
Setelah merasa dirinya tenang, Satria mencoba untuk mencari Viona, namun dia malah mencari ke arah yang berlawanan dengan Viona, sehingga dia kesulitan untuk mencari sang istri.
"Viona!"
"Viona!"
Pria itu terus saja mencari keberadaannya sambil berteriak memanggil nama sang istri. Dia kelimpungan sekali karena tidak menemukan keberadaan Viona juga.
Setelah sekian lama mencari sang istri, Satria kembali ke rumahnya, dia telihat sangat kacau sekali, rasa kesal dan emosi telah bercampur menguasai hatinya.
Satria mencoba menelpon Viona, rupanya Viona tidak membawa ponselnya. Sampai terdengar suara ponsel berdering di tasnya yang masih Viona simpan di ruang tengah.
Satria segera membuka tas Viona, benar saja ponsel Viona berada disana.
"Ah sial!" Itu artinya dia kesulitan untuk mencari Viona.
Satria mencoba menelpon Om Ari, siapa tau Viona pergi kesana malam ini.
"Ada apa Sat?" tanya Om Ari begitu mengangkat telepon dari Satria.
Satria nampak ragu untuk mengatakannya, "Em... begini om, apa Viona ada di rumah om?"
__ADS_1
Terdengar Om Ari sedikit emosi menjawabnya, "Ya ampun Sat, ini sudah tengah malam lho, Viona gak minta izin lagi sama kamu mau keluar?"
"Em... hanya ada sedikit masalah om."
"Terus Viona kabur dari rumah gitu? Malu-maluin om aja."
Satria tidak bisa lama-lama berteleponan dengan Om Ari takut bertanya lebih lebar lagi, "Hm ya sudah om, aku harus telepon temannya Viona dulu."
"Oh iya udah Sat, nanti kabari om kalau Viona sudah pulang. Biar om marahin dia."
Klik!
Om Ari mematikan panggilan telepon, sekarang giliran Satria bertanya ke Sandra, dia menelpon lewat ponsel Viona.
"Apa Viona ada di rumah kamu?"
Sandra nampak kebingungan karena yang telepon dirinya ternyata bukan Viona tapi Satria.
"Emangnya Viona gak ada di rumah? Sampai gak bawa handphone juga?" Sandra malah balik nanya.
"Jadi Viona gak nginep di rumah kamu?"
__ADS_1
"Nggak. Hmm... sebagai suami Mas Satria harusnya bisa menjaganya dong..."
Satria malah emosi jika keterusan berteleponan dengan Sandra, Sandra malah mengomelinya mungkin karena dia juga sudah lihat video dirinya dan Miska, memalukan, dia segera menutup panggilan telepon.
"Arrrggghhh, dimana kamu Viona!" Satria nampak frustasi memikirkannya, rasanya gak mungkin kalau Viona bersama Daniel karena dia tau Daniel sedang dirawat di rumah sakit, apalagi Pak Anderson tidak akan membiarkan mereka bersama.
...****************...
"Ada apa dengan Viona?" tanya Tante Sinta, kepo. Setelah mendengar suaminya sedang berbicara dengan Satria lewat telepon mengenai Viona.
"Viona kabur dari rumah." jawab Om Ari dengan nada kesal.
"Hm... keponakan kamu dari kecil sampai dewasa terus saja buat kesal, bikin masalah, padahal sekarang udah nikah lho. Apa jangan-jangan dia selingkuh? Soalnya waktu itu Viona juga tidak ada di rumah sampai pagi."
"Ya gak mungkin lah Viona selingkuh."
"Kalau selingkuh bagaimana?"
"Aku pasti akan marahin dia lah. Tapi kita tunggu dulu nanti kabar dari Satria."
"Hmm... baiklah kalau begitu, tapi kalau ada apa-apa dengan rumah tangga Viona dan Satria, aku gak mau Viona tinggal disini Mas. Rumah kita sangat sempit lho."
__ADS_1
Perkataan Tante Sinta malah membuat rasa kesal Om Ari bertambah, "Ya nggak lah, aku gak akan membiarkan mereka cerai. Malu lah sama keluarga Satria, apalagi sama Hadi. Hadi dulu sering nolong kita lho kalau kita lagi butuh modal."
"Nah iya itu, makanya keponakan kamu harus tau diri."