuatu yang lebih.


Cup!


Satu kecupan pun menjadi pembuka, kecupan singkat secara berkali-kali sampai akhirnya menjadi kecupan panjang yang sukses membuat hasrat keduanya benar-benar naik dan menguasai jiwa mereka kini.


"I love you, Melisa," bisik Mahesa, sesaat setelah mereka melepaskan tautan bibir masing-masing.

__ADS_1


"I love you too, Mas," jawab Melisa tersenyum manis.


Selimut yang semula menutupi tubuh Melisa pun seketika di tarik dan dilemparkan sembarang. Mahesa menatap tubuh istrinya penuh rasa kagum. Sesuatu yang selama ini di tertutup rapat menyimpan sesuatu yang sangat mengagumkan di dalamnya. Tubuh Melisa benar-benar terlihat indah. Lingerie tipis berwarna merah yang dikenakan oleh wanita itu memperlihatkan bagian dalam tubuh sang istri yang terlihat menerawang begitu menggiurkan.


Ritual malam pertama pun di mulai. Keduanya sama-sama bermain agresif tanpa sungkan. Suara de*ahan demi de*ahan pun terdengar saling bersahutan. Malam yang semula terasa dingin seketika berubah panas seiring dengan panasnya permainan yang mereka lakukan.


Peluh dan keringat membasahi raga keduanya. Jiwa mereka benar-benar terasa menyatu begitu pun dengan sesuatu di bawah sana, yang kini bersatu dan berpacu memburu sesuatu. Memburu puncak kenikmatan yang rasanya mengalahkan rasa nikmat apapun yang ada di dunia ini. Orang-orang menyebutnya sebagai surga dunia.


Sampai akhirnya, apa yang mereka buru pun berhasil keduanya dapatkan secara berkali-kali tiada henti dan tiada rasa lelah, pelepasan demi pelepasan mereka dapatkan sampai pagi menjelang.


"Akhhhh! Mel ...!" des*h Mahesa, saat pelepasan terakhir berhasil dia dapatkan, rasanya? Begitu nikmat hingga laki-laki itu memejamkan kedua matanya, merasakan betapa nikmatnya pendakian panjang yang baru saja dia dapatkan.


"Iya, Mas! Hmm!" Melisa menggigit bibir bawahnya keras.


Jiwanya benar-benar terasa melayang sekarang. Sekujur tubuhnya benar-benar gemetar. Begitu pun dengan bagian intinya di bawah sana yang terasa berdenyut merasakan nikmatnya berada di puncaknya surga dunia.


...****************...


PROMOSI NOVEL


__ADS_1


__ADS_2