Semalam Dengan Istrimu

Semalam Dengan Istrimu
Bonchap 14


__ADS_3

Kapal pesiar berlayar dengan tenang, desiran ombak berlalu lalang, hari sudah mulai sore, Ziano sudah menyiapkan makan sore untuk mereka berdua.


Sandra terperangah dengan suasana tempat makan yang terlihat begitu romantis, akhirnya seorang robot yang begitu kaku kini telah berubah menjadi sosok yang begitu romantis.


Tentu saja Ziano bisa seperti ini atas saran dari Daniel, apalagi dia bertanya ke Viona, apa yang diinginkan Sandra yang belum kesampaian, Viona bilang Sandra ingin sekali naik kapal pesiar. Makanya Ziano memberikan kado itu untuk Sandra.


(Kalau ada yang bertanya apa Ziano lebih tajir dari Daniel, jawabannya tidak, jangankan kapal pesiar, sahampun Daniel akan memberikannya atas nama Viona. Tapi kisah Daniel Viona tamat bab 103, makanya di kasih bonus chapter khusus Ziano dan Sandra dulu, nanti juga ada part Viona melahirkan.)


Sandra dan Ziano begitu menikmati makan sore mereka, didukung dengan pemandangan sore hari yang begitu indah, langit sudah mulai berwarna jingga, membuat suasa semakin romantis.


"Apa kamu suka dengan makanannya?" tanya Ziano.


"Tentu saja, aku sangat menyukainya. Terimakasih atas semua yang kamu berikan kepadaku, Mister Zi."


"Jangan sungkan, aku ini suami kamu."


Sandra tersenyum menatap Ziano, pria itu memang terlihat masih sedikit kaku, mungkin sikapnya tidak bisa seromantis Gibran, tokoh novel pria yang pernah dia baca dan menjadi tokoh yang paling dia idamkan. Namun dia mencintai apapun yang ada di dalam diri Ziano. Menerima kekakuan sikapnya dan juga ketenangan kepribadiannya. Tapi ada kalanya dia tidak kaku lagi seperti saat mereka berada di atas ranjang.


Wajah Sandra memerah begitu mengingat apa yang pernah dia lakukan bersama Ziano, yang belum sampai juga mencetak gol. Namun kali ini dia harus siap, sesakit apapun rasanya saat melepaskan keperawanan, apalagi dia teringat apa kata Viona kalau nanti rasanya akan ketagihan, dia yakin Viona tidak akan membohonginya, buktinya dia sering melihat banyak tanda merah di leher Viona.

__ADS_1


Setelah selesai makan bersama, mereka pun menonton film, namun suasana yang seharusnya romantis malah berubah menjadi bersitegang diantara mereka.


"Aku ingin menonton film romantis." Sandra kekeuh ingin menonton film romantis.


"Mending action, aku suka yang menegangkan." Namun Ziano tidak mau mengalah,karena buat dia menonton film romantis itu sangat jenuh.


"Film romantis!"


"Action!"


"Romantis!"


Tak ada satupun diantara mereka yang mau mengalah.


"Ya ampun Mister Zi, perkara film saja kamu gak mau mengalah." protes Sandra.


Ziano menghela nafas, dia sadar sekarang ini dia bukan hidup sendirian, tidak bisa melakukan apapun semau dia, ada wanita yang harus dia manjakan.


Ziano merangkul bahu Sandra, "Hmm... ya sudah maafkan aku, oke kita nonton film romantis saja."

__ADS_1


Sandra jadi tidak enak pada Ziano, lebih baik dia ynag mengalah saja, "Gak usah, kita nonton film action saja."


"Bukannya kamu ingin film romantis? Gak apa-apa kita nonton film romantis saja."


"Mending action saja, Mister Zi."


Ziano jadi kebingungan karena sekarang dua-duanya malah kekeuh mau saling mengalah. Kalau begini terus kapan berakhirnya.


"Lebih baik kita tidak usah menonton film kalau akhirnya akan bertengkar seperti ini."


Sandra rasa ucapan Ziano ada benarnya, ada hal yang jauh lebih penting dari sekedar menonton film, Sandra ingin menjadi wanita yang agresif untuk memuaskan suaminya. Dia memberanikan diri untuk duduk di pangkuan Ziano, membuat Ziano tertegun melihatnya, jakunnya naik turun memperhatikan Sandra.


"Bagaimana kalau kita bertengkarnya di kamar, Mister Zi?" Sandra mengatakannya sambil membuka kancing baju Ziano dan mencium bibirnya.


...****************...


...part selanjutnya siapkan es batu 👨‍💻...


...Kasih kopi dulu lah, jangan lupa votenya hehe...

__ADS_1


__ADS_2