
"Bagaimana kalau aku mencintaimu? Apa aku berhak mempertahankan pernikahan ini?" Ziano menatap lekat kedua mata Sandra.
Sandra tertegun mendengar perkataan Ziano, "Lalu apa yang kau rasakan? Kamu mencintaiku Mister Zi?"
"A-aku..."
Tring...Tring...Tring...
Pembicaraan Ziano terhenti begitu mendengar ponselnya berbunyi. Ziano segera meronggoh ponselnya, dia pikir itu adalah telepon dari Daniel karena Daniel sering menghubunginya pagi hari untuk menanyakan schedule, namun rupanya itu dari Melinda.
Tentu saja Sandra melihat siapa yang menelpon Ziano karena Ziano sedang berada di hadapannya.
Ziano segera mereject panggilan telepon dari Melinda.
__ADS_1
Sandra hanya bisa menghela nafas, sejujurnya rasa sakit dihatinya masih membekas karena pengkhianatan dari Andrian, dia juga tidak menyangka mengapa dia bisa gampang jatuh hati pada Ziano, entah sejak kapan, dia tidak tau, yang pasti dia sakit hati saat mendengar pembicaraan Ziano dengan Melinda, apalagi Melinda mengatakan bahwa Ziano sangat mencintai Melinda.
Ziano adalah pria yang tidak bisa membaca hatinya sendiri. Dia tidak tau apa yang dia rasakan itu cinta atau hanya sekedar nyaman. Mungkin karena dari dulu Ziano pikirannya hanya tertuju pada pengabdiannya kepada keluarga Gilbert.
"Melinda menyuruh aku untuk menemuinya, karena hari ini dia akan berangkat ke Inggris." Ziano tidak ingin Sandra salah paham.
"Lalu bagaimana perasaan kamu padanya, Mister Zi?"
Sandra melepaskan diri dari Ziano, "Sebelum kamu mengatakan cinta, lebih baik kamu bisa memahami dulu apa itu cinta, karena cinta itu bukan hanya sekedar ucapan tapi sikap kamu juga. Bagaimana aku bisa percaya karena kamu sama sekali tidak menunjukkannya, Mister Zi?"
Ziano nampak kebingungan, "Apa yang harus aku tunjukan?"
"Jujur saja aku takut saat aku membuka hatiku padamu, menyerahkan seluruh hidup aku padamu, namun kamu malah mengkhianati aku dan memilih masa lalu kamu."
__ADS_1
Ziano terdiam mendengarnya.
"Karena itu temui saja dia, kamu harus tau bagaimana perasaan kamu padanya, apakah kamu masih mencintainya atau tidak. Jika dihati kamu masih ada orang lain, aku akan siap melepaskan kamu Mister Zi."
Bukannya Sandra tidak ingin memperjuangkan cintanya, dia hanya takut dia akan dikhianati lagi seperti dulu, karena mungkin saja sebenarnya Andrian belum move on dari Alexa, cinta pertama Andrian, makanya pria itu begitu kuat godaan dari wanita lain dan tidak playboy lagi, tapi dia tidak bisa menahan diri dengan Alexa.
"Jika kamu sudah tau bagaimana isi hati kamu, jika ternyata kamu hanya mencintai aku, temui aku di festival nanti malam. Namun jika kamu ternyata masih mencintai wanita itu, lebih baik kamu jangan datang, Mister Zi." Sandra harus siap dengan keputusan nanti malam.
Setelah mengatakan itu Sandra pun pergi meninggalkan Ziano.
Ziano sangat merasa bodoh, seharusnya dulu dia mencoba menonton film romantis, ataupun membaca novel-novel romantis agar dia tau bagaimana cara memperlakukan orang yang dicintai. Apalagi sekarang musim novel online, salah satu contohnya karya DF_14, Daniel sering membacanya, makanya dia bisa bersikap romantis pada Viona bahkan meniru bermacam gaya di novel itu.
Sandra harus berbesar hati jika akhirnya Ziano menyadari dia tidak bisa lepas dari bayang-bayangan Melinda, dia akan melepaskan Ziano, sebelum perasaan yang dia rasakan pada Ziano semakin membesar, dia tidak ingin sakit hati untuk kedua kalinya.
__ADS_1