Semalam Bersama Kakak Ipar

Semalam Bersama Kakak Ipar
Takdir


__ADS_3

Melisa keluar dari dalam ruangan unit gawat darurat dengan langkah kaki gontai. Buliran air mata berjatuhan dengan begitu derasnya kini. Kedua kakinya terasa lemas.


"Apa yang terjadi, Mel? Darius bilang apa sama kamu? Bagaimana keadaan dia sekarang?" tanya Nyonya Camelia segera menghampiri wanita itu.


"Mas Darius, Mom. Dia--" Melisa tidak meneruskan ucapannya.


"Darius kenapa, Mel? Dia baik-baik saja 'kan?"


Melisa menggelengkan kepalanya, menatap wajah sang ibu dengan tatapan mata sayu.


"Tidak, putra Mommy gak mungkin mati! Darius masih hidup!" teriak Nyonya Camelia, dia pun masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa basa basi di ikut oleh Tuan Dario Mark sang suami.


Melisa segera menghampiri Mahesa yang saat ini nampak menutup mulutnya dengan telapak tangan. Dia sama sekali tidak menyangka jika adiknya itu tidak akan berusia panjang dan meninggal dengan cara yang mengenaskan. Jika dia tahu kehidupan Darius akan berakhir seperti ini, mungkin dirinya akan sedikit bersikap lunak kepadanya. Ada rasa sesal yang kini terselip di dalam lubuk hati seorang Mahesa.


"Darius, Mel. Dia meninggal? Ya Tuhan, malang sekali hidupmu, Darius? Maafkan kakakmu ini. Semoga kamu tenang di alam sana," gumam Mahesa.


Seketika itu juga, Melisa segera memeluk tubuh sang kekasih tercinta. Dia mengusap punggung laki-laki itu lembut dan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Kamu yang sabar, sayang. Mungkin sudah takdir Mas Darius meninggal dengan cara seperti ini. Ikhlaskan dia, Mas. Aku yakin dia sudah tenang di sana."


"Apa yang kalian bicarakan di dalam? Dia bilang apa saja sama kamu, Mel?"


"Mas Darius hanya meminta maaf sama aku, dia tidak ada waktu untuk mengatakan apa pun lagi. Azal keburu datang menjemputnya. Pesan terakhirnya hanya mengatakan, semoga aku bahagia dengan kamu, Mas."


"Syukurlah, saya hanya takut kalau dia meninggal tanpa mengucapkan permintaan maaf sama kamu. Ya ... Saya yakin dia pergi dengan tenang sekarang."


Melisa menganggukkan kepalanya seraya tersenyum dipaksakan.


* * *


Karena keluarga besar Dario Mark sedang dalam keadaan berduka, proses pendonoran sumsum tulang belakang pun terpaksa di undur. Hal itu dilakukan semata-mata demi menjaga perasaan kedua orang tua Mahesa yang masih dalam keadaan berduka pasca kehilangan putra bungsu mereka. Selain itu, mereka juga harus mengawal proses penyelidikkan polisi tentang siapa yang telah menghabisi nyawa Darius sebenarnya.


Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya polisi pun menangkap tersangka utama yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mira, wanita yang selama ini tinggal bersama mendiang Darius. Wanita yang telah memporak porandakan rumah tangga laki-laki itu bersama Melisa.


Hari ini, Melisa akan menjalani proses pendononoran. Dia akan melakukan proses harvesting, yaitu proses pengambilan sumsum tulang belakang.

__ADS_1


Pemberian sumsum tulang belakang pada pengidap kanker darah tidak melalui cara yang sama dengan pengambilan. Pengidap kanker darah diberikan infus sumsum tulang belakang melalui intravena.


Setelah pemberian infus sumsum tulang diikuti dengan proses engraftment yaitu sel induk yang baru mengalir menuju sumsum tulang belakang dan membuat sel darah merah yang baru.


Sebelum Melisa menjalani proses tersebut, baik Melisa maupun Mahesa saling menatap satu sama lain kini, saling melempar senyuman juga saling menguatkan satu sama lain.


"Mari kita bertemu lagi beberapa jam yang akan datang, Mas. Berjanjilah untuk bangun kembali dalam keadaan yang lebih baik, berjanjilah untuk kembali dengan tubuh yang sehat," lirih Melisa menatap sayu wajah laki-laki yang dicintainya itu.


"Saya janji akan sehat, Mel. Saya janji akan kembali bangun dalam keadaan sehat dan sembuh total, tapi kamu juga harus berjanji bahwa kamu akan baik-baik saja. Saya cinta kamu, Melisa," jawab Mahesa melemparkan senyuman termanis yang dia miliki.


Sedetik kemudian, kedua mata mereka pun benar-benar terpejam sempurna. Proses donor tersebut pun benar-benar dilakukan. Keheningan pun seketika tercipta, hanya ada suara mesin mendeteksi detak jantung yang menandakan bahwa baik pendonor maupun yang menerima donor dalam keadaan hidup.


BERSAMBUNG


...****************...


PROMOSI NOVEL

__ADS_1



__ADS_2