
[Hari ini target melakukan lamaran ke rumah kekasihnya. Target tidak berbuat macam-macam selama saya pantau hari ini.]
Asisten Zi membaca pesan dari Detektif Al.
Melakukan lamaran ke rumah kekasihnya? Apa mungkin Andrian hari ini melamar Sandra? Entah mengapa Asisten Zi rasanya tidak rela jika wanita disebelahnya ini akan menikah dengan Andrian.
Apa tidak rela karena tau Andrian telah mengkhianati Sandra sebagai rasa bentuk empati? Atau karena ada penyebab lain, dia juga tidak tau.
Drrrtt...Drrrtt...
Detektif Al mengirim pesan lagi kepada Asisten Zi.
[Saya sedang memeriksa CCTV di toko yang berhadapan dengan rumah Andrian. Saya melihat nona Alexa datang ke rumah Andrian. Tidak mungkin kan nona Alexa selingkuhannya Andrian?]
Asisten Zi membulatkan matanya begitu melihat video yang dikirim Detektif Al, Alexa datang ke rumah Andrian, tepatnya dua minggu yang lalu. Andrian memang tinggal sendirian, tidak tinggal satu rumah dengan kedua orang tuanya.
Asisten Zi seketika menghentikan mobilnya. Membuat Sandra kaget.
"Ada apa Mister Zi?" Sandra memperhatikan Asisten Zi yang tengah sibuk membalas pesan dari seseorang, segitu penting kah pesan itu sampai Asisten Zi harus menepikan mobilnya di tepi jalan.
Asisten Zi membalas pesan dari Detektif Al.
[Tolong periksa lagi CCTV di toko itu, lihat jam berapa Alexa pulang dari rumah Andrian.]
Asisten Zi terlalu sibuk dengan urusannya, sampai dia tidak menanggapi ucapan Sandra.
Asisten Zi mendapatkan balasan dari Detektif Al.
[Saya sedang mencarinya, nanti saya laporkan lagi.]
Asisten Zi berpikir sejenak, rasanya tidak mungkin Alexa selingkuh dengan Andrian, tidak ada gelagat yang mencurigakan dari mereka. Tapi untuk apa Alexa datang di malam hari ke rumah Andrian? Jika ternyata Alexa berselingkuh dengan Andrian, bukan kah ini bisa dijadikan alat oleh Daniel untuk membatalkan rencana pernikahannya bersama Alexa, termasuk rencana pernikahan Sandra dan Andrian juga.
Tapi bagaimana persahabatan Daniel dan Andrian? Asisten Zi rasa Daniel tidak akan marah pada Andrian, Karena Daniel tidak mencintai Alexa.
__ADS_1
"Mister Zi!" Sandra terlihat kesal karena Asisten Zi dari tadi tidak menanggapinya.
"Ada apa?" Akhirnya pria itu menanggapi ucapan Sandra.
"Aku tidak ingin pulang ke rumah. Antarkan saja aku ke hotel. Andrian mau melamar aku, aku gak mau menikah dengan dia. Aku gau mau jadi istri tersakiti seperti di tivi yang sering aku tonton." Sandra bergidik ngeri membayangkannya.
Asisten Zi terdiam sejenak, "Lari dari masalah itu bukan solusi, malah akan membuat masalah itu terus berlarut-larut."
"Jadi maksud kamu aku harus menerima lamaran Andrian?"
"Tidak juga, kalau kamu tidak ingin menikah dengannya, kamu harus menolaknya."
"Kalau begitu kamu harus membantuku."
"Itu bukan urusan aku. Aku tidak ditugaskan untuk membantu kamu."
Sandra pun pasrah saja, ucapan Asisten Zi benar, Asisten Zi sama sekali tidak berhak peduli dan ikut campur dengan urusan dia dan Andrian.
Asisten Zi menjalankan mobilnya kembali. Sehingga akhirnya mereka sampai di depan rumah Sandra.
Asisten Zi hanya diam, memandangi Sandra yang kini telah masuk ke dalam rumahnya.
Sandra masuk ke dalam rumah, berjalan dengan gontai, dia melihat keluarga Andrian dan keluarganya sedang berkumpul, mereka menoleh ke arah Sandra yang baru masuk ke dalam rumah.
"Oh sayang, akhirnya kamu pulang. Sini duduk!" Bu Riska menyuruh Sandra duduk di sampingnya.
Andrian menatap Sandra dengan tersenyum penuh rasa bahagia karena lamarannya sudah di terima oleh kedua orang tua Sandra.
"Mama dan papa sudah menerima lamaran dari keluarga Andrian. Karena mama tau kamu sangat mencintai Andrian."
Sandra nampak terkejut karena kedua orang tuanya malah menerima lamaran dari Andrian tanpa bertanya dulu kepadanya.
.
__ADS_1
...****************...
Tanpa Sandra ketahui, Asisten Zi masih berada di depan rumahnya. Dia tidak tau tentang hatinya bagaimana, tapi mengapa dia merasa tidak rela jika membayangkan Sandra menikah dengan Andrian.
Drrrtt... Drrrtt...
Asisten Zi mendapatkan pesan kembali dari Detektif Al.
[Saya rasa selingkuhan Andrian memang nona Alexa, Nona Alexa pulang jam 7 pagi dengan pakaian yang sama.]
Mata Asisten Zi membola begitu melihat video yang di kirim oleh Detektif Al padanya. Sudah pasti terbayang apa yang mereka lakukan saat berada dalam satu rumah, hanya berdua, dari malam sampai pagi.
Dia segera membalas pesan dari Detektif Al.
[Tolong periksa semua hotel di kota ini, siapa tau mereka pernah menginap di hotel bersama.]
Asisten Zi rasa satu bukti saja tidak akan cukup.
Asisten Zi mengirim dua video yang dikirim oleh Detektif Al kepada Daniel. Dia rasa video itu mungkin bisa membantu Daniel, apalagi saat ini dia tau Daniel sedang makan malam bersama keluarga Alexa.
[Sepertinya Nona Alexa menjalin hubungan dengan Andrian dibelakang anda.]
...****************...
Asisten Zi belum mendapatkan balasan dari Daniel, tapi pesannya sudah terbaca, itu artinya Daniel sudah melihat video itu.
Asisten Zi termenung, dia tidak tau bagaimana caranya membantu Sandra, lagian apa haknya juga. Dia tidak memiliki hubungan apapun dengan gadis itu. Dia memutuskan untuk menjalankan mobilnya kembali, namun entah mengapa rasanya tidak ikhlas jika Andrian dan Sandra menikah, mungkin karena rasa empatinya yang tinggi, mungkin dia hanya merasa kasihan jika Sandra menikah dengan Andrian yang suka main dengan perempuan, apalagi sekarang dia berselingkuh dengan Alexa.
Asisten Zi terpaksa menelpon Andrian.
Andrian yang tengah berkumpul dengan keluarga Sandra, dia mengerutkan keningnya begitu melihat ponselnya bergetar, ada panggilan dari Asisten Zi.
"Ada apa Bang Zi? Malam ini aku lagi melamar tunangan aku." Andrian merasa terganggu oleh Asisten Zi yang tiba-tiba menelponnya diacara yang sangat penting baginya.
__ADS_1
"Kita harus bicara, aku sedang berada di depan rumah Sandra."