
Dari semalam Melinda menunggu kedatangan Ziano untuk datang ke rumahnya namun ternyata pria itu belum datang juga.
Sudah beberapa kali Melinda mengirim pesan pada Ziano.
[Zi aku hari ini akan kembali bersama Zivana ke Inggris. Apa kamu yakin tidak ingin bertemu dengan aku?]
Tentu saja Ziano tak bisa datang, karena dia masih sangat terpukul dengan kepergian Pak Anderson. Bahkan sepulang dari pemakaman Pak Anderson Ziano lebih banyak diam seribu bahasa.
Bahkan pagi ini Ziano masih berdiam diri, Sandra terpaksa mengalah untuk menyapa Ziano duluan, dia berusaha untuk kembali ke sifatnya yang semula. Karena memang dia tidak tahan harus terus mendiamkan Ziano selama satu minggu ini.
"Emm.... Pagi ini aku hanya memasak nasi goreng." ucap Sandra sambil menatap Ziano yang kelihatan masih tidak berselera makan.
Sebenarnya ucapan Sandra begitu ambigu, padahal memang sudah jelas di meja makan itu hanya ada nasi goreng. Ziano sudah tau itu.
Sandra mengigit bibir bawahnya saat menyadari kebodohannya.
"Tidak apa-apa, masakan kamu sangat enak." Ziano merasa heran tumben sekali Sandra mengajaknya bicara. Apa mungkin Sandra sudah tidak datang bulan lagi, kata Daniel kalau cewek tiba-tiba ngambek padanya itu lagi datang bulan.
Sandra melihat raut wajah Ziano yang sangat sedih karena itu dia mencoba untuk menghiburnya. "Aku dengar malam ini ada festival akhir tahun, bagaimana kalau kita pergi kesana?"
__ADS_1
"Untuk apa?"
Sandra menjadi gemas mendengar pertanyaannya, "Memangnya kamu gak pernah kesana?"
Ziano teringat dulu pernah pergi ke festival bersama Melinda, itu karena Melinda yang mengajaknya. Tapi tidak mungkin dia bilang bahwa pernah pergi bersama Melinda. "Pernah, hanya sekali."
Sandra sedikit terbelalak, dia pikir orang sekaku Ziano belum pernah pernah pergi kesana. Dia jadi penasaran bersama siapa Ziano pergi, pasti orang itu sangat spesial buat Ziano. Apa mungkin Melinda?
"Bersama siapa?"
"Seorang teman."
Ziano memang paling malas jika membahas masa lalu, "Hm.. itu hanya masa lalu."
"Tapi bagaimana jika masa lalu itu datang kembali?"
Ziano tidak mengerti dengan pertanyaan Sandra.
"Apakah kamu mencintainya, maksudku... apa kamu masih mencintainya?"
__ADS_1
Ziano tidak mengerti mengapa Sandra bertanya seperti itu, apa mungkin Sandra mendengar pembicaraan dia dengan Melinda waktu itu?, "Mengapa kamu bertanya seperti itu? Apa malam itu kamu mendengar semuanya?"
Sandra mengangguk, dia rasa lebih baik dia jujur "Iya, aku mendengar semuanya. Aku sadar pernikahan kita itu terjadi karena orang tua aku yang salah paham. Karena itu aku akan melepaskan kamu Mister Zi, aku tidak ingin menjadi beban di dalam hidup kamu." Sandra sebenarnya sangat sakit mengatakannya, tapi dia berpura-pura bersikap biasa saja.
Ziano terkejut mendengarnya, hatinya tidak terima ketika mendengar Sandra mengajaknya berpisah.
Sandra melihat jam tangannya, rupanya sudah hampir jam 8 pagi, dia harus segera bekerja. "Ya sudah, aku harus kerja dulu."
Ziano merasa tidak terima dengan permintaan Sandra, dia segera bangkit mengejar Sandra, menarik tangannya yang mau membuka pintu. Membuat tubuh yang ramping itu menubruk badan Mister Zi yang kekar.
"Mister Zi..." Jantung Sandra hampir saja mau copot. Apalagi badan mereka begitu sangat dekat.
Ziano menghentakan tubuh Sandra ke dinding, menghimpit tubuhnya. "Aku tidak ingin kita berpisah." Ziano menatap intens kedua bola mata Sandra.
Sandra menggenggam erat gaunnya, dia begitu gugup karena jarak wajah mereka sangat dekat sekali, "Untuk apa? Lagian pernikahan kita hanya diatas kertas saja? Sama sekali tidak ada cinta diantara kita kan?"
"Bagaimana kalau aku mencintaimu? Apa aku berhak mempertahankan pernikahan ini?"
...****************...
__ADS_1
...Thor apa bonchap ini khusus Mr Zi dan Sandra saja? Viona Daniel, Andrian Alexa juga ada. Tapi selesaikan satu-satu pasangan dulu, karena bonchapnya mungkin gak panjang. Ya sudah saya tinggal jogging dulu 😁...